Mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru


PNS atau Pegawai Negeri Sipil masih menjadi profesi favorit masyarakat Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena profesi PNS dinilai lebih mapan dengan berbagai fasilitas negara yang didapat. Jika dulu PNS mendapatkan Askes untuk jaminan kesehatannya, saat ini Askes masuk dalam BPJS Kesehatan. Namun tentu ada keistimewaan BPJS Kesehatan yang diperoleh oleh CPNS atau PNS baru dibanding yang membayar secara mandiri. Mari simak cara mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru.

Ketika kita diterima menjadi PNS atau CPNS dan sudah menerima gaji pertama, maka BPJS Kesehatan untuk PNS sudah dapat langsung diproses. Ada sebagian unit kerja yang secara kolektif mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru, tapi ada juga yang menyerahkan pada kita untuk mengurus secara mandiri. Namun tak perlu khawatir, tak sulit dan lama untuk mengurusnya. Kinerja BPJS Kesehatan saat ini sudah sangat baik, dan perlu waktu mungkin sekitar 10 menit hingga kartu BPJS Kesehatan jadi.

Manfaat Mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru

Ada beberapa keuntungan untuk CPNS dan PNS baru mengurus BPJS Kesehatan:

  1. Gratis.
    Kita tidak perlu membayar iuran bulanan seperti peserta BPJS mandiri. Selain itu ketika mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru juga tidak dipungut biaya pendaftaran atau apapun di kantor BPJS.
  2. Dapat menaungi lima orang anggota keluarga.
    Seorang CPNS atau PNS baru, dapat mendaftarkan pula suami atau istri, beserta tiga orang anak menjadi peserta BPJS Kesehatan. Biaya untuk anggota keluarga yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga ini sudah dibayarkan langsung oleh instansi.
  3. Mendapat fasilitas ruang rawat inap kelas I.
    Untuk CPNS golongan 3, otomatis mendapatkan BPJS Kesehatan kelas I. Ini adalah kelas tertinggi dalam skema BPJS Kesehatan. Sama dengan yang didapatkan para pejabat negara dan anggota DPRD.
  4. Dapat prioritas saat proses pembuatan.
    Saat ingin mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru di kantor BPJS, maka kita akan diarahkan untuk ke jalur tersendiri, berbeda dengan peserta BPJS mandiri. Sehingga waktu pembuatan kartu BPJS lebih cepat dan tidak capek antri.

Persyaratan Mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru

Berikut berkas dan persyaratan yang harus dibawa saat mengurus BPJS Kesehatan di kantor BPJS.

  • Fotokopi SK CPNS yang didapat saat pemanggilan mulai bekerja.
  • Slip gaji terbaru.
  • Fotokopi KTP (sertakan fotokopi KTP istri atau suami jika ada).
  • fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi buku nikah (jika ingin memasukkan istri / suami dalam tanggungan BPJS).
  • fotokopi akta kelahiran anak (jika ada).
  • Jika sudah ada BPJS Kesehatan sebelumnya, kartu lama harap dibawa.
  • Bawa pas foto ukuran 3X4 dua lembar (sekedar untuk jaga-jaga apabila diminta oleh petugas).

Proses Mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru

Pengalaman saya kemarin mengurus BPJS Kesehatan untuk saya dan istri di kantor cabang BPJS di daerah Pancoran, Pasar Minggu. Namun secara umum prosesnya sebagai berikut:

  • Ada baiknya download dan install untuk aplikasi Mobile JKN di smartphone Anda. Aplikasi ini nanti akan sangat bermanfaat untuk kelola data peserta BPJS dan informasi lainnya.
  • Temukan lokasi kantor BPJS Kesehatan terdekat dari rumah, kantor, atau manapun. Sebab untuk mengurus BPJS tidak perlu sesuai dengan alamat di KTP.
  • Datang ke bagian informasi dan katakan bahwa ingin mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru. Biasanya nanti akan diberikan formulir untuk perobahan data peserta. Karena nomer peserta tetap, hanya mengubah pihak yang menanggung iuran.
  • Setelah mengambil nomer antrian, biasanya petugas akan mengarahkan ke loket tersendiri yang diperuntukkan pegawai negeri.
  • Saat dipanggil, sampaikan maksud Anda untuk mengurus BPJS Kesehatan untuk pegawai negeri, dan serahkan berkas-berkas persyaratannya.
  • Biasanya kartu BPJS lama kita akan diminta untuk diganti dengan yang baru. Proses pembuatan kartu baru ini pun tak lama, mungkin hanya 5 sampai 10 menit. Mirip seperti kita menunggu dibuatkan kartu ATM.

Tips Mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru

Ada beberapa catatan dari saya untuk pengurusan BPJS Kesehatan untuk CPNS.

  • Ketika memilih fasilitas kesehatan (FAskes) tingkat I, pilihlah klinik atau Puskesmas yang buka 24 jam. Karena ketika kita membutuhkan layanan kesehatan, maka pengguna BPJS harus datang pertama kali ke faskes tingkat I ini. Ini akan memudahkan para pekerja yang tidak mudah izin saat jam kantor.
  • Pilih faskes tingkat I yang lengkap poli dan fasilitasnya. Untuk Puskesmas, biasanya pilih yang lokasinya di kecamatan. Biasanya akses lebih mudah, dan fasilitas pun lebih lengkap. Apabila keluhan kesehatan kita sudah teratasi di faskes tingkat I, maka tak perlu repot minta rujukan ke RS.
  • Buat Anda yang baru menikah atau punya anak, lebih baik urus dulu pembaharuan atau pemisahan Kartu Keluarga, baru mengurus BPJS Kesehatan dengan KK terbaru.
  • Begitu pula dengan slip gaji, pastikan komponen-komponen dalam gaji yang diterima sudah terdapat tunjangan istri atau tunjangan anak, baru urus ke kantor BPJS. Jika belum, proses dulu dengan mengisi form KP4 untuk mencantumkan daftar anggota keluarga tertanggung ke bagian keuangan di unit kerja masing-masing.

Sekian tips dan pengalaman dari saya saat mengurus BPJS Kesehatan untuk CPNS dan PNS Baru. Tentu kita semua berharap untuk selalu diberikan kesehatan dan kekuatan, tapi tak ada salahnya sedia payung sebelum hujan dengan adanya BPJS Kesehatan yang berkualitas. Jika ada pertanyaan, silakan di kolom komentar ya.(DPM)

Paket Internet Telkomsel Paling Murah 25Gb Cuma 90 ribu 30 hari

Depok – Hai para fakir kuota dan pemburu wi-fi, ada info menarik buat kamu yang menggunakan provider si merah atau Telkomsel. Jika biasanya kamu harus merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan kuota besar di Telkomsel, hari ini ada kejutan buat kamu karena hanya dengan Rp 90.000 maka kamu sudah akan dapat Paket Internet Telkomsel Paling Murah 25Gb. Buruan karena ini penawaran terbatas.

Sudah kita ketahui semua bahwa jaringan selular Telkomsel adalah yang terbaik dan paling stabil di Indonesia. Perusahaan plat merah ini memiliki jaringan infrastruktur paling luas bahkan hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Wajar jika dengan kelebihan tersebut, Si Merah ini klaim dirinya sebagai provider terbaik dan efeknya memasang tarif tinggi pula untuk layanan internetnya. Jarang sekali kita temui paket internet di Telkomsel yang murah jika dibandingkan dengan provider lain. Akan tetapi, di waktu-waktu yang tak terduga, provider ini menawarkan Paket Internet Telkomsel Paling Murah.

Ceritanya hari ini tak sengaja iseng buka aplikasi My Telkomsel karena siap-siap kartu internet Indosat harga Rp 200.000 untuk satu tahun ini habis berlakunya di awal Juni. Ternyata, ada surprise deal dari Telkomsel hari ini yang menawarkan Paket Internet Telkomsel Paling Murah yaitu 25Gb selama 30 hari hanya Rp 90.000.

Saya pengguna Telkomsel Kartu AS. Tapi saya yakin paket tersebut juga ada di kamu pengguna Simpati dan juga Loop. Jadi mari manfaatkan surprise deal ini ya.

Cara Mendaftar Paket Internet Telkomsel Paling Murah 25Gb 90 ribu

Caranya sangat gampang. Untuk dapat Paket Internet Telkomsel 25Gb harga 90 ribu, kamu harus membelinya melalui aplikasi My Telkomsel. Di bagian suprise deal, ada keterangan harga paket tersebut yang awalnya Rp 100.000 diskon 10 persen menjadi hanya Rp 90.000 saja.

Jika kamu tidak install aplikasi My Telkomsel, kamu juga bisa membelinya melalui *363#, akan tetapi tidak ada diskon dan harganya tetap Rp 100.000 untuk mendapatkan paket internet Telkomsel 25Gb untuk 30 hari.

Istimewanya, kuota sejumlah 25Gb itu berlaku n asional dan 24 jam. Jadi tidak lagi hanya gimmic menyebutkan kuota besar tapi sebagian besar hanya berlaku di jam tengah malam dan untuk siang harinya hanya kecil. Memangnya kita kalong ya disuruh begadang terus untuk bisa internetan murah?

Jadi, buruan dapatkan Paket Internet Telkomsel Paling Murah 25Gb hanya 90 ribu untuk 30 hari ini. Nantikan juga tips jitu dan menarik lainnya dari saya di blog ini ya. Silakan subscribe atau berlangganan artikel jika ingin terus update info dari saya (DPM)

Yang Tak Terucap saat Bertemu pak Ahok

Tangerang – Alhamdulillah setelah sekian lama, mendapat kesempatan untuk bersalaman dan berbincang sedikit dengan orang nomer 1 di provinsi ibukota Jakarta. Setelah dulu pernah bersalaman juga dengan pak Jokowi ketika masih jadi walikota Surakarta dan Gubernur DKI, tak afdol jika tak bertemu juga dengan bapak Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa pak Ahok. Tapi yang namanya warga biasa ketemu pejabat tinggi, deretan kalimat yang mau disampaikan tiba-tiba blank karena grogi. Agak mirip saat mau ketemu gebetan lah ya. Maka dari itu, kesan dan pesan yang ingin saya sampaikan ditulis saja dalam blog ini, semoga beliau tak sengaja baca.

Kesempatan itu datang pasca mengikuti diskusi komunitas penyandang disabilitas dengan Dirut PT Trans Jakarta di Balai Agung, Jakarta (17-04). Atas bantuan mbak Ayu Kartika Dewi dari Komunitas Sabang Merauke, saya dapat bertemu dengan pak Ahok di sela-sela jadwal beliau yang padat. Waktu pertemuan tak lebih dari 5 menit, karena beliau juga sedang buru-buru ingin lanjut jadwal ke TB Simatupang. Itu yang saya dengar dari beliau.

Kesan pertama saya ketika bertemu beliau secara langsung ini adalah energik, tidak kaku, dan perhatian. Saat saya ulurkan tangan untuk berjalaman, beliau langsung menyambut tangan saya dan sepertinya sudah paham jika saya tak dapat lihat letak tangan beliau. Uniknya lagi, ketika bersalaman, cara salamannya pun tidak kaku seperti sedang ke pejabat. Malah menurut saya beliau yang mengajak cara bersalaman ala anak gaul yang jempol ketemu jempol diangkat. Saya waktu itu berkomentar “salamannya pak, biar seperti anak-anak gaul ya”. Saya ga tahu sih, tapi sepertinya beliau tersenyum. Itu menurut mbak Ayu yang bantu juga untuk ambil foto.

Dalam keadaan grogi tersebut. Paling tidak saya sempat memperkenalkan diri sejenak. Saya menceritakan bahwa saya tunanetra tidak dari lahir tapi dari kelas enam SD. Lalu saya juga lulusan dari Sastra Inggris UI. Saya juga menyampaikan jika ingin dapat berkontribusi untuk Pemprov DKI dengan kemampuan yang saya miliki. Beliau langsung menanggapi dan mengatakan ke asistennya untuk melihat kira-kira potensi seperti saya dapat berkontribusi dimana.

Tentu bukan hanya itu yang sebetulnya ingin saya sampaikan. Saya ingin ceritakan bahwa tunanetra saat ini bukan hanya dapat jadi tukang pijat dan pemusik saja. Dengan adanya teknologi komputer bicara, para tunanetra dapat mengetik, membaca buku via scanner, mengelola website dan blog, menjadi admin sosial media, berjualan online, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan administrasi. Selain itu pengalaman saya di bidang pemberdayaan difabel, saya yakin dapat dimanfaatkan Pemprov DKI untuk memperbaiki lagi layanan publik untuk para penyandang disabilitas.

Di dunia ini, orang baik dan peduli banyak. Tapi yang memikirkan masa depan orang lain dan bagaimana cara untuk memberdayakannya secara berkesinambungan tidak banyak. Maka dari itu sebetulnya saya juga ingin mengucapkan terima kasih untuk banyak hal yang sudah dimulai sejak era Gubernur Jokowi dan pak Ahok di Jakarta. Bentuk layanan Trans Jakarta berupa kartu gratis untuk 11 kelompok termasuk difabel di dalamnya dan mobil Trans Jakarta care menurut saya bentuk bantuan tersebut sifatnya produktif, tidak konsumtif seperti bansos atau BLT. Sebab dengan subsidi di bidang transportasi dan peningkatan kualitas layanan agar mudah diakses, dapat mendorong mobilitas para difabel termasuk untuk ke tempat kerja. Sedangkan jika harus langganan ojek atau taksi, tentu biayanya sangat mahal.

Saya senang dapat bertemu dan berfoto dengan bapak Ahok karena beliau sebagai gubernur DKI Jakarta. Pelayan warga Jakarta yang jumlahnya lebih dari 10 juta orang dan di dalamnya ada juga penyandang disabilitas. Saya pernah berkelakar seperti ini. Pertama saya ketemu pak Jokowi lalu bersalaman dan foto, saat beliau jadi walikota Solo. Waktu itu di awal 2012 pada acara Indonesia Young Change Maker Summit di Bandung. Tak lama setelah itu, beliau jadi gubernur Jakarta. Lalu di 2013, saya bersama komunitas JBFT menghadiri audiensi depan gubernur Jokowi. Lalu saya bersalaman dan berfoto lagi dengan pak Jokowi, dan tak lama beliau jadi presiden. Di tahun 2012 sebetulnya saya sudah juga bertemu dan bersalaman dengan pak Anies Baswedan, tapi tak sempat berfoto karena memang belum punya HP yang ada kameranya. Alamdulilla kemarin dapat bertemu dan berfoto dengan pak Ahok dengan posisi beliau saat ini sebagai gubernur Jakarta. Tak tahu apa yang akan dialami beliau ke depan, hanya berharap yang terbaik untuk orang-orang yang baik.(DPM)

Empati Bermula ketika Takut ‘Gelap’


Tangerang – Maret lalu adalah kali kedua saya melatih para staf AirAsia Indonesia dalam pelatihan Disability Equality Training di Red House Cengkareng. Sejak gabung sebagai trainer di tim BEAT Indonesia, ada saja pengalaman baru dan unik dari peserta yang baru interaksi dengan penyandang disabilitas. Salah satunya adalah perasaan takut gelap ketika mata ditutup dan berjalan dengan tongkat seperti tunanetra.

Tiap sesi Disability Services Related Training (DSRT) untuk tunanetra, ada bagian dimana peserta harus mempraktikkan apa yang sudah diajarkan mengenai layanan untuk penumpang pesawat yang memeiliki keterbatasan penglihatan atau tunanetra. Peserta yang biasanya 20 orang harus praktik secara berpasangan, lalu dibagi peran yang satu menjadi tunanetra, dan lainnya sebagai staf yang menuntun. Lalu di tengah praktik peran akan ditukar sehingga semuanya merasakan peran yang sama.

Peran sebagai tunanetra, peserta pelatihan harus mengenakan blind folt, sehingga penglihatan mereka terhalang sepenuhnya. Lalu mereka dibekali dengan tongkat putih yang biasa digunakan oleh tunanetra untuk alat bantu navigasi ketika berjalan. Lalu pasangannya, bertugas untuk mempraktikkan bagaimana cara memulai kontak dan menyapa, cara menuntun berjalan, melewati pintu, jalan sempit, hingga naik-turun tangga. Peserta yang sedang kebagian menjadi tunanetra harus mengikuti kemana pasangannya memandu selama sesi praktik.

Selesai sesi praktik, saya memberi sedikit waktu untuk refleksi. Peserta boleh menyampaikan pertanyaan atau perasaan mereka selama berperan jadi tunanetra. Satu hal yang kerap muncul adalah perasaan deg-degan atau takut ketika mata mereka ditutup lalu berjalan selayaknya tunanetra. Meski saya tidak melihat wajah mereka saat praktik, tapi dari cara mereka menggunakan tongkat sangat kentara kekhawatiran tersebut. Tongkat mereka arahkan kemana-mana meskipun sudah ada orang yang menuntun selama praktik. Tentu ini pengalaman baru untuk mereka yang biasa mengandalkan penglihatan dalam aktivitas.

Satu sisi saya terkelitik dengan ungkapan seperti itu. Karena sebagai yang sudah berpengalaman menjadi tunanetra hampir 17 tahun, takut akan gelap it sebuah yang konyol. Tapi saya coba mengingat ketika dulu sebelum usia 12 tahun ketika masih dapat melihat, lalu membayangkan menutup mata dan berjalan dalam gelap, tentu rasa takut yang luar biasa. Takut karena tidak tahu jalan apa yang dihadapai di depan. Apakah ada undakan, lubang, atau mungkin jurang (hehe lebay). Tapi rasa was-was itu pasti ada meski sudah ada tangan yang menuntun kita selama perjalanan.

Namun, pada poin itu lah esensi dari pelatihan ini. Saya ingin peserta merasakan sendiri betapa takutnya apabila harus berjalan dalam gelap seperti para tunanetra. meskipun tunanetra yang sudah terbiasa tidak merasakan sepenuhnya takut lagi, tapi perasaan itu dapat menumbuhkan empati di diri tiap peserta. Berawal dari sana mereka dapat menemukan solusi bahwa untuk mengurangi rasa takut, maka mereka harus percaya sepenuhnya dengan orang yang menuntun. Ketika yang mendampingi atau menuntun merasa relax dan dapat meyakinkan yang dituntun, maka rasa aman itu perlahan akan muncul.

Dengan kata lain, ketika dalam pekerjaannya mereka menjumpai penumpang tunanetra, maka mereka tahu apa yang harus dilakukan. Yakni melayani dengan ramah, interaktif, dan membuat orang yang dituntun merasa nyaman ketika dibantu. Saat empati ini sudah terbangun, maka teknis cara memandu tunanetra yang diberikan dengan sendirinya akan dilakukan dengan baik. Sebab dia masih ingat bagaimana ketika berperan jadi tunanetra dan tak ingin orang yang dituntunnya mengalami rasa takut sepertinya.

Lalu saya ikut merenungi hal tersebut. Bahwa dalam hidup pun kita harus percaya pada sesuatu yang jadi pegangan kita. Ibaratnya hidup di dunia ini ada di belantara raya yang gelap gulita apabila tanpa pegangan. Namun ketika kita percaya bahwa pegangan kita itu akan membawa kita ke jalan yang baik, maka rasa aman akan muncul. Pegangan itu dapat berupa agama, mimpi, passion, atau cita-cita yang jadi tujuan hidup kita.

Hidup ini memang akan terasa lebih bermakna jika kita dapat memaknai hidup ini sendiri. Saya menanti pengalaman dan pelajaran baru apa lagi yang akan diberikan oleh hidup. Keep positive thinking. (DPM)

Pengalaman Pertama pakai AirAsia ke Kuala Lumpur

Tangerang – Desember tahun lalu berkesempatan pertama kali mencoba maskapai tarif rendah (Low Cost Carrier) atau LCC AirAsia yang cukup sensasional itu. Bukan dalam rangka liburan dengan tiket pesawat murah, tapi lawatan ke markas AirAsia di Kuala Lumpur untuk observasi Disability Equality Training di AirAsia Academy Malaysia. Dua kata untuk AirAsia, terjangkau dan tak bikin deg-degan.

Kehadiran AirAsia di Indonesia cukup sensasional. Maskapai ini terkenal karena sering memberikan promo tiket pesawat murah bahkan pernah ada yang cuma Rp 10.000 saja. Menurut bos AirAsia, Tony Fernandes, tiket AirAsia bukan murah apalagi murahan. Mereka menerapkan sistem penumpang membayar untuk apa yang didapatkan. Berbeda dengan maskapai full service seperti Garuda Indonesia atau Malaysia Airlines, calon penumpang AirAsia dapat memilih letak kursi hingga memilih menu makanan di dalam kabin yang akan berdampak pada harga tiket.

Dalam deretan kursi AirAsia, ada yang dinamakan hot seat. Ini adalah barisan kursi-kursi yang terletak di bagian depan atau yang paling dekat dengan pintu darurat. Kursi-kursi ini punya harga yang lebih tinggi dibanding kursi di deretan baris lainnya. Meski kesannya keselamatan tidak jadi prioritas yang ditentukan oleh harga, tapi kadang penumpang tak terlalu peduli dengan itu dan lebih tertarik dengan harga murah asal sampai di tujuan dengan selamat. Sebab meski ada perbedaan harga untuk kursi-kursi yang dianggap paling “aman”, tapi standar keselamatan umum penerbangan tetap mengikuti aturan yang berlaku. Jadi ya semua kembali ke soal nasib juga.

Selain itu, penumpang AirAsia juga dapat memilih apakah dia ingin mendapatkan makanan selama di kabin atau tidak. Jika kamu tipe orang yang ingin ngirit, maka dapat memilih untuk tidak order makanan selama penerbangan. Namun untuk penerbangan jarak jauh tentu ini agak dilematis ya. Sebab aturan di bandara bahwa kita tak boleh membawa makanan dan minuman lebih dari 200ml ke dalam kabin. Jadi kalau kamu tahan haus selama perjalanan, kamu bisa dapat tiket lebih murah.

Namun dari semua sisi “ngirit” dari AirAsia, satu hal yang jadi perhatian saya adalah kenyamanan saat terbang, khususnya ketika landing dan take off. Saya berangkat dari Soekarno Hatta Cengkareng ke Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA) menggunakan penerbangan AK 385, dan pulang dari KLIA 2 ke Cengkareng dengan QZ 203. Dapat saya banggakan bahwa performa pesawat sangat baik dan Alhamdulillah dari mulai take off hingga landing prosesnya sangat mulus. Sangat jauh dari kesan maskapai LCC dengan lambang singa merah itu.

Jujur saja, ketika ada undangan dari AirAsia untuk datang ke Kuala Lumpur dan tentunya harus menggunakan pesawat miliknya sendiri, tadinya agak ragu apakah performanya sesuai dengan harganya. Sebab pengalaman pertama naik pesawat terbang yaitu maskapai singa merah dari Jakarta ke Semarang, dan itu sangat “mengerikan”. Saya sempat bertanya ke teman yang sudah pernah naik AirAsia, dan katanya penerbangan maskapai asal Malaysia itu sekelas dengan penerbangan full service seperti Garuda. Tadinya saya belum begitu percaya, tapi setelah take off pertama kali dari Cengkareng dengan AirAsia, barulah yakin bahwa AirAsia ini maskapai murah tapi tak buat deg-degan.

