Dimas Muharam, Founder Kartunet.com Bicara Isu Disabilitas

Foto Dimas Muharam

Jakarta, Solider.or.id, Dimas Muharam, founder website Kartunet.com berbicara mengenai edukasi bagi difabel pada gathering Pecha Kucha ke 14 bertemakan Edu+ yang diadakan di Resto Es Teler 77, Jl. Aditya Warman, Jakarta Selatan (23/05/13). Dimas Prasetyo Muhamaram, S.Hum atau yang biasa dikenal dengan Dimas, mendirikan website Kartunet.com bersama dengan teman-temannya sesama difabel penglihatan pada 19 Januari 2006. Kartunet.com yang merupakan akronim dari Karya Tuna Netra.com ini menjelaskan bahwa niat awal mereka menyediakan website ini sebagai wadah untuk menampung tulisan-tulisan mereka secara atraktif dan menarik mengenai isu-isu disabilitas. Namun siapa sangka sejak berjalan 5 tahun dari pendirian website tersebut, aktiflah komunitas Kartunet.com pada awal tahun 2011. Yang saat ini telah sangat berkembang, terdiri dari berbagai penulis dengan berbagai latar belakang, baik difabel maupun non difabel. Selain itu kegiatan merekapun juga cukup aktif, mulai dari lomba menulis, pelatihan komputer, pelatihan blog dan website, serta gathering member.

Dimas beranggapan bahwa masyarakat Indonesia saat ini belum terlalu aktif membicarakan isu-isu mengenai disabilitas, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia terkesan tidak peduli dengan mereka yang difabel. Sebagai seorang difabel, Dimas berpikir bahwa sudah saatnya masyarakat Indonesia diberikan perspektif mengenai disabilitas langsung dari pihak pertama, yaitu para difabel. Karena selama ini perspektif masyarakat Indonesia kalau tidak over expectation, ya under estimate, dalam artian kalau tidak menganggap difabel itu seorang manusia super, ya manusia berkekurangan. Padahal yang diharapkan oleh difabel adalah diperlakukan secara sama, namun dengan cara yang berbeda. Misalnya seperti isu paling utama dari disabilitas, yaitu akses. Difabel berkursi roda juga layak untuk mendapatkan perlakuan yang sama untuk mengakses gedung pemerintahan, namun dengan cara yang berbeda, yaitu dengan disediakannya ram. Begitu juga dengan difabel penglihatan, pantas untuk mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan, namun dengan cara yang berbeda dari orang-orang lainnya, yaitu melalui braile ataupun audio yang aksesibel bagi mereka. Dimas berharap, dengan adanya Kartunet.com ini, bisa memberikan pemahaman yang jauh lebih luas kepada masyarakat Indonesia, mengenai perspektif disabilitas yang sebenarnya, dan yang diinginkan oleh difabel. Sehingga pada akhirnya, setiap masyarakat yang terlibat dalam kehidupan difabel, mengerti tentang kebutuhan difabel dan mampu memberikan hal-hal yang sesuai dengan difabel. Dan dengan demikian, akan sangat berpengaruh secara positif terhadap kualitas hidup dan kehidupan jutaan difabel di Indonesia.


penulis: Ahmad Arib Alfarisy