Dengan Komputer, Tunanetra Melihat Dunia

Dengan Komputer, Tunanetra Melihat Dunia

*Tulisan ini Pernah diikutsertakan dalam lomba penulisan esei peranan komputer oleh Microsoft Indonesia 2007*

Pernahkah terlintas dalam benak anda, apakah seorang tunanetra yang notabenya tidak memiliki penglihatan normal bisa menggunakan komputer? Hal ini terdengar mustahil. Komputer membutuhkan kemampuan visual dari penggunanya. Pengguna butuh untuk memasukan perintah-perintah melalui keyboard dan melihat hasilnya di layar monitor. Jika anda menjawab bahwa tak mungkin tunanetra dapat mengoperasikan komputer, hal itu salah!

Mereka para tunanetra juga bisa menggunakan komputer yang sama persis seperti yang anda gunakan sekarang, asalkan ada sebuah software pendukung. Software ini dinamakan program pembaca layar atau ‘screen reader’. Karena tunanetra tidak bisa melihat display pada layar komputer, jadi mereka hanya bertumpu pada kemampuan mendengarkan suara. Sesuai dengan namanya, mekanisme kerja dari program ini adalah meninterpretasikan tulisan atau menu-menu yang ada di layar, untuk kemudian direproduksi dalam bentuk suara. Sebagai contoh adalah program Microsoft Windows Narator yang sudah tersedia sejak Windows 2000. Program ini akan memberitahukan pengguna tunanetra keberadaan posisi kursor, menu yang sedang diakses, atau program yang sedang dibuka. Selain itu, jika menekan tombol huruf dalam keyboard, Microsoft Windows Narator juga akan menyebutkan huruf apa yang kita tekan. Selain itu, seperti di program notepad, setelah kita menuliskan beberapa kata, program tersebut dapat membacakan tulisan apa yang ditampilkan di layar.

Bagi penulis yang seorang tunanetra, akan terasa sangat sulit jika pembelajaran komputer tanpa didahului oleh latihan mengetik teknik sepuluh jari. Saya butuh untuk menghafal posisi-posisi huruf dalam sistem keyboard. Karena jika tidak hafal, mustahil bisa mengetik sebuah naskah tanpa tahu keberadaan posisi tiap huruf. Saya belajar mengetik dengan menggunakan mesin ketik manual. Pada awal pembelajaran ini, Saya harus menghafal semua posisi tombol. Setelah dihafal, mulai berlatih untuk menulis teks apa saja sembari memperlancar teknik ketikan. Lalu seperti yang mungkin dilakukan oleh orang awas (sebutan untuk orang dengan penglihatan normal), Saya berlatih menulis surat-surat resmi. Dalam hal ini, dibutuhkan konsentrasi dan daya hafal yang tinggi. Karena Saya tidak bisa mengetahui teks yang diketik saat mengetik. Sehingga saat lupa dimana posisi terakhir mengetik, Saya harus bertanya kepada orang awas yang mendampingi kursus.

Setelah lulus kursus mengetik, saya meneruskan untuk ikut kursus komputer bicara di Yayasan Mitra Netra. Tempat yang sama di mana saya belajar mengetik. Yayasan Mitra Netra adalah sebuah Yayasan yang mengurusi pendidikan dan rehabilitasi bagi para penyandang cacat netra. Komputer yang digunakan untuk berlatih adalah PC biasa. Sangat serupa jika anda lihat dari luar. Tapi dibutuhkan program pembaca layar agar komputer ini bisa digunakan oleh tunanetra. Pada saat itu, Mas Sugiyo yang menjadi instruktur saya. Instruktur yang biasa disapa Mas Gio ini adalah karyawan di Yayasan Mitra Netra yang juga seorang tunanetra. Tapi sebagai asisten dari beliau, ada satu orang awas yang membantu seandainya ada masalah tampilan visual. Karena Mas Gio juga seorang tunanetra, jadi beliau bisa lebih paham hal-hal apa saja yang bisa mempermudah seorang tunanetra dalam memahami komputer bicara.

Kira-kira tahun 2002, saya mengikuti program kursus Microsoft Office Word dan Excel. Komputer yang digunakan masih bertipe pentium II. Jadi kecepatan tidak terlalu baik tapi sudah cukup untuk media belajar. Pada awalnya, Mas Gio memperkenalkan semua bagian hardware komputer dari Central Prosesor Unit (CPU), Keyboard, Monitor, loud speaker, dll. Cara yang beliau gunakan adalah dengan mengarahkan telapak tangan saya ke benda yang dimaksud. Saya lalu meraba dan mengvisualisasikan dalam benak bentuk dari hardware pada komputer. Setelah pengenalan, saya mulai diajarkan hal-hal dasar dalam pengoperasian komputer seperti mengaktifkan dan mengnonaktifkan komputer, pengenalan tombol-tombol baru yang tidak ada di keyboard, akses folder, start menu, dan menelusuri lebih dalam mengenai program screen reader. Dalam proses mengaktifkan dan mengonaktifkan komputer, saya diajarkan untuk berpatokan pada getaran di CPU. Jika masih dirasakan getaran pada CPU, itu berarti komputer masih aktif. Saat itu, operating system yang digunakan adalah Microsoft Windows 98 plus Microsoft Office 2000. Untuk merek screen reader yang digunakan adalah Job Access With Speech (JAWS). Program ini adalah salah satu dari banyak program pembaca layar yang populer digunakan di Indonesia. Pengoperasian mudah dan suara yang dihasilkan relatif lebih mudah dipahami oleh tunanetra. Walaupun penglafalan atau pronunciation kata dan kalimat masih dalam bahasa Inggris Amerika, tapi cukup familiar ditelinga jika harus membaca teks berbahasa Indonesia. Untuk mekanisme dari program tersebut, mirip dengan program Microsoft Windows Narator yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

8 Comments

  1. Idenya keren
    Semangat terus yak demi membantu memberikan kemufhn kpd mereka

    • aamiin. terima kasih ya untuk dukungannya dan sudah berkunjung. Udah pernah lihat komputer bicara seperti apa?

  2. kakak dimas, saya boleh tahu yayasan mitra itu khusus penyandang keterbatasan visual atau yang lainnya? lalu alamatnya dimana? apa ada yang di surabaya? saya butuh informasi kak, mau penelitian juga tentang itu. mohon bantuannya kakak dimas. 🙂

    • benar. Mitra Netra hanya untuk penyandang disabilitas netra. Setahu saya hanya ada di Jakarta. di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan

  3. Wonderful Daeng! terus berkarya untuk “Mengatasi Keterbatasan tanpa Batas” salam hangat.

    • terima kasih daeng.. mohon dukungannya selalu 🙂

  4. mengesankan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog