Bawa Laptop Berwindows Bajakan ke Luar Negri?

Jakarta – Beberapa waktu lalu pernah ada rumor bahwa laptop dengan windows bajakan akan dirazia di bandara. Bahkan sampai saat ini, pertanyaan itu kerap muncul khawatir jika di bandara laptop akan disita, disuruh bayar denda, atau yang terburuk dipidana. Baru saja aku diberi kesempatan untuk bepergian ke luar negri buat yang pertama kalinya, dan membuktikan benar tidaknya isu tersebut. Lantas apa yang terjadi? Ya, jawabannya adalah tak masalah.

Karena merasa masih belum cukup pantas (baca: mampu) untuk membeli software windows dan office yang original, tetap bersemayamlah itu program bajakan seolah-olah asli di netbook dan PC rumahku. Sempat ada fikiran untuk beli software yang original. Tapi lihat-lihat lagi harganya di internet, ternyata agak luar biasa juga ya. Lebih dari 1 juta rupiah. Masih banyak hal-hal lebih prioritas lainnya yang dapat menggunakan uang tersebut. Aku tahu prinsip ini memang tak boleh ditiru. Apabila merasa mampu, seyogyanya membeli software yang asli. Namun aku berfikir jika zakatku saja masih lebih kecil daripada harga software tersebut, maka tak sudi aku beli yang original. Kecuali jika dapat hadiah, tentu dengan senang hati #modus.

Saat ingin berangkat ke Adelaide akhir Agustus lalu, sempat bertanya pada teman yang sedang program master di kota yang sama. Meski beliau saat ini menggunakan windows original, tapi isu bahwa laptop dengan windows akan kena razia di bandara hanyalah hoax. Beberapa kali ia bepergian keluar negri dengan windows dan software bajakan lainnya, tak pernah ada masalah. Bahkan tak ada pemeriksaan sticker windows original di laptop oleh petugas. Petugas kadang hanya meminta kita untuk mengeluarkan laptop dari tas untuk dipindai terpisah dengan sinar X. Sepertinya x-ray tersebut bukan untuk memeriksa originalitas, tapi mengetahui siapa tahu terselip narkoba di dalamnya.

Lantas ketika aku berangkat hingga pulang beberapa hari lalu, melewati tiga bandara yaitu Jakarta – Kuala Lumpur – Adelaide, Alhamdulillah netbook berwindows bajakan itu tetap melenggang aman. Jadi, kamu yang ingin ke Australia atau negara lain dan masih menggunakan windows bajakan di laptop, tak perlu khawatir. Tapi buat kamu yang masih paranoid dan ingin bertindak seaman mungkin, ok akan coba aku share beberapa tips yang didapat dari berbagai sumber.

  1. Bawa laptop ke kabin tanpa battery. Simpan battery dan kabel charger di koper bagasi. Cara ini agar apabila petugas minta untuk mengaktifkan laptopmu untuk diperiksa, kamu dapat beralasan bahwa battery dan charger ada di koper bagasi, yang dengan kata lain sudah masuk kargo.
  2. Copot salah satu komponen fital laptop seperti RAM atau hardisk. Mutlak ini akan membuat laptop tidak akan dapat bekerja apabila dihidupkan.
  3. Format atau kosongkan drive C pada laptop. Setelah sampai di negara tujuan, silakan install lagi menggunakan flashdisk. Disarankan untuk tidak membawa CD atau DVD bajakan ya. Sebab kalo point itu jelas terlarang di Customs Australia.
  4. Tenang, jangan tunjukkan wajah panik seperti maling ayam ketangkap basah saat diminta untuk menghidupkan laptop. Beri alasan-alasan yang rasional mengapa kamu tak dapat melakukannya seperti di atas.

Nah, buat yang masih pakai software bajakan, tak perlu khawatir saat di bandara. Minimal, aku sudah pernah sekali membuktikan saat ke Kuala Lumpur, Malaysia dan Adelaide, Australia. Soal menggunakan software bajakan ini memang complicated. Kembali ke pilihan personal masing-masing. Jika bicara dengan distributor software original, pasti menentang habis dan menghujak kita sebagai pendosa. Tapi bagi kita yang ingin belajar tapi belum mampu, at least belum niat untuk beli yang original, maka menjadi sah-sah saja. Prinsipnya asal software bajakan yang didapatkan secara gratis tidak dikomersilkan lagi, dan mau berbagi info pada mereka yang membutuhkan, cukup rasanya.

Coba direnungkan, mengapa Microsoft seakan-akan tak berusaha lebih keras agar ciptaannya tidak dibajak? Malah pada versi Windows Vista dan 7, proses membuat yang bajakan jadi seakan “original” lebih mudah, cukup dengan satu program Windows  Loader. Ini terntu mencurigakan. Jika dari pemikiran bodohku, tentu Microsoft tetap ikut menuai keuntungan tidak langsung dari makin banyaknya program mereka digunakan, meski versi bajakan. Bayangkan mereka bersaing dengan Apple yang mutlak tak dapat dibajak, pada faktanya, mana yang lebih banyak digunakan oleh pengguna komputer dunia? Tentu produk Microsoft.

Konsepnya mirip dengan artis dan kaset bajakan. Mereka benci jika karyanya dibajak, tapi di sisi lain jadi parameter popularitas saat karyanya makin laris di pasar bajakan. Sedangkan untuk Microsoft, makin banyak yang menggunakan Windows, meski bajakan, akan tetap meningkatkan permintaan pada software original mereka. Mungkin oleh institusi resmi atau individu yang merasa sudah cukup sejahtera untuk beli software original. Semua itu dapat terjadi karena mayoritas orang familiar dengan Windows, jadi produk inilah yang dipilih minimal di area-area resmi. Singkat cerita, semacam promosi gratis bagi perusahan milik Bill Gates itu.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Mau pakai software bajakan atau original, itu pilihan kamu. Intinya, jika masih pakai bajakan, tak perlu khawatir study atau kerja kamu terganggu karena kena razia di bandara. Jika ada pertanyaan, silakan tulis di kolom komentar ya.(DPM)

Kata Kunci

Published by Dimas Prasetyo Muharam

a sociopreneur, writer, blogger, digital marketing expert, freelance English translator and interpreter, and desire to be a diplomat of Indonesia. Send your contact to [email protected] View more posts

Join the Conversation

92 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Mas, saya mau bertanya, kalau misalkan HP itu biasanya ada pengecekkan yang lebih ketat atau ngga? Misalkan ternyata barangnya itu BM atau ga ori?

  2. mas dimas,saya ada beli serial key di tokopedia tapi dia jual cuma serial key doang,aman gak kalau pakai serial key ini tapi saya check di pc saya retail key,mohon pencerahan ya

  3. mas Dimas article ini beneran dan masih berlaku hingga sekarang (Maret 2018) kan?? besok akan ke Sydney kalau nanti besok di periksa ketauan windows ku bajakan aku boleh pake alasan karena baca article ini dong yaaaa hahhaha

  4. Kak apakah ada larangan untuk merk tertentu misalnya “HP” atau “Dell” yang gak boleh dibawa kepesawat.
    Ini temen saya ada yang bilang tapi saya ragu bener apa enggaknya.
    Posisi netbook sya merk HP kak.

  5. Saya rencana mau ke german bulan depan. Kira-kira kalau bawa harddisk apakah akan diperiksa isinya? Apakah kalau isinya film seperti drama korea dapat menjadi masalah? Terima kasih sebelumnya. Mohon informasinya.

  6. Mas saya baru baca artikel ini disaat yang mendesak pula.. saya mau ke KL dan mau bawa laptop. Tapi sayangnya laptopnya BM dan itupun lisensi Malaysia. Windowsnya juga bajakan beserta isinya… wah ini double amat ya. Apa itu aman dibawa ke kabin? Gak akan ada kena denda atau tindak pidana kan? Saya pertama kali bgt ini… mohon pencerahannya lagi ya mas. Artikel diatas luar biasa, awalnya aku gak cemas lagi tapi pas ingat laptopnya BM waaahh jd panik lagi.. makasih mas mohon pencerahan lagi..

  7. Klo keluar negeri sih gw rencananya. pake Linux trus Windows yang bajakan gw sembunyiin dibalik linux.. ? klo udah sampai tinggal dibalikin lagi supaya Windowsnya bisa dibuka.. #Cerdas

  8. Saya dah berkali2 k luar negri tapi ga pernah bawa laptop, sekarang saya mau k Iran bawa notebook dgn windows bajakan bakalan lolos check in ga ya? Saya rencana ga bawa koper, cuma ransel kecil aja buat d kabin. Harus gmn kalo ada petugas yg merampas notebook dgn alasan keamanan?

    Makasih

  9. Terima kasih ya Om, berkat artikel ini sekarang aku sudah mengerti tentang kabar/ rumor boleh tidaknya naik pesawat dengan membawa laptop yang windowsnya tidak orisinil.

  10. mas sya diundang kunjungan ke KL , utk meliput bberapa tmpat dsana,, sya merasa beruntung diajak tman sya sehingga sya pun setuju, tp windows dan software yg sya pakai semua bajakan.. apakah dijamin 100% aman selamat pulang pergi? mohon pencerahannya mas

    1. saya baru saja kemarin pulang dari KL. selama perjalanan lewat imigrasi dan bandara, ga ada pengecekan untuk buka2 laptop. Saya ga tahu sih kalo ada alat secanggih scanner yang bisa deteksi pemakaian windows bajakan di laptop yang sedang mati. yang jelas saya pakai windows 10 ori tapi software2 lain, termasuk office bajakan, dan aman2 saja.

  11. kalau windowsnya OEM apa petugasnya akan mengecheck ngak kak, soalnya saya mau kuliah di Nanjing tahun depan kak ? di daerah china timur sih…

  12. Mas klo bawa istri orang lain gmn mas?bakal ketauan ga?cuman mau ngajak ke singapura, jalan-jalan aja. Abis kasiman ibu ini jauh dari suaminya, dan kyknya suaminya kurang peduli alias dulu kawinnya dijodohin, sama2 udah berumur tp gak berlumut.

    Gmn mas…sama imigrasi bakal ketauan gak ya….mohon pencerahannya mas.

      1. Hmmmm…bawa2 itu…gak jadilah…lagian harga rokok bulan depan jadi 50-100 ribuuww…mau nimbun dulu…drpd dipake jalan2….wehehe….

  13. mas saya nunpang tanya . saya mau ke singapore , saya pake sepatu kw . kira kira kena sita tidak ya di bandara ?

  14. Makasih infornya mas..
    Sempat worry karena bulan depan ada business trip ke LN sementara ada kemungkinan bawa laptop pribadi yang masih belum ori windowsnya.
    Ini sedikit pencerahan biar ada sedikit persiapan kalau-kalau ada yang kepo.
    Makasih tipsnya..

  15. wah makasih banget buat infonya mas. sempet panik soalnya 2 hari lagi harus berangkat buat pkl ke malaysia dan ada yg bilang pasti pemeriksaannya ketat dan sekarang yakin lah hihi 🙂

  16. salam bro (Mas Dimas)… hahaha…
    thanks banget nih infonya.. selain infonya yang bermanfaat artikelnya jga jossss… mantab…
    hampir aja aku ngikutin langka yang di atas, seperti ngosongin data C. tapi gak jadi… aku sih cukup yakin dengan artikel ini… pengalaman jadi modal penting… kebetulan dalam waktu dekat ini aku akan study di negeri jiran.. pas bangett..
    sekali makasih banget….
    salam sukses bahagia 🙂

  17. Nice info… Selama ini memang masih bertanya-tanya seputar masalah software bajakan ini. Maklum saya belum pernah ke luar negri. Tapi waktu itu sempat dikasi tau sama dosen di kampus katanya waktu dia ke jerman laptopnya di periksain terus diliat ada stiker original atau enggak…
    Apa jangan-jangan tu dosen cuma nakutin kali ya biar gak pake bajakan lagi

  18. wow keren bingit neh mas ulasannya btw thanks berat gan nice inpoh hehehehe kangen juga sama nte neh yg nebak2 suara ane kl papasan di kampus 😀

  19. solusinya jangan pake windows bajakan, jangan bawa laptop ke bandara jika windowsnya bajakan atau gunakan OS OpenSource 😀

    Mending pake OpenSource :p

  20. iya kadang sering juga ada denger kyk gt, cuma akrana gak pernah keluar negeri jd gak tw…
    tp dulu saya pernah magang di toko komputer, trus ada komplain karna diinstalin windows bajakan, dan gak dikasik bwa tuh laptop katanya keluar (ntah keluar pulau ato keluar negeri)…
    Mungkin itu bohong itu kayaknya ya?

  21. Ente muslim ya?

    “…Namun aku berfikir jika zakatku saja masih lebih kecil daripada harga software tersebut, maka tak sudi aku beli yang original…..”

    Dalam Islam juga jelas-jelas melarang pemakaian produk bajakan/plagiat dalam bentuk apapun.

    Zakat boleh di junjung, tapi larangan/ibadah lain tak boleh diremehkan, apalagi di tinggal.
    #CMIIW 🙂

  22. blog anda menarik sekali. saya ada rencana studi ke China berangkat dari bandara Ngurah Rai, Bali transit di Kuala Lumpur dan baru tiba di China. kalau saya bawa laptop windows bajakan kira2 kena razia tidak ya?
    tolong dibalas. terima kasih.

    1. Terima kasih sudah berkunjung dan selamat ya untuk studinya. anyway, In sha Allah aman kok. tenang aja. Saya pas di KLIA malah pakai laptop untuk internetan dengan wifi di bandara dan Alhamdulillah aman2 saja.

  23. Mas Dimas saya mau tanya kebetulan minggu depan saya mau ke Malaysia tapi transit terlebih dahulu ke singapure, dan waktunya lumayan lama nunggu di bandara nya, dan saya berencana mau bawa notebook saya..bermaksud untuk menemani selama menunggu penerbangan selanjutnya. tapi windows yg saya pake bajaka. Kira2 amankah kalo saya menggunakan laptop di bandara nanti mas<

    1. mudah-mudahan aman kok mbak. sepertinya ga ada yang sampai kepo-kepo banget periksa tiap orang yang lagi pakai laptop. hehe. Saya juga internetan di bandara Kuala Lumpur pakai laptop berwindows bajakan itu dan ga masalah..

    1. haha. thanks gan. ya kalo udah bisa beli yang original, mengapa enggak. Tapi kadarnya juga ga terlalu tinggi sih selama masih buatan orang luar negeri. Kalo buatan bangsa sendiri, baru pikir2 berkali-kali untuk pakai yang bajakan.

  24. Thanks banget buat informasinya, itu jadi hal yang selalu bikin gue bertanya-tanya. Nah kalo untuk barang bajakan lainnya gmn yaa? kaya sepatu, tas, koper dan lainnya ada sensornya ga siiiih?

    1. halo mbak Ika. Untuk barang-barang lain, saya juga ga tahu bagaimana bikin alat sensornya ya. Karena kan ga ada tuh indikator kain ori atau bajakan. hehe. Tapi yang jelas di guidebook Custom Australia, ada keterangan untuk larangan bawa barang2 tiruan untuk pakaian, sepatu, dll. Tapi ya saya pas datang ke sana aja pakai sepatu bikinan entah mana ga ada yang cegat untuk pinjam kok. :D. Intinya selama bukan barang2 yang jelas2 terlarang seperti narkoba dll, tenang2 aja. Mereka juga ga kepengen kok sama barang2 KW super kita 😀

  25. Mas, mau tanya flashdisknya ga diperiksain juga atau gimana? Flashdisknya disimpan di tas yang dibawa ke cabin atau bagasi? soalnya agak parno juga di flashdisk ada beberapa software bajakan hehe..

  26. Baru nemu postingan bagus kayak gini. Mantap. Menurut saya sih pakai bajakan nggak masalah, asal dipakai untuk pribadi dan bukan untuk diperbanyak dan dijual. Kalau apa-apa mesti pakai yang original, mahasiswa pasti bangkrut karena buku-buku kuliah original harganya ngajak miskin banget. =D

    1. setuju gan. Tapi yang dikhawatirkan, kecenderungan kita untuk pakai barang-barang bajakan jadi “memanjakan” mental dan jadi mematikan kreativitas. Kan ada pendapat bahwa orang pinter karena udah kepepet. Nah ketika merasa susah banget mau pakai software atau baca buku yang harganya selangit, jadi mulai den kreatif untuk bikin software juga atau yang punya jiwa sosial bikin yang open source. Ya, ini pesan untuk diri saya sendiri juga kok 🙂

      1. Mantap gan comment yang ini..makanya kalau bisa jangan mau dijajah oleh Produk Mikocok (Micros*ft) yang terus-terusan manjain pengguna, bikin pengguna ketergantungan, mau upgrade bayar lagi.

      1. mas dimas, ane setuju dengan artikel antum d atas. mas dimas, ane rencananya mau ke jepang. sebelum sampe jepang ada dua negara yg perlu ane lewati karna sudah tertera di tiket. so, yg ane tanyain apakah save buat bawa laptop yg winfowsnya nggak original di bandara singapore, bangkok (thailand), n di jepang sendiri?
        mohon bantuannya mas dimas.
        thanks before