Akhlaq Tercela menurut Islam

Akhlaq Tercela menurut Islam

Akhlaq merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kedudukannya merupakan salah satu pilar utama agama Islam di samping Akidah dan Syari’ah. Rasulullah SAW, tugasnya diutus oleh Allah SWT adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Sebagai contoh kongkrit, Allah menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan atau Utswatun Hasanah. Sehingga semua perangainya yang baik patut dicontoh oleh umat manusia. Akhlaq menunjukan sesuatu yang benar atau salah dilakukan oleh setiap manusia. Akhlaq merupakan salah satu anugerah yang diberikan Allah untuk manusia. Dengan akhlaq, manusia dibedakan terhadap makhluk-makhluk lainnya. Oleh karena itu, bagi manusia yang memiliki akhlak yang mulia, maka kedudukannya akan tinggi di hadapan Allah. Sedangkan yang akhlaqnya buruk, kedudukannya bisa disamakan dengan binatang. Akhlaq meliputi seluruh kegiatan manusia. Yaitu akhlaq terhadap Allah dan Rasulnya, Akhlaq terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, dan terhadap sesama makhluk Allah.

Secara kebahasaan perkataan akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari kosa kata bahasa arab akhlaq yang merupakan bentuk jamak dari perkataan khilqun atau khuluqun yang berarti perangai, kelakuan, watak, kebiasaan, kelaziman, dan peraaban yang baik. Jadi secara kebahasaan perkataan akhlak mengacu kepada sifat-sifat manusia secara universal, laki-laki maupun perempuan, yang baik maupun yang buruk. Dengan demikian, perkataan akhlak mengacu kepada sifat manusia yang baik dan juga mengacu kenapa sifat manusia yang buruk. Ada akhlak yang baik dan ada akhlak yang buruk. Ada perempuan yang berahklak baik dan ada perempuan yang berakhlak buruk. Hal yang sama berlaku pada laki-laki, ada laki-laki yang berakhlak baik dan ada juga yang berakhlak buruk.

Akhlaq dapat dibagi menjadi dua. Yaitu Akhlaqul Mahmudah atau akhlaq terpuji, dan Akhlaqul Madzmumah atau akhlaq tercela. Pada tulisan ini, yang akan ditekankan pembahasannya adalah pada Akhlaqul Madzumah atau akhlaq tercela.

Akhlaq madzumah atau akhlaq tercela adalah akhlak buruk yang dikendalikan oleh setan. Akhlaq ini benar-benar harus dijauhi oleh manusia. Karena jika berkepanjangan, hati manusia akan menjadi busuk dan tidak bisa tersentuh lagi oleh ayat-ayat Allah. Keadaan seperti ini, bisa dikatakan manusia tersebut sudah terkena penyakit hati.

Macam-macam arti penyakit hati dan sifat buruk manusia :
1. Iri Hati
Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rizki / rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran.

2. Dengki
Dengki adalah sikap tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha untuk menghilangkan nikmat tersebut. Sifat ini sangat berbahaya karena tidak ada orang yang suka dengan orang yang memiliki sifat seperti ini.

3. Hasut / Hasud / Provokasi
Hasud adalah suatu sifat yang ingin selalu berusaha mempengaruhi orang lain agar amarah / marah orang tersebut meluap dengan tujuan agar dapat memecah belah persatuan dan tali persaudaraan agar timbul permusuhan dan kebencian antar sesama.

4. Fitnah
Fitnah lebih kejam dari pembunuhan adalah suatu kegiatan menjelek-jelekkan, menodai, merusak, menipu, membohongi seseorang agar menimbulkan permusuhan sehingga dapat berkembang menjadi tindak kriminal pada orang lain tanpa bukti yang kuat.

5. Buruk Sangka
Buruk sangka adalah sifat yang curiga atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.

6. Khianat / Hianat
Hianat adalah sikap tidak bertanggungjawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.

Mengatasi Penyakit hati :
1. Insafi siapa dan asal mula manusia. Bahwa manusia berasal dari air hina, jadi sangatlah tidak pantas jika berperilaku sombong atau sebagainya.
2. Pandai bersyukur atas apa yang telah kita dapatkan. Jika kita selalu bersyukur, maka hati menjadi tenang dan tidak berkeinginan untuk iri akan apa yang dimiliki orang lain terus.
3. Banyak berdo’a dan mendekatkan diri pada Allah. Setiap berdo’a, kita hendaknya meminta agar selalu ditunjukan jalan yang benar, dan dihindarkan dari jalan-jalan yang tidak baik termasuk jalannya orang-orang yang berpenyakit hati.
4. Menjalin persaudaraan dengan orang lain. Sehingga tidak akan merasa benci atau iri jika orang lain tersebut mendapatkan keberuntungan.
5. Membiasakan diri ikut merasa senang jika orang lain mendapat keuntungan.

Sifat akhlaq tercela sangatlah merugikan. Tak ada untungnya jika kita menganut salah satu sifat tersebut. Selain diri sendiri yang rusak, maka kebahagian orang lain juga akan terganggu. Bahkan dapat menimbulkan rasa permusuhan sesama manusia. Oleh karena itu, sebagai muslim, kita jangan sekali-kali terjangkiti salah satu dari penyakit hati itu. Dekatkan diri pada ilahi dan sucikan hati kita agar bisa menjadi muslim sejati.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

4 Comments

  1. Postingan ini sering sih saya dengar waktu sekolah dulu, tapi tidak pernah direnungkan. Terimakasih mas atas postingannya, mengingatkan saya untuk merenung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog