Alasan tidak jadi beli Toyota Calya, padahal sudah foto dengan mobilnya setelah booking fee di auto 2000 Ciledug

beli Toyota Calya di Auto2000


Tangerang – Pertengahan 2016 lalu, pasar otomotif kita dihebohkan dengan kehadiran dua mobil LCGC (low cost green car) atau yang katanya “mobil murah” yaitu Toyota Calya dan Daihatsu Astra Sigra. Saya satu di antara yang sangat tertarik dengan kabar tersebut, bahkan sudah ikut booking fee untuk dapat antrian inden Toyota Calya yang lamanya hingga 3 bulan. Tapi setelah menunggu lama akhirnya beralih ke Avanza dan ini alasan tidak jadi beli Toyota Calya.

Kemunculan Calya dan Sigra sudah sangat dinantikan bahkan jauh sebelum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di Agustus. Sejak Juni 2016, pre-order Calya sudah dibuka dan animo masyarakat betul-betul besar. Mereka yang sudah booking fee sebesar 5 juta dari bulan Juni, dijanjikan akan dapat unit setelah launching resmi di GIIAS 2016. Spoiler atau bocoran-bocoran penampakan Calya terus betebaran di internet dan bahkan ada yang memprediksi mobil ini akan jadi mobil dua juta umat mengalahkan status Avanza sebagai mobil sejuta umat.

Fitur Toyota Calya yang menarik, serta kapasitasnya yang juga untuk tujuh penumpang alias 7 seater jadi nilai jual utama. Bahkan ada yang menyebut juga mobil ini sebagai “pembunuh” datsun Go+ karena kualitas lebih baik tapi harga tak jauh beda. Selain itu, tampilan body yang menarik dan modern, mirip-mirip dengan Kijang Inova yang sedikit lebih kecil. Dari segi keamanan pun lebih baik karena dilengkapi dengan 2 air bag, rem ABS, dan sabuk pengaman untuk 7 penumpangnya. Lalu apa alasan tak jadi beli Toyota Calya?

Sebelumnya, saya baru jual mobil keluarga Kijang Super G tahun 95 yang kira-kira usianya sudah 21 tahun. Dari sisi penampilan Kijang Super bapak saya ini masih sangat ciamik. Karena dari pemilik sebelumnya, mobil sepertinya baru repainting dan sangat terlihat mulus. Meski begitu, namanya juga mobil tua, pasti ada saja perawatannya. Minimal 1x sebulan pasti ada masalah atau komponen yang perlu diganti. Apalagi sudah ada tanda-tanda cat akan terkelupas, yang biasanya akan merembet ke seluruh body. Meski dari sisi pajak cukup murah dan mesin Kijang Super ini terkenal bandel, akhirnya memilih untuk beli mobil baru yang tterjangkau dan pilihannya jatuh pada Toyota Calya.

Dari berbagai keunggulan itu, beranilah untuk booking free senilai 5 juta satu hari sebelum GIIAS 2016. Oleh sales Auto 2000 Ciledug, dijanjikan unit akan dapat akhir September atau Oktober. Luar biasa memang Toyota tiap kali keluar mobil pasti laris. Bahkan belum ada yang test drive sama sekali, tapi semua sudah yakin bahwa mobil ini akan jadi suksesor dari Toyota Avanza yang fenomenal. Pilihan jatuh ke Toyota Calya tipe G manual 1200CC warna silver. Harga OTR Jakarta jika tak salah 138.000.000 (138 juta), dan jika DP agak besar sekitar 60 juta lalu dicicil selama 3 tahun, maka tak akan terlalu besar bunganya.

Namun ketika akhir September sudah lewat dan unit tak dapat juga, di Oktober saya mulai berubah fikiran. Booking fee untuk Toyota Calya yang senilai 5 juta, saya minta ke sales untuk dialihkan ke tambahan DP untuk Toyota Grand New Avanza tipe E manual 1300 CC. Selain karena keki sudah menunggu lama tapi unit Calya tidak segera dapat sementara di jalan mulai berseliweran unit-unit Calya berbagai warna, ada beberapa alasan tak jadi beli Toyota Calya.

Pertama, saya terpengaruh dengan berita di Oktober bahwa pemerintah barumengeluarkan aturan yang mengatur transportasi online. Akibat banyak protes dari perusahaan taksi yang merasa penghasilannya berkurang, maka dibuatlah regulasi yang jelas untuk Grab, Uber, dan Gocar ini. Salah satu aturan pentingnya akan dibatasinya kendaraan yang dapat dipakai yaitu minimal 1300CC. Sedangkan Toyota Calya hanya 1200cc dan jika regulasi ini benar-benar diterapkan, maka pupus harapan untuk punya obil sekaligus sesekali dapat dipakai untuk taksionline ketika sedang tidak dipakai.

Kedua, mobil ini kesannya “nanggung” dan tidak murah padahal judulnya adalah mobil murah LCGC. Nanggung karena ketika release, Calya tidak ada promo diskon sama sekali. Sedangkan di akhir tahun Avanza lumayan banyak diskon. Jadi dengan beda sekitar 20 juta, sudah dapat Avanza dengan fitur yang lebih baik seperti real AC double blower dan body yang lebih baik kualitasnya. Lantas, mobil ini juga tidak dapat dikatakan murah karena Avanza dan Senia dulu ketika awal kemunculannya di 2004, harganya kurang dari 100 juta sedangkan Calya ini baru keluar sudah hampir 140 juta. Jadi menurut saya memang “nanggung” sekali. Ya mungkin ini juga marketing dari Toyota agar Calya ini juga tidak jadi “pembunuh” Avanza.

Ketiga, menurut saya fitur-fitur “mewah” yang ada di Calya yang sebetulnya tidak terlalu jadi prioritas membuat harga mobil ini jadi lebih mahal. Padahal target mobil ini adalah untuk keluarga menengah ke bawah yang baru pertama punya mobil baru. Untuk mereka, yang penting punya mobil dan bisa jalan, apalagi bisa dibawa pulang kampung, itu yang utama. Fasilitas seperti sensor parkir, seat belt sampai ke kursi baris kedua dan ketiga, dan rem ABS sebetulnya tak terlalu jadi prioritas utama. Mungkin jika fitur-fitur tersebut dihilangkan dan pabrik tidak mengambil margin terlalu besar, mobil ini benar-benar bisa jadi mobil dua juta umat mengalahkan Avanza.

Terakhir, setelah difikir-fikir alasan tak jadi beli Toyota Calya ini adalah maintenance yang tak murah. Selain karena minuman utama mobil ini yaitu bensin Pertamax ron 92, oli yang dipakai agar mesin tetap halus pun yang W nol atau oli setara untuk mobil balap. Memang kabarnya mobil ini dapat sangat irit denganperbandingan 1 liter untuk 20 Km. namun untuk penggunaan dalam kota, apalagi Jakarta yang penuh kemacetan, sulit perbandingan itu dicapai. Paling banter juga 1 liter untuk 11 Km. Jadi buat apa harga mobil murah di awal, tapi makanan dan perawatannya yang mahal.

Itu dia alasan tak jadi beli Toyota Calya. Mungkin alasan-alasan saya sifatnya subjektif, tak semua orang punya background yang sama. Tapi saya harap beberapa alasan di atas dapat jadi pertimbangan kamu juga ketika ingin beli Toyota Calya. Dan faktanya, meski sempat didengungkan sebagai mobil dua juta umat, tak begitu banyak di jalanan ditemui mobil Calya. Mungkin karena daya beli pasar kita yang sedang lesu ya. (DPM)

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

  • No Related Posts