Sepertinya pilot-pilot yang menerbangkan AirAsia sudah sangat berpengalaman. Tentu terasa bedanya pilot-pilot yang berpengalaman dan bergaji mahal dengan yang kurang diperhatikan oleh maskapainya. Akan sangat kentara saat take off dan landing. Apalagi ketika pesawat yang digunakan makin besar, proses tersebut makin tak terasa lagi. Tiba-tiba pesawat sudah berhenti ketika landing tanpa tahu kapan mulai ban menyentuh landasan.

Oh ya, sebagai informasi, ada dua kode pesawat yang digunakan AirAsia di Indonesia, yaitu AK dan QZ. Berdasar informasi dari salah satu karyawan AirAsia Indonesia yang mendampingi selama kunjungan ke AirAsia Academy, bahwa kode AK itu adalah pesawat-pesawat yang dioperatori langsung oleh AirAsia Malaysia. Jadi flight attendant-nya rata-rata orang Malaysia. Sedangkan untuk yang berkode QZ aalah AirAsia Indonesia. Jadi hampir semua kru di kabin seperti pramugarinya adalah orang Indonesia. Tentu sangat kentara kan ketika mereka bicara dari dialegnya. Tapi tenang, kualitas kedua operator tersebut sama baiknya. Saya tak menemukan perbedaan cara terbang yang signifikan saat berangkat dan pulang dari Kuala Lumpur.

Hanya dari semua itu, saya mendapat kesan yang kurang baik ketika mendengar pengumuman suara yang ada di dalam kabin. Hal ini sepertinya terkait dengan sensitifnya hubungan antar kedua negara bertetangga ini. Pertama ketika menggunakan pesawat berkode AK dari Cengkareng ke Kuala Lumpur. Ketika pesawat mulai mendekati Kuala Lumpur, ada pengumuman bahwa seluruh isi kabin akan disemprot dengan disinfektan. meski tidak seperti fogging yang menyesakkan nafas, kok saya mendapat kesan bahwa Malaysia takut sekali kemasukan bibit penyakit atau bakteri karena sebelumnya terbang dari Indonesia. Sedangkan ketika saya menggunakan Malaysia Airlines dari Jakarta ke Adelaide Australia, tak ada hal seperti itu saat sampai di Adelaide.

Selanjutnya saat balik dari Kuala Lumpur dengan kode pesawat QZ, ada kalimat-kalimat tambahan dalam pengumuman yang seakan menstigma penumpang yang ngin kembali ke Indonesia. Hal ini ditambah dengan jenis suara yang dipakai dalam pengumuman itu yang kentara orang Indonesia, beda dengan AK yang pengumuman bahasa Inggris diterjemahkan ke Bahasa Melayu. Beberapa kalimat itu seperti peringatan agar tidak merusak fasilitas di pesawat, tidak membawa turun majalah atau alat pelampung, dan peringatan-peringatan lainnya yang saya rasa tidak perlu untuk ditegaskan. Seakan-akan sudah jadi kebiasaan orang Indonesia untuk mencuri dan merusak. Namun ini mungkin hanya perasaan saya saja, mungkin yang lebih memprioritaskan harga tiket murah tak terlalu mempedulikan hal tersebut.

Overall, saya puas dengan kualitas pesawat AirAsia. Dalam penerbangan, perasaan nyaman dan aman ketika pesawat mulai terbang hingga turun kembali di bandara itu yang utama. Saya rasa, AirAsia dapat memenuhi kualifikasi tersebut. Meski kadang juga sering delay meski tidak separah maskapai singa merah, tapi masih dapat ditoleransi. Jadi buat kamu yang ingin bepergian murah dengan AirAsia, tak perlu ragu sebab moto AirAsia adalah Everyone can Fly. (DPM)

Cara Belanja Lebih Murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia


Tangerang – Saat ini untuk berbelanja kita sangat dimanjakan dengan hadirnya situs-situs e-commerce seperti Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia. Berbagai situs itu menawarkan harga bersaing dan diskon yang sering kali harganya lebih miring dari pasar. Selain kode promo dan voucher, ada lagi Cara Belanja Lebih Murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia dengan memanfaatkan cashback.

Shopback memberi cara belanja lebih murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia dengan memberi cashback. Cashback adalah pengembalian sebagian dari nilai pembelian ke konsumen atau pembeli. Ketika kamu berbelanja di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia melalui situs Shopback, maka setelah waktu tertentu sebagian dari harga barang yang kamu beli akan dimasukkan ke saldo Shopback kamu. Misal di situs Shopback sedang ada promo cashback 100.000 untuk pembelian barang di Tokopedia. Maka ketika kamu beli barang seharga 1.000.0000 di Tokopedia, maka kamu akan mendapatkan 100.000 di saldo Shopback yang dapat dicairkan ke rekening bank.

Untung bukan? Cara belanja lebih murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia melalui Shopback ini dapat dikatakan berbelanja cerdas. Kamu dapat memperoleh harga akhir yang benar-benar miring apabila cukup jeli mencari dan menggunakan promo yang ada, menemukan waktu yang tepat ketika periode diskon, dan ditambah dengan cashback yang jumlahnya tidak sedikit.

Langsung saja, untuk cara belanja lebih murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia dengan mendapatkan cashback, ikuti langkah berikut:

  1. Mendaftar di Shopback dengan klik di sini.
  2. Setelah registrasi dan konfirmasi, lalu cari promo dari Shopback yang sesuai dengan keperluanmu. Misal ingin membeli barang di Lazada, maka cari promo Shopback untuk Lazada.
  3. Telusuri promosinya lalu klik “belanja sekarang”.
  4. Kemudian baca dengan seksama peraturan untuk mendapatkan cashback yang ditetapkan oleh Shopback.
  5. Selanjutkan kamu akan diarahkan ke halaman belanja Lazada. Lalu cari barang yang kamu perlukan dan lakukan proses pemesanan serta pembayarans eperti biasa.
  6. Setelah transaksi selesai, biasanya akan ada pemberitahuan ke email yang didaftarkan pada Shopback mengenai transaksi yang berhak atas cashback.
  7. Tiap promosi berbeda kebijakan. Di email tersebut akan menginformasikan berapa besaran cashback dan kapan akan masuk di saldo cashback kamu.

Saya sudah membuktikan bahwa Shopback ini bukan hoax atau scam. Sekitar seminggu lalu, saya berhasil mencairkan cashback pertama saya ke rekening BCA dan sekitar 2 hari kerja saldo sudah masuk ke rekening. tunggu apa lagi, jadilah smart buyer dengan cara belanja lebih murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia melalui Shopback ini. Agar harga belanjaanmu jadi jauh lebih miring dibanding big sale di mall sekalipun.

Masih kurang? Cara belanja lebih murah di Lazada, Bukalapak, dan Tokopedia ini masih dapat dioptimalkan lho. Selain kamu belanja melalui Shopback untuk dapat cashback, jangan lupa gunakan kode promo atau voucher yang dapat mengurangi harga belanjaanmu. Dapat dicek juga pada situs e-commerce yang biasanya memberikan voucher untuk tiap email yang kamu daftarkan newsletter. Jadi selamat dicoba ya. (DPM)

Ahok “Sakit Gigi”, Umpan Anies tak Digigit

Tangerang – Menarik mengikuti debat antara Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Anies Baswedan di Mata Najwa eksklusif semalam. Menghadapkan pak Ahok yang sedang sakit gigi dengan pak Anies yang terus memberikan umpan tapi tak tergigit. Saya memang bukan pengamat politik, hanya ingin menuliskan apa yang terlintas di kepala saat menyimak debat. Kadang ada untungnya juga jadi tunanetra, jadi penilaian kita tak dipengaruhi asumsi-asumsi awal akibat penampilan fisik seseorang seperti ras dan mimik, jadi tak terganggu stereo tipe.

Debat yang ditayangkan di Metro TV pada Senin malam 27 Maret mulai pukul 19:30 WIB ini bukan debat resmi KPU. Program Mata Najwa yang biasanya tayang Rabu malam, secar eksklusif dan live menghadirkan debat kandidat dengan format yang berbeda. Konon format ini mengikuti debat putaran ketiga di Pilpres Amerika Serikat lalu. Jadi lebih seperti dialog dan dua kandidat langsung membandingkan program yang sejenis. Mana yang lebih unggul akant erlihat dari penjelasan keduanya. Tiap kandidat juga diberiw aktu untuk pemaparan dan tanggapan atas pernyataan kandidat lainnya berkali-kali untuk topik yang sama dengan durasi yang seimbang sampai benar-benar gamblang.

Ditambah host Najwa Shihab atau mbak nana yang udah terkenal suka bikin politisi mati gaya atau keseleo sendiri dengan ucapannya. Debat ini jadi sangat “berkelas” karena arah diskusi langsung digiring ke esensi dan perbandingan program, bukan sekedar jual kata dan deklamasi seperti debat versi KPU yang kaku. Selain itu, topik yang dihadirkan juga yang selama ini jadi pembicaraan atau perdebatan antar pendukung di media. Seperti soal penggusuran atau penataan, DP rumah 0 persen VS rumah susun sewa, birokrasi yang kuat dan keterlibatan masyarakat, pembangunan infrastruktur atau SDM, soal KJP versus KJP plus, Jakarta Creative Hub vs Ok Oce, dll. Jadi para kandidat punya kesempatan lebih untuk mengklarifikasinya ke publik.

Menurut saya, inilah dua orang terbaik yang pantas menjadi calon gubernur Jakarta lima tahun ke depan. Pak Ahok punya segudang pengalaman dari mulai legislatif hingga eksekutif dari level bupati hingga gubernur. Sedang pak Anies juga berpengalaman dalam membuat gerakan masyarakat melalui Indonesia Mengajar, rektor universitas bergengsi, dan juga menteri di kementrian yang punya alokasi anggaran terbesar dari APBN. Mereka semua mampu memaparkan ide dan gagasannya dengan sangat baik. Program-program yang ditawarkan selalu punya diferensiasi satu dengan lainnya. Jadi siapapun yang terpilih, tentu yang paling diuntungkan adalah warga DKI Jakarta.

Dari sisi performa debat semalam, ada satu hal menarik yang saya tangkap. Sepanjang debat, pak Ahok menempatkan dirinya sebagai selayaknya petahana yang defensif sedang pak Anis sebagai penantang banyak melakukan jurus-jurus ofensif. Hal ini banyak terasa dengan sikap pak Ahok yang banyak tertawa kecil, mesam-mesem, dan hanya menanggapi berbagai serangan yang dilancarkan pak Anies. Kondisi ini semakin dramatis dengan keterangan pak Ahok yang mengatakan baru dari dokter gigi dan berulang kali batuk-batuk serta serak seperti kurang minum. Di sisi berlawanan pak Anies sudah tancap gas dari awal. nada bicaranya sangat kentara bahwa mantan rektor Universitas Paramadina itu sedang menyerang meski dengan kata-kata yang tetap santunseperti biasanya. Namun menurut saya sangat kentara ada kalimat-kalimat sinisme atas berbagai pernyataan pak Ahok yang agak sedikit keluar dari image pak Anies selama ini yang santun.

Secara objektif, apa yang dilakukan pak Ahok ini wajar. Karena image beliau selama ini yang sering jadi komplain masyarakat adalah sikapnya yang cenderung kasar, emosional, dan kata-kata yangk urang santun. Paa beberapa kesempatan, mantan bupati Belitung Timur ini mengatakan bahwa dia sudah berubah jadi Basuki yang mulai banyak mempelajari cara orang Jawa yang sopan dan tidak emosional. Wal-hasil selama debat pak Ahok menunjukkan hal tersebut dengan coba banyak tertawa dan sebisa mungkin menahan diri untuk tidak menyerang balik. Meski di akhir-akhir beliau melakukan sedikit counter attack juga ketika membahas program DP 0 persen dari Anies Sandi.

Sedangkan apa yang dilakukan pak Anies yang secara pendengaran saya terkesan sinisme, juga sangat wajar dilakukan oleh seorang penantang. Posisi ini sudah dia nyatakan juga dalam debat tersebut yang mengatakan bahwa pria kelahiran Kuningan Jawa Barat ini tak takut untuk mencopot pak Ahok sebagai gubernur lima tahun ke depan, saat ditanya Najwa mengenai ketegasan. Seorang penantang yang baik memang harus selalu mencari kesalahan dari incumbent atau petahana, sembari membuat terobosan yang jadi diferensiasi. Selain itu, sikap offensif pak Anies ini saya perkirakan sebagai upaya juga untuk memancing emosi pak Ahok yang biasanya meledak-ledak. Terbukti dengan ucapan pak Anies yang menganggap pak Ahok marah-marah ketika menanggapi soal sekian ratus triliun untuk beli rumah warga DKI. Padahal menurut pendengaran saya, nada bicara pak Ahok masih dalam kategori santai dan disertai tawa, yang bisa jadi tawa mengejek juga sih.

Overall, format debat semalam sangat menarik dan patut dicontoh oleh KPU nanti. Tiap kandidat sangat all out dalam memaparkan program untuk menjerat pemilih yang masih menimbang-nimbang pilihan. Terlebih lagi, lucu memperhatikan tingkah laku kedua kandidat. Dimana pak Anies terus memancing dengan umpan-umpan menggiurkan agar pak Ahok emosi, sedangkan yang dimaksud mesam-mesem saja tak terpancing yang bisa jadi karena faktor sedang sakit gigi juga. Sekali lagi, ini hanya dari hasil pendengaran saya ya. Mungkin berbeda dengan pengamatan kebanyakan orang yang sebelum dengar ucapannya, sudah keburu melihat siapa yang wajahnya oriental atau yang mana yang pakai peci. Jadi mohon maaf jika banyak kekeliruan.(DPM)