Internet Buat Penyandang Disabilitas jadi Produktif

Internet Buat Penyandang Disabilitas jadi Produktif

Paper ini adalah materi yang akan disampaikan pada seminar bertema Pemanfaatan Internet untuk Kegiatan Produktif yang diadakan oleh Puslitbang Literasi dan Profesi Kementrian Komunikasi dan Informasi RI pada 19 Juni 2014 di Hotel Santika, Purwokerto Jawa Tengah. Pelatihan literasi informasi untuk masyarakat di daerah ini ditujukan untuk kelompok penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.

Internet adalah sebuah revolusi besar untuk penyandang disabilitas di era globalisasi ini. Ia hadir sebagai solusi dari berbagai keterbatasan fisik yang ditimbulkan oleh lingkungan yang belum mendukung. Sebut saja teknologi komputer bicara untuk tunanetra yang memungkinkannya untuk berkarya dan berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun. Selain itu, dengan pemanfaatan yang tepat, internet dapat jadi lebih produktif dan membuka peluang-peluang baru di bidang advokasi, usaha, dan lapangan kerja. Keberhasilan yang banyak orang capai dengan internet, tentu dapat dilakukan pula oleh para penyandang disabilitas.

Dimas Prasetyo Muharam di pelatihan literasi internet untuk penyandang disabilitas Purwokerto

Tantangan Penyandang Disabilitas

Dengan situasi masyarakat dan lingkungan yang belum akomodatif sepenuhnya, penyandang disabilitas dihadapkan dengan beberapa tantangan untuk dapat berkembang. Akan tetapi, dengan kreativitas dan semangat pantang menyerah, beberapa tantangan tersebut dapat diatasi yang salah satunya dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi.

  1. Mobilitas
    Keadaan infrastruktur dan sarana transportasi yang belum mendukung aksesibilitas, menyulitkan penyandang disabilitas fisik untuk bepergian secara mandiri. Untuk seorang tunanetra atau tunadaksa, bepergian sendiri di kota taruhannya adalah nyawa. Dari kendaraan yang tidak nyaman, trotoar yang banyak lubang, atau tak adanya ramp untuk pengguna kursi roda. Praktis, hal tersebut menghambat mereka untuk aktivitas di luar rumah yang berarti juga menghalangi mencari nafkah.
  2. Pendidikan
    Mayoritas penyandang disabilitas masih belum mendapat pendidikan layak karena belum meratanya sekolah reguler yang menerapkan sistem inklusif. Hal ini diperparah dengan jumlah sekolah khusus yang terlampau sedikit dan kualitas kurikulum yang tak sama dengan sekolah reguler. Ditambah lagi, bahan ajar yang belum tersedia dalam bentuk braille atau audio dan ebook bagi tunanetra. Juga bangunan gedung sekolah yang kerap kali sulit diakses oleh para pengguna kursi roda.
  3. Lapangan Kerja
    Salah satu dampak dari hambatan mobilitas dan juga rendahnya tingkat pendidikan adalah sulitnya mengakses lapangan kerja. Selain itu, pihak perusahaan yang masih beranggapan bahwa mempekerjakan penyandang disabilitas pasti membutuhkan biaya ekstra untuk penyediaan fasilitas dan aksesibilitas, juga jadi penghalang. Perlu solusi agar pihak perusahaan yang ingin mempekerjakan penyandang disabilitas bukan karena belas kasihan, tapi memang membutuhkan skill yang ditawarkan.

Rekomendasi Artikel:

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3

2 Comments

  1. baru tau ada internet kayak gini. nice artikel mas.

    mampir kesini mas Karya sastra seru siapa tau bisa jd insppirasi next postingan. makasih

    • iya betul, dan internet dapat mengubah hidup para penyandang disabilitas. Siap. terima kasih banyak ya sudah berkunjung 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog