Filosofi Cinta dalam Internet Menurut Barthes

Filosofi Cinta dalam Internet Menurut Barthes

Bagian yang merupakan bab ketujuh dari buku ini, Linnell Secomb menguraikan pemikiran dari Roland Barthes mengenai cinta dunia maya atau Cyber Love. Di sini ia membahas terjadinya pergeseran dalam esensi atau atribut yang ada dalam cinta itu sendiri. Secara konvensional, cinta itu disimbolkan atau diungkapkan dengan symbol seperti bunga mawar. Ini adalah sesuatu yang sudah melekat dikenal oleh masyarakat. Hubungan asmara yang biasanya dilakukan face to face atau tatap muka langsung, seiring majunya teknologi, dapat dilakukan kini melalui dunia internet. Media message chatting, e-mail, dan web camera, telah menjadi sarana baru berkomunikasi. Media tersebut, tidak menutup kemungkinan pula tumbuhnya rasa cinta di antara para penggunanya.

Judul : Philosophy and Love
Penulis : “Linnell Secomb
Bagian : “Barthes: A lover’s (internet) discourses”

Film You’ve Got Mail yang disutradarai oleh Nora Ephron, merupakan modifikasi dari film-film sebelumnya yang menceritakan cinta melalui media surat. Dalam film tersebut, Cathleen dan Joe jatuh cinta satu sama lain setelah berkirim e-mail.

Hubungan melalui dunia internet ini, dipandang berbahaya oleh Zygmund Baument. Cinta melalui dunia cyber ini dikhawatrikan dapat menggantikan hubungan konvensional dengan hanya berkirim pesan tanpa akhir. Hubungan ini pula dianggap tidak jelas, tidak menggambarkan cinta yang kekal, tidak dapat dipercaya, dan mudah hilang. Ketika semua ini menjadi lebih jauh, cinta seakan dijadikan sebagai hal yang mudah dihapus. Tak ada jaminan dari kedua belah pihak yang berkomitmen. Sewaktu-waktu, kita hanya perlu menekan tombol “delete” di computer untuk menghapus cinta itu.

Bab ini akan membahas cinta on-line yang direpresentasikan oleh film You’ve got mail dari mulai pendapat kaum strukturalis, sampai post strukturalis. Barthes juga akan memberikan strateginya dalam membaca dan menelaah romantisme pada cinta cyber.

Roland Barthes mengkaji masalah makna dari symbol-simbol yang ada dalam bahasa. Ia berpendapat bahwa bahasa atau language itu bukan hanya apa yang ada di makna permukaan, tetapi perlu ditelaah makna yang terkandung di dalamnya. Seperti bunga mawar itu sendiri. Secara sekilas, kita melihatnya sebagai sebuah bunga yang berwarna antara merah atau putih, dan memiliki duri di tangkainya. Tapi jika dimaknai lebih dalam, secara konotatif, bunga mawar merupakan symbol dari perasaan cinta. Ia biasa digunakan oleh seseorang yang ingin mengungkapkan perasaan kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Cukup dengan symbol bunga mawar itu, sudah cukup dengan konstruksi pola piker yang berlaku sama.

Contoh lain lagi adalah kata “wanita”. Tanpa melihat makna apa yang ada di dalamnya, kita akan mengasosiasikan wanita itu sebagai apa yang biasa di pikiran kita tentang perempuan secara fisik. Tapi jika lebih jauh lagi, wanita dapat berarti makhluk yang lebih perasa, lebih mendahulukan emosional daripada rasio, dan harus selalu dilindungi.

Contoh lain yang lebih jelas adalah ketika kita melihat sebuah foto orang berkulit hitam, menggunakan seragam tentara, berlatar belakang bendera negara Prancis. Hal yang kita lihat itu hanya mitos atau yang terlihat di lapisan pertama saja. Di lapisan kedua, kita bisa memaknai bahwa Prancis adalah sebuah kekaisaran yang hebat, sangat ulung dalam berperang dan menaklukan negeri lain, tak ada isu rasial yang mendiskriminasikan orang non kulit putih, dan menerima siapa saja sebagai warganya. Lebih jauh lagi, foto tersebut menimbulkan konotasi mitos bahwa ada kpersamaan rasial, pengizinan terhadap kolonialisme, dan rasa cinta tanah air yang tinggi.

Sama halnya dengan film You’ve got mail. Di lapisan permukaan, mungkin film itu hanya menggambarkan cerita romantis antara Cathleen dan Joe yang menggunakan nama samaran di AOL chatting. Mereka saling berkirim email dan mulai merasakan saling ketertarikan satu sama lain. Konflik terjadi ketika mereka tahu bahwa satu sama lain adalah saingan bisnis, tapi pada akhirnya, meraka saling jatuh cinta dan dapat bersama.

Pada lapisan yang lebih dalam, Film You’ve Got Mail ini memberi kita makna makna klasik dari cinta. Bahwa cinta itu dapat menaklukan semua rintangan. Walaupun setelah mereka tahu adalah saingan bisnis mereka saling benci, tapi karena adanya cinta itu, rasa benci itu berubah menjadi cinta bagi mereka berdua. Lebih jauh lagi, Film You’ve Got Mail memberi isyarat akan kemajuan hubungan percintaan melalui dunia internet. Penggunaan symbol dalam bentuk maya, dapat pula membangkitkan rasa cinta di hati manusia.

Sekali lagi, Zygmund Baumen memandang interelasi di dunia maya ini sebagai sesuatu yang tidak baik. Di dalam Film tersebut, kata-kata dan symbol yang digunakan antara Cathleen dan Joe di email lebih intim daripada saat mereka bertemu secara off-line. Selain itu, Internet juga telah mendapat image yang tidak begitu baik. Seseorang yang menjalin hubungan di internet, tidak dapat terjamin akan kekal. Semua tergantung dari intensitas mereka berhubungan melalui dunia teks dan gambar. Bahkan banyak yang hanya menggunakan internet untuk melakukan kencan sementara dan layanan sex. Seperti saat kita menjelajah halaman-halaman di internet, tidak ada kewajiban bagi kita untuk membeli atau mengambil informasi di dalamnya. Begitu pula dengan cinta di internet. Jika kita tidak suka, tinggalkan saja dan tak ada resiko apa-apa secara social.

Seperti yang sudah disinggung di atas, Barthes membagi makna itu menjadi dua. Yaitu makna literal atau denotative: seperti pada foto tentara negro yang berdiri di depan bendera Prancis, dan Makna mitos atau konotatif: seperti tentang persamaan rasial, kolonialisme, dan rasa cinta tanah air. Menurut Barthes, makna denotative itu sebenarnya tidak dapat disebut makna pertama, tapi lebih ke makna yang ilusioner. Maksudnya adalah maka terse but dipengaruhi oleh makna apa yang tersembunyi di dalamnya. Namun, makna konotatif ini pun tergantung dari konteks ia dipandang. Mungkin foto tentara negro di depan bendera Prancis itu akan memiliki makna yang berbeda jika ada di website yang menjual pakaian tentara, atau arsip ketentaraan Prancis.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3

3 Comments

  1. Ulasan yang luas. Ane jadi ingin beli bukunya.

  2. Dalem banget ya, luas pula..

    gue udah lama jomblo jadi udah agak lupa akan gimana cinta haha

    • ya begitulah cinta, deritanya tiada akir. haha 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog