Kajian Kesadaran David Chalmers

Kajian Kesadaran David Chalmers

Buku Conversation on Consciousness yang bila dialih bahasa ke bahasa Indonesia menjadi “percakapan mengenai kesadaran”, merupakan hasil wawancara yang dilakukan oleh Susan Blackmore terhadap . beberapa narasumber. Narasumber tersebut terdiri dari para ahli syaraf, filosof, dan para pembimbing spiritual. Susan blackmore, mengadakan wawancara tersebut pada saat Ia menghadiri konferensi yang dinamakan “toward a science of consciousness”. Konferensi tersebut diadakan pada suatu waktu di musim semi tahun 2000, tepatnya di daerah tucson, negara bagian Arizona, Amerika Serikat. Ada sekitar 20 orang yang diwawancarai oleh Susan Blackmore dalam buku ini. Untuk tokoh yang saya bahas dalam tulisan ini, adalah tokoh pada bab 3 yaitu David Chalmers. Pada awal bab ini, David Chalmers mengeluarkan jargon yang menjadi gambaran pada pemikiran tokoh tersebut. Jargon tersebut adalah “I’m conscious, He’s just a Zombie” atau “Saya sadar, dan dia hanyalah seorang mayat hidup”.

Judul buku : “Conversation on Consciousness 2005”
Penyusun : Susan Blackmore
Bagian : Bab 3, David Chalmers (I’m conscious, He’s just a Zombie).

Biografi singkatDavid Chalmers..

Lahir pada tahun 1966 di Australia, pria yang biasa disapa Dave ini pada awalnya berniat untuk menjadi matematikawan, tapi belakangan ini minatnya itu beralih ke masalah yang berhubungan dengan kesadaran. Setelah lulus dari pendidikannya di Oxford, Ia memutuskan untuk bekerja sebagai tim peneliti pada Douglas Hofstadter’s untuk program PhD di bidang philosophy and cognitive science ketika tahun 1983. Minat filsafatnya terletak pada Perhitungan dan kecerdasan buatan, hingga persoalan mengenai makna dan kemungkinan. Ia menciptakan istilah ‘masalah sulit’, dan membandingkannya dengan ‘masalah mudah’ dari persoalan tentang kesadaran. Setelah beberapa tahun menjabat sebagai direktur pusat studi mengenai kesadaran di university of Arizona, dimana ia memprakarsai terselenggaranya konfrensi dua tahunan ‘toward a Science of Consciousness’, Ia kembali ke Australia untuk menjadi Direktur pusat studi mengenai persoalan kesadaran di Australia National University, Canberra.

Pembahasan isi wawancara.

Consciousness atau kesadaran, merupakan satu pokok bahasan yang sangat menarik bagi seorang David Chalmers. Inti dari ilmu mengenai kesadaran adalah usaha untuk memahami perspektif yang berasal dari sudut pandang orang pertama. Jika kita melihat sesuatu dari mata ilmu pengetahuan moderen, maka sudut pandang orang ketigalah yang digunakan. Maksud dari sudut pandang orang ketiga ini adalah melihat sesuatu secara objektif. Sehingga tak digunakan opini pribadi, melainkan fakta yang menjadi dasar pengamatan.

Ilmu pengetahuan memandang manusia hanya sebatas badan atau raga dengan otak di dalamnya, serta dengan kebiasaan atau behaviour tertentu. Dengan menggunakan sudut pandang ini, mungkin bisa sangat objektif dalam memandang manusia. Tapi hakikat seseorang sebagai makhluk manusia dalam hal ini jadi diabaikan. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, manusia memiliki perasaan subjektif yang berasal dari dalam dirinya. Kita memiliki sensasi, pemikiran, dan perasaan akan suatu hal. Contoh yang sangat nyata dari perspektif sudut pandang orang pertama ini adalah imaginasi yang dimiliki manusia. Seseorang bisa membayangkan sebuah film atau peristiwa yang berputar di dalam benaknya. Film imaginer itu bisa dikatakan adalah film terbaik yang bisa Ia tonton dan tak akan sebanding dengan yang diputar di bioskop. Tidak hanya gambar dan suara yang dihasilkan, tapi juga emosi, pemikiran, dan sensasi yang bisa datang kebenak manusia dalam bermacam jenis. Maksud dari hal ini adalah imaginasi seseorang tak ada yang sama. Dalam membayangkan sesuatu, tiap orang bisa mengvisualisasikannya dalam bermacam variasi. Contoh lagi kita ambil pada novel populer Harry Potter. Sebelum novel tersebut disajikan pula dalam bentuk film, tiap orang memiliki bayangannya sendiri tentang sosok dari seorang harry Potter itu sendiri. Mereka bisa membuat imaginasi seperti film yang berjalan dalam benaknya sendiri, tanpa perlu menonton film itu sebelumnya. Oleh karena itu, inilah uniknya menjadi seorang manusia. Segala sesuatu bisa diintepretasikan menurut sudut pandang masing-masing. Tapi sayangnya, ilmu pengetahuan cenderung untuk mengabaikan hal ini dalam 50 atau 100 tahun belakangan.

Dalam pandangan umum, sangat sulit menerima kesadaran sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan sangat menekankan pada data yang bersifat objektif, tapi kesadaran itu sendiri merupakan pengalaman subjektif dari seseorang. Apalagi jika disesuaikan dengan studi mengenai syaraf dan otak,. Tapi hal tersebut dibantah oleh David Chalmers. Menurut Ia adalah sebuah kesalahan jika perihal kesadaran tidak bisa diuraikan oleh ilmu pengetahuan.

Fakta membuktikan, pada kurang lebih satu abad yang lalu, ilmu psikologi memulai dirinya sebagai ilmu mengenai kesadaran. Seperti contoh pada waktu itu, para ahli psikologi Jerman menyusun apa yang mereka coba untuk jelaskan dalam sebuah istilah “keadaan sadar internal yang subjektif”. Mereka mengembangkan ilmu ini menggunakan metode introspektif yang terinci, serta mengumpulkan data yang sebagai dasar dari ilmu. Tapi pada masa berikutnya, mereka terbagi dalam dua kubu yang saling berselisih paham yang pada akhirnya juga menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. Orang menjadi muak dengan perselisihan ini, karena perdebatan di antara mereka tak kunjung usai. Hingga pada awal abad ke-20, kelompok yang menamai dirinya kaum behaviorist, mengambil alih masalah ini dan menyatakan bahwa ilmu psikologi adalah ilmu mengenai kebiasaan atau behaviour manusia.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3 4 5

5 Comments

    • namanya juga untuk mata kuliah filsafat ms bro. hehe. terima kasih ya sudah berkunjung 🙂

  1. apakah pengalaman subyektif seseorang ada faktor yang mendasari? oiya, “falid” atau “valid”?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog