Dapat Tiket Online Kereta Api Mudik dari Gelombang Kedua

Dapat Tiket Online Kereta Api Mudik dari Gelombang Kedua

Jakarta – Kehabisan tiket kereta api online untuk mudik lebaran memang agak menyesakkan. Apalagi jika sudah buat rencana siap standby di depan komputer dan internet dari jam 12 malam, tapi telat bangun dan akhirnya tak dapat jatah kursi. Tapi Alhamdulillah, meski semalam aku bangun telat dan sudah lewat 2 jam dari pembukaan tiket kereta api H+2 lebaran di jam 12 malam, akhirnya dapat juga tiket kereta api KA Brantas jurusan Stasiun Pasar Senen Jakarta – Solo Jebres di gelombang kedua. Mau tahu ceritanya? Berikut tips agar yang sudah kehabisan tiket online kereta api mudik masih dapat kesempatan di gelombang kedua.

Rencananya kami sekeluarga ingin mencoba suasana yang berbeda di mudik lebaran tahun ini. Jika biasanya kami mudik agak jauh hari sebelum Idul Fitri yaitu H-5 dan sudah kembali ke Jakarta satu atau dua hari setelah Lebaran, kini kami ingin mudik persis setelah lebaran dan kembali lagi ke Jakarta sekitar H+7. Alasannya agar lebih dapat menikmati perjalanan karena di hari-hari tersebut sudah tidak dalam keadaan puasa Ramadan, dan akan lebih leluasa untuk menikmati perjalanan (baca: jajan-jajan dan makan-makan).

Dimas Prasetyo Muharam - Dapat Tiket Online Kereta Api Mudik dari Gelombang Kedua

Sebelum tulisan ini, aku berbagi sedikit pengalaman, tips, dan strategi agar dapat memenangkan persaingan mendapatkan tiket online kereta api. Sebab, untuk saat ini tiket kereta api dapat dikatakan yang paling ekonomis sekaligus nyaman untuk perjalanan jauh di Pulau Jawa. Mulai dari penggunaan tools online, siap sedia jam 12 malam untuk pesan tiket, sampai alternatif pembayaran yang paling efisien. Tapi sayangnya, rencana ingin beli tiket H+1 Idul Fitri 2015 yang dibuka tanggal 19 April kemarin, aku bangun ‘kesiangan’ yakni pas subuh karena malam harinya agak larut baru pulang ke rumah. Saat bangun langsung cek situs tiket.kereta-api.co.id, ternyata tiket ke Solo dari stasiun Pasar Senen baik yang ke Stasiun Purwosari via KA Bengawan atau Stasiun Solo Jebres via KA Brantas sudah habis semua. Terpaksa, rencana diubah sedikit yaitu tiket kereta api online H+2 lebaran.

Semalam, sebetulnya agak kelupaan juga untuk persiapan ‘berburu’ tiket online kereta api H+2. Menilik hari sebelumnya yang tiket kereta api online H+1 sudahl udes terjual, maka seharusnya tingkat kesulitan tak jauh berbeda. Tapi sayangnya, aku baru bangun sekitar jam setengah 3 dini hari. Langsung cek tiket.kereta-api.co.id, ternyata tiket kereta api KA Brantas atau KA Bengawan sudah hampir habis. Kira-kira tersisa hanya 2 kursi dan saat aku refresh, langsung sudah habis tak tersisa. Tadinya sudah hampir putus asa dan sudah update status juga di Facebook karena telat bangun, maka kehabisan tiket kereta api online. Tapi beberapa menit kemudian, beda cerita. Ini dia bagaimana dapat tiket online kereta api dari gelombang kedua.

Tips Beli Tiket Online Kereta Api dari Gelombang Kedua

Mengapa aku sebut gelombang kedua? Karena mengingat siklus periode pemesanan tiket kereta api online, maka waktu di saat aku berhasil membeli empat tiket KA Brantas jurusan Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Solo Jebres untuk tanggal 19 Juli 2015 memang ada di gelombang kedua. Masih ingat kan jika aturan dari situs resmi pemesanan tiket online PT Kereta Api Indonesia di tiket.kereta-api.co.id adalah periode pembayaran tiket adalah tiga jam dari waktu pemesanan? Maka jika ada sebuah tiket yang sudah dipesan dan selama jangka waktu tiga jam tidak dilunasi dengan salah satu metode pembayaran yang disediakan PT KAI, tiket tersebut akan dijual lagi ke pasaran.

Dari aturan tersebut aku menyebutnya gelombang kedua karena sekitar jam 3 pagi, saat aku kembali cek dan refresh halaman pemesanan tiket online kreta api, ada sekitar 47 kursi KA Brantas yang kembali dijual untuk umum. Berarti ada pemesan tiket yang tak jadi atau gagal melakukan pelunasan tiket, sehingga secara otomatis tiket tersebut dijual lagi untuk pemesan lainnya. Alasan mengapa hal ini terjadi mungkin saja karena pemesan agak malas atau takut untuk keluar rumah dan melakukan pembayaran via ATM, atau mereka tak punya alat pembayaran instant seperti internet banking atau kartu kredit, atau dapat juga karena memang hanya iseng dan tak berniat melakukan pembayaran. Tapi apapun alasannya, hal terpenting adalah aku dapat memesan 4 tiket KA brantas meski tak sempat melakukan pengaturan posisi kursi karena khawatir kuota kursi langsung diserobot pemesan lainnya. Benar saja, setelah aku berhasil melakukan pembayaran dengan Kartu Kredit BNI iB Hasanah, kuota kursi tersisa hanya tinggal 5 saja.

Memang itu sebabnya bahwa manusia dilarang untuk putus asa. Bayangkan apabila sekitar jam 3 kurang cek situs tiket PT KAI dan menjumpai tiket sudah habis lalu tak membuka laman tersebut kembali. Tentu sudah dapat dipastikan tidak akan mendapat tiket. Tapi jika setelah jam 3 refresh lagi, dan coba cari alternatif stasiun lain, ada kemungkinan mendapat jatah kursi ‘gelombang kedua’. Hal ini dapat dicoba terus sampai kira-kira jam 6 pagi karena ada kemungkinan pemesanan tiket online kereta api tidak serentak semuanya jam 12 malam. Dapat pula ada yang baru memesan jam 2 malam dan tidak melakukan pembayaran. Maka yang memesan waktu tersebut tiket akan dikembalikan sekitar jam 5 subuh.

Semoga tulisan mengenai pengalaman Dapat Tiket Online Kereta Api dari Gelombang Kedua dapat sedikit menjadi solusi untuk yang kehabisan tiket di awal masa pemesanan. Kuncinya jangan menyerah dan harus yakin jika memang diizinkan untuk silaturahim dengan keluarga di kampung, pasti Allah kasih jalan. Sebab niat baik Insha Allah akan selalu dapat kemudahan. So, jangan pernah menyerah guys! Go go go Semangat! Oia, jika punya tips atau pengalaman ‘berburu’ tiket online kereta api yang lain, monggo ya dishare.(DPM)

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

13 Comments

  1. Semalam saya nunggu jam.12.00 untuk buka situs saya bertahan menahan ngantuk dari jam 11 malam sampe hampir jam 12 kurang 3 MENIT ! apa dikata tidak biasa begadang ditambah hanya seorang diri di tempat tidur jadi 3 menit itu malah ketiduran dan bangun2 sudah jam 03.30 dini hari dan tiket sudah habis sediiihh rasanya :'( mungkin bukan rezeki sya.

    Nanti malam sya mau coba pesan lg tiketnya untuk arus balik mudah2an saya berhasil. Oh iya kalo buka web rasanya ko lama sekali loadingnya. Tapi kalo saya pake aplikasi kereta api yg di playstore koq pilihan pembayaran tidak bisa menggunakan internet banking hanya bisa melalui ATM. Masa harus keluar jam 12 malam cari atm yg buka.
    ??

    • halo mbak Rara. sekedar pengalaman, coba ditunggus ekitar jam 3 sampai 4 dini hari, ada kemungkinan orang2 yang tak melakukan pembayaran, jadi tiket dapat dibeli lagi mbak. Seperti yang saya tulis di postingan ini, Alhamdulillah saya dapat tiket setelah jam 3 pagi itu. Tapi memang belum beli untuk tiket arus balik. Ya semoga sama2 rezeki ya. anyway untuk metode pembayaran internet banking, mungkin ada gangguan dengan koneksi bank karena padatnya traffic mbak. opsi paling memungkinkan untuk transaksi malam2 gitu ya pakai kartu kredit. semoga berhasil ya 🙂

      • Ia mas mudah2an malam ini rezeki sya, hehe ga pake kartu kredit sih jd rada ribet wkwk…

        Kalo sya arus mudik dapet tgl 19 langsung dteng ke stasiun nah skrg berburu arus balik ga memungkinkan ke stasiun udah pada gila-gilaan di dumay hehhe… Makin semangat deh baca postingan di sini 😀

        • wah, jadi terharu mbak. ternyata tulisan-tulisan saya ini ada manfaatnya. hehe. terima kasih lho mbak sudah berkunjung dan baca2 postingannya. semoga dapat ya tiket balik Jakartanya. anyway, mudik ke daerah mana?

          • Hehe ia mas bermanfaat ssekali buat kita-kita yg putus asa ga kebagian tiket jg termotivasi buat coba n coba lagi meski ttep belum kebagian tiket. hehe

            Meski semalam udah begadang sampe jam 3 dan akhirnya tetep kehabisan tiket dr Banjar ke Purwakarta gara2 koneksi yg ga bisa tembus dan sekalinya tembus time out atau transaksi gagal.

            Terus pagi2 sekitar jam.7 pagi saya inisiatif cari alternatif lain dari Banjar ke Kiara Condong alhamdulillah kebagian tiket jg akhirnya berhubung orang2 mungkin dah pada lelah begadang semaleman sya masih terus coba, hee.
            Kebetulan deket rumah ada Atm yg buka langsung meluncur buat melakukan pembayaran wah seneng banget deh.

            Paling nanti sya dr kiara condong lanjut ke purwakarta jarak’y ga terlalu jauh ada kereta daerah yg ga perlu pesen tiket dr sekarang 😀

            Meski ongkosnya jadi lebih mahal dan nambah yg penting sekarang udah tenang udah megang tiket mudik dan balik sekeluarga, hehe

            Yg belum kebagian semangat terus yaa jangan pantang menyerah 😀
            Pasti ada cara kalo niatnya baik, hehe selalu tawakal dan berdoa 🙂

            Go..go..go…

            • jadi makin terharu nih. luar biasa sekali nih perjuangan mbak Rara dengan niat untuk silaturahim bersama keluarga. Meski jalannya agak berliku-liku, tapi Alhamdulillah sudah dapat tiket kan ya. padahal itu jarak mudik-nya tak terlalu jauh, tapi luar biasa juga ya persaingannya. anyway, saat connect ke internet, pakai provider apa? Siapa tahu dapat jadi perbandingan juga. oia, itu dari Bandung ke Purwakarta ya. kalo ga salah, kereta yang Rp 6.000 ya? tapi AC.

              • Hee… Gpp terharu tp jangan sampe pada nangis yaa 😀

                Oh iaa sy berangkat dari:
                Purwakarta-Banjar harga tiket Rp70.000/orang

                Pulangnya dari:
                Banjar-Kiaracondong (bandung) Rp90.000/orang

                Disambung dr kiaracondong-purwakarta Rp6.000

                Ia kereta daerah Ekonomi AC

                Oh iaa Udah lama ga naik kereta mudah2an skrg pelayanannya lebih memuaskan dari taun-taun sebelumnya 😀

                • lumayan mahal juga ya mbak. Padahal cuma Banjar – Bandung. oia, kemarin baru dapat pengalaman dari teman yang pakai kereta lokal Kircon – Purwakarta itu. Memang sih 6.000 dan ber-AC, tapi perjalanannya lama banget itu. bisa empat jam sendiri dari Bandung – Purwakarta. oia, memangnya tak ada opsi naik bus? bukan jadi lebihmurah jika naik bus?

                  • Ia mas jadi lebih mahal karena tarifnya sama kaya purwakarta-purwokerto

                    Oh iya kalo pake bus mahal mas dr bandung ke purwakarta kalo turun dr kereta kan pake angkutan dlu ke terminal trus naik bus dulu aja 18.000 ke purwakarta kalo lebaran pasti naik lg . kalo naik kereta lebih irit dan biar sekalian turun hehe

                    • Kalo naik bus tu sya ga betah di perjalanan’y ditambahh macet, panas haduh udah penuh di dalemnya itu jg kalo kebagian tempat duduk.

                      Palagi kalo pulangnya susah naik bus’y.
                      Pengalaman tahun sebelumnya naik bus waktu pulang’y tu nungguin bus berangkat dr pagi berangkat jam 4 sore nyampe rumah subuh, hehe… Lumayan pegel karena lebih banyak berentinya itu bus drpda jalan’y belum ditambah bau-bau ga sedap dr penumpang lain krna penuh’y gtw pada bawa apaan ya 😀

                      Kapok kalo naik bus pas musim mudik, hehe

                    • oh gitu ya. jadi kereta apimemang pilihan yang paling ekonomis dan ternyaman sih ya. sebuah perubahan besar dibanding beberapa tahun lalu yang kereta api itu tidak manusiawi sekali 🙂

  2. sekuel perburuan kereta api terus berlanjut 😀 jadi penasaran pengen coba iseng beli tiket kak, hehe, semangatt!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog