Dalam buku yang bertajuk Conversation on Consciousness hasil penyusunan Susan Blackmore ini, akan dibahas pada bagian bab ke-13 yang mewawancarai Kevin O’Regan. Seorang psikolog yang pada awal bab ini mengeluarkan jargon “There’s nothing there, untill you actually wonder what’s there”. Jika dialih bahasa ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Tak ada apa-apa di sana, sampai kamu benar-benar penasaran apa yang ada di sana”. Di awal wawancara, Susan Blackmore seperti biasa menanyakan apakah sebenarnya masalah pada perihal kesadaran atau consciousness itu sendiri. Dengan mudahnya, Kevin O’Regan mengatakan tak ada masalah sama sekali. Dari sana Susan Blackmore berharap, bahwa pernyataan tidak ada masalah itu bukan seseorang yang tidak tahu apa-apa mengenai perihal kesadaran, tapi orang yang dengan faham memaknai perihal kesadaran itu sendiri.

Judul Buku : “Conversation on Consciousness”
Penyusun : Susan Blackmore
Bagian : Bab 13, Kevin O’Regan.

Biografi Singkat Narasumber..

Kevin O’Regan, yang lahir pada tahun 1948 ini, menyelesaikan studinya mengenai fisika matematis di University of Sussex. Kemudian studinya dilanjutkan di UniversitasCambridge, dimana setelah dua tahun Ia beralih pada ilmu Psikologi, dan program PHD mengenai masalah Eye Movement atau pergerakan mata di kota Reading, Inggris. Hal-hal yang telah Ia telaah berupa word recognition atau pengenalan kata, Change Blindness, Stabilitas dunia visual melalui pergerakan mata, dan Ia juga sedang mencoba meneliti hubungan antara fenomena pengalaman dengan rangsangan sensorik, dalam bagian dalam mengembangkan teori mengenai sensor motorik dari penglihatan visual. Di luar kegemarannya dalam ilmu pengetahuan atau saint, Ia juga hobi olahraga yang dinamakan Capoeira. Ia juga merupakan direktur pada laboraturium percobaan ilmu psikolog, Centre National de la
Recherche Scientifique, di Kota Paris, Prancis.

Pembahasan Isi

Sebagai manusia, kita memiliki pengalaman yang pendalam mengenai hidup, melihat, berfikir, dan percaya bahwa kita ini nyata. Hal ini membutuhkan sebuah penjelasan yang sistematis. Dalam dunia ilmu pengetahuan, dipercaya bahwa pengalaman ini dihasilkan dari proses otak berfikir. Otak ini melakukan suatu proses, yang kemudian dihasilkanlah pengalaman tersebut. Masalahnya adalah, tidak ada penjelasan secara kimiawi-fisik yang menjelaskan hubungan antara pengalaman dan proses otak ini. Hingga saat ini, belum ada orang yang sanggup menjelaskan hubungan langsung apa antara proses otak dengan pengalaman itu sendiri.

Menurut Kevin O’Regan, inti permasalahan pada kesadaran itu hanya terletak pada kesalah fahaman mengenai hakikat pengalaman itu sendiri. Karena mayoritas telah mempercayai bahwa pengertian dari pengalaman itu adalah yang seperti sekarang ini, maka hal itulah yang dipercayai. Seperti pada halnya abad permulaan masehi, orang percaya bahwa dibutuhkan suatu inti kehidupan untuk mengendalikan sistem kehidupan yang terdapat dalam tubuh organisme hidup. Karena pada saat itu, masyarakat berfikir bahwa hidup adalah sesuatu kesatuan yang ajaib dan tak dapat dijelaskan oleh akal manusia. Kemudian di beberapa abad belakangan ini, paradikma itu berangsur-angsur berubah. Masyarakat mulai meyakini bahwa sistem dalam kehidupan itu tidak dikendalikan oleh inti atau roh kehidupan, tapi oleh suatu mekanisme sederhana yang bisa dijelaskan dengan kimiawi-fisik dalam paham materialisme. Tidak ada lagi anggapan hidup itu adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Oleh karena itu, perlahan masyarakat menolak anggapan bahwa hidup itu diperlukan roh kehidupan yang mengendalikannya.

Perubahaan seperti hal di atas, sudah selayaknya dapat berlaku juga pada paradikma masyarakat mengenai hakikat kesadaran. Ketika paradikma ini sudah diubah, maka masalah terberat pada perihal kesadaran itu dengan sendirinya juga akan terpecahkan. Perlu diubah anggapan bahwa pengalaman itu adalah suatu hal tunggal yang dihasilkan, atau pengalaman itu dihasilkan dari proses otak. Kita harus langsung melihat terdiri dari pakah pengalaman itu sendiri. Pada akhirnya, perihal kesadaran itu akan memiliki penjelasannya sendiri, dan tak diperlukan lagi memohon suatu keajaiban untuk menjelaskannya.

Paradikma yang juga perlu dapat diubah adalah anggapan seseorang tentang Ia hidup di dunia ini. Kevin O’Regan, menganggap semua yang kita alami di dunia ini hanyalah memetis, suatu bentuk tiruan dari alam yang tidak sejati, atau gagasan akan sesuatu. Kita dianggap sesuatu yang berpengalaman dan eksis di dunia ini, melakukan kegiatan, memiliki kehendak bebas, dan perasaan bebas pula. Ini adalah gagasan yang sudah terbentuk sekian lama, kita suarakan ke diri kita, dan yang kita yakinkan kepada orang lain. Sudah selayaknya pula, kita bisa ubah gagasan ini, dan kemudian berfikir akan sesuatu dalam cara yang berbeda.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3 4