The Voice of Diffable People at ASEAN Literary Festival 2015

Jakarta – Sastra dan tulisan menjadi sarana berekspresi, advokasi, sekaligus peluang profesi untuk penyandang disabilitas atau difabel. Itu pernyataan utama yang aku sampaikan ketika menjadi perwakilan dari Kartunet sebagai salah satu pembicara di sesi The voice of Difable People, pada perhelatan ASEAN Literary Festival 2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta 21 Maret 2015. ASEAN Literary […]

Problematika Disabilitas dan Strategi Penanganan Transportasi Publik Jakarta

Transportasi publik yang nyaman, aman, terjangkau, dan handal adalah hak semua orang tanpa terkecuali. Untuk itu pemerintah provinsi DKI Jakarta terus membenahi sarana dan prasarananya agar lebih optimal. Akan tetapi, di tengah pembangunan itu ada kelompok yang masih terabaikan kebutuhannya yaitu para penyandang disabilitas.

Mendorong Implementasi Fasilitas Infrastruktur dan Transportasi Publik yang Ramah Penyandang Disabilitas

Jakarta – Perlu partisipasi dari berbagai stakeholders untuk mewujudkan fasilitas infrastruktur dan transportasi publik yang ramah atau accessible untuk penyandang disabilitas. Peran tersebut perlu disadari dari mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak swasta, hingga masyarakat sipil. Sebab kota yang nyaman dan inklusif adalah hak tiap warganya, tak terkecuali para penyandang disabilitas. Itu kurang lebih topik […]

Citizen Media sebagai Media Ekspresi dan Advokasi

Jakarta – Citizen media atau media warga online menjadi wadah yang tepat untuk kaum muda berekspresi sekaligus jadi jalan advokasi dan aktualisasi diri. Seperti contoh Kartunet.or.id, media komunitas yang aku dan teman-temanku bangun untuk jadi wadah publikasi karya dan advokasi isu-isu disabilitas lewat media. Kurang lebih itu topik materi yang aku sampaikan saat mengisi pelatihan […]

Internet, Pendobrak Diskriminasi Disabilitas

Tulisan ini akan membahas bagaimana internet sebagai alat pendobrak diskriminasi pada penyandang disabilitas. Satu kelompok dalam masyarakat yang termarginalisasi, yang pada umumnya tanpa sadar, oleh masyarakat itu sendiri. Perbedaan fisik, mental, atau intelektual yang seyogyanya jadi penambah keberagaman umat manusia, malah dijadikan alat pembeda dan dikotomi, sehingga mereka tersisih dari masyarakat pada umumnya.

Kartunet, Pemuda, dan Social Media

Salah satu momentum yang menjadi titik balik dari perkembangan Kartunet adalah di tahun 2011 saat dimulainya pembentukan komunitas dan optimasi social media. Memang pada tahun-tahun sebelumnya Kartunet sudah membuat account Twitter di @Kartunet dan juga Facebook, akan tetapi baru di tahun itu kedua media tersebut digunakan secara intensif dan Alhamdulillah berdampak positif bagi Kartunet.

Internet Buat Penyandang Disabilitas jadi Produktif

Internet adalah sebuah revolusi besar untuk penyandang disabilitas di era globalisasi ini. Ia hadir sebagai solusi dari berbagai keterbatasan fisik yang ditimbulkan oleh lingkungan yang belum mendukung. Sebut saja teknologi komputer bicara untuk tunanetra yang memungkinkannya untuk berkarya dan berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun. Selain itu, dengan pemanfaatan yang tepat, internet dapat jadi lebih produktif dan membuka peluang-peluang baru di bidang advokasi, usaha, dan lapangan kerja. Keberhasilan yang banyak orang capai dengan internet, tentu dapat dilakukan pula oleh para penyandang disabilitas.