Jalan Panjang Menuju Kampus Perjuangan

Jalan Panjang Menuju Kampus Perjuangan

Dimas, ramaja yang berusia 19 tahun pada tanggal 14 Agustus 2007 ini, masuk Universitas Indonesia tidak dengan jalan yang mudah. Ia sebelumnya seperti semua siswa kebanyakan harus menempus ujian nasional dan kemudian SPMB pastinya. Tapi ada yang sedikit membedakan dalam teknis pelaksanaan karena Dimas seorang siswa Tunanetra di sekolah Inklusi.

Perlu dijelaskan bahwa sekolah inklusi adalah sekolah umum atau reguler bagi siswa normal. Tapi sekolah ini juga menerima siswa berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunadaksa, tunarungu, dll. Asalkan mereka memenuhi syarat akademis seperti siswa normal lain yang masuk ke sekolah tersebut.

Saat Ujian Nasional.

Ujian nasional ini dijalani Dimas dengan sedikit pengkhususan dari pihak sekolah. Pertama, setiap murid Tunanetra diberi khusus satu ruangan untuk ujian. Sebagai informasi, dalam SMA Negeri 66 Jakarta yang merupakan tempat Dimas bersekolah terdapat 4 murid Tunanetra dan 2 Tunarungu yang sama angkatan. Untuk murid tunarungu tidak dibedakan kelasnya. Mereka tetap ikut dengan siswa normal di kelas ujian. Hanya pada saat listening ujian bahasa Inggris, mereka diberi teks ujaran dalam listening test.

Lalu dalam satu kelas khusus bagi tunanetra, didampingi oleh dua orang pengawas. Pengawas ini bertugas membacakan soal dan menuliskan jawaban dari siswa ke lembar isian komputer.

Pada hari pertama ujian Bahasa Indonesia. Dimas seharusnya tidak mengalami masalah dalam mata ujian ini. Tapi karena Ia memang tidak terlalu ahli di bidang pelajaran ini, maka psikologisnya agak drop pada saat itu. Lalu hari kedua yaitu ujian mata kuliah Ekonomi. Setelah mengerjakan soalnya, ternyata soal di Ujian nasional ini tidak sesulit seperti waktu empat kali try out. Moral Dimas mulai tinggi kembali pada hari itu. Ia yakin bisa menjawab dengan baik hampir 90 % soal-soalnya. Kemudian hari ketiga yaitu mata kuliah Bahasa Inggris. Pada awalnya Ia agak nervess juga, tapi setelah mengerjakan soalnya dan ternyata tak banyak kata-kata sulit di dalamnya, Ia yakin bisa mengerjakan dengan baik hampir 90% soal-soalnya. Wal hasil, setelah pengumuman nilai Ujian Nasional. Total Dimas mendapatkan nilai 27,10 dari tiga mata pelajaran. Yaitu Bahasa Indonesia 80; IPS Ekonomi 95; dan Bahasa Inggris 96.

Saat SPMB.

Pada saat SPMB pun Dimas melakukannya sama seperti siswa normal pada umumnya tetapi dengan sedikit kekhususan. Untuk pendaftaran menjadi peserta SPMB, Dimas beserta beberapa teman tunanetra yang juga ikut SPMB langsung mendaftar ke UI Salemba. Ia tidak ikut pendaftaran kolektif seperti siswa normal lainnya di sekolah. Alasannya agar pada penempatan test tidak terpencar dan agar lebih mudah diakomodasi. Dengan begitu, Dimas beserta teman tunanetra lainnya ikut test dan ditempatkan di salah satu ruangan khusus di UI Salemba.

“Ini langkah awal saya masuk UI” do’a lelaki verbintang Leo itu dalam hati.

Pada saat pemilihan jurusan, Dimas memilih Sastra Inggris Ui sebagai pilihan pertama dan Pendidikan Inggris UIN sebagai pilihan keduanya.

Berbeda dengan pelaksanaan test Ujian nasional yang satu tunanetra diberikan satu ruangan khusus. Saat SPMB, Dimas beserta lima siswa Tunanetra lainnya disatukan menjadi satu ruangan yang cukup besar. Jarak duduk mereka diatur sedemikian mungkin sehingga tidak mengganggu satu sama lain. Satu siswa, tetap diberikan dua orang pengawas. Tugas mereka sama, tetapi jika waktu Ujian Nasional pengawasnya adalah guru-guru dari sekolah lain, untuk kali ini mereka adalah panitia SPMB yang juga merupakan mahasiswa tingkat 3 UI.

Pada pelaksanaan test pertama, judul testnya adalah test bahasa dan kemampuan kuantitatif. Jadi soalnya adalah 25 soal Matermatika, 25 Bahasa Indonesia, dan 25 soal Bahasa Inggris.

“hari pertama ini saya seperti hilang feeling dalam menjawab soal”, ujar siswa yang pernah jadi juara lomba mata pelajaran IPA sekecamatan ini.

Pada hari kedua, judul testnya adalah IPS terpadu. Jadi soalnya berupa 20 soal Sejarah, 20 soal Ekonomi dan akutansi, 20 Geografi, dan 15 soal IPS terpadu.

“Test kali ini saya mulai merasa bisa lulus lagi SPMB setelah sangat tidak yakin di hari pertama” tegas siswa yang pernah juga jadi juara kedua lomba pidato bahasa Inggris di SMP-nya ini.

Hari kedua ini Dimas sudah mulai agak tenang dalam mengerjakan soal. Dia mengatakan bahwa mulai bisa menggunakan strategi dalam menjawab. Mulai kerjakan soal dari pertama, jika ada keyakinan lebih dari 70% dalam satu soal, maka Ia akan menjawabnya. Tapi jika kurang dari 50%, akan dilewati duu dan beralih ke soal yang lainnya. Prinsipnya adalah sebisa mungkin jawab semua pertanyaan jangan ada yang dilewati atau kosong.

“Lebih baik kehilangan satu point dari pada tidak mendapatkan empat point jika benar” ujar pemuda yang kedua orang tuanya asli Wonogiri ini.

Prinsip ini bukan tanpa dasar. Ia tahu bahwa jika ingin masuk UI apa lagi sastra Inggris yang Passing Gradenya sangat tinggi, hal tersebut harus ditaruhkan.

“Saya tak tahu lagi bagaimana nanti jika harus masuk ke Universitas Swasta. Selain biayanya mahal, saya belum tentu diterima di sana” Ujar remaja bertinggi badan 175 CM ini.

Bagi tunanetra, memang agak sulit jika harus masuk Universitas Swasta. Ada sebagian regulasi universitas yang tidak menerima tunanetra. Sedangkan untuk universitas negeri, asalkan Ia bisa lulus SPMB dan mampu mengikuti pelajaran yang dipilihnya, No problem untuk terus berkuliah di situ.

Akhirnya, pengumuman SPMB menyatakan bahwa Dimas Prasetyo Muharam diterima di Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya untuk Program Studi Sastra Inggris.

“Saya pada awalnya hampir tidak percaya dengan hasil ini. Tapi Syukur Alhamdulillah mungkin ini memang jalan terbaik yang dipilihkan Allah untuk saya” kenang Dimas saat pertama membaca hasil SPMB dari internet.

Semua impiannya jadi kenyataan. Sebelum menjadi seorang tunanetra, salah satu target sekolahnya adalah Universitas Indonesia. Akhirnya hanya itu yang didapatkannya setelah bersekolah di SMP dan SMA yang tidak ada sama sekali dalam rencananya sebelumnya. Walaupun Dia merasa sangat bahagia bersekolah di SMP negeri 226 Jakarta dan SMA Negeri 66 Jakarta….

Rekomendasi Artikel:

Sudah Baca yang Ini?

19 Comments

  1. Hebat ih,
    Terutama saat baca CV nya…

    Kaga kesampaian saya masuk UI, tadinya pertama ambil IPA untuk fakultas kedokteran, terus solat Istiharah disuru masuk Psikologi, terus nyoba SPMB lagi, ambil IPC dan tiga tempat kuliah saya ambil Psikologi, dimana salah satunya adalah UI. terus saya coba tes di Universitas Gunadarma dan ternyata dapat grade satu (asli kaga nyangka ternyata selevel sama beasiswa dari sekolah) terus banyak sekali hikmah sampai detik ini, semoga mimpiku tiada kandas, sungguh ada sesuatu yang menghalangi.

    Cuma Pasrah karena tiada mengetahui bagaimana jalan keluarnya untuk disabilitas yang saya alami. Tiada kata putus asa, meskipun yah begitu deh… Cuma satu kunci, yakin.

    • Untuk kuliah S2 sekarang aja perjuanganku cukuplah, buat masuk aja mesti nangis dan denger ini itu,belum lagi saya direndahkan, hanya dianggap sebagai penghilang kebosanan. Semua dilakukan oleh orang terdekat. Cuma, banyak yang masih lebih parahlah keadaannya dan masih banyak yang patut saya syukuri.

  2. Terima kasih dimas telah menambah semangat saya pagi ini 🙂

    • sama-sama. semoga terinspirasi ya. inspirasi yang menggerakkan kita untuk berbuat sesuatu bagi orang lain, bukan hanya sekedar semangat diri sendiri 🙂

  3. Subhanallah, sungguh menggetarkan hati membacanya. Semoga saja juga bisa nyusul ke kedokteran UI tahun 2015 ya mas,
    doakan saya.
    Salam sukses selalu

    • amin.. Insya Allah. semangat ya. semoga cita-cita jadi dokter juga didukung oleh motivasi untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak tanpa pamrih. apalagi jika dapat berkontribusi bagi dunia disabilitas. semangat! 🙂

  4. Masyaallah, Dimas, saya sungguh salut akan semangat, tekad dan kemampuan kamu dalam mencapai cita-cita. Sukses terus yaaa! 🙂

    • amin.. terima kasih mbak Alaika. jalan ini msih panjang 🙂

  5. subhanallah juga. hehe. terima kasih sudah berkunjung 🙂

  6. amien. terima kasih. mohon do’anya juga. salam kenal ya 🙂

  7. :’)
    Subhanallah

  8. thanks sob! anda juga mantap.. 🙂

  9. terima kasih mas Wibi 🙂

  10. luar biasa … 🙂

  11. waaaaaaah, dimas emang paling mantap 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog