Kartunet, Pemuda, dan Social Media

Kartunet, Pemuda, dan Social Media

Materi ini dibuat untuk bahan saat jadi salah satu pembicara dalam event Youthnesian yang diadakan oleh UNFPA di Balai Kartini Jakarta, Sabtu 9 Agustus 2014. Youthnesian 2014 ini mengangkat tema Investing in Young People. Bersama dalam sesi tersebut sebagai pembicara ada juga Pangeran Siahaan, dan Arif Zulkifli (pemred Koran Tempo).

Jakarta – Salah satu momentum yang menjadi titik balik dari perkembangan Kartunet adalah di tahun 2011 saat dimulainya pembentukan komunitas dan optimasi social media. Memang pada tahun-tahun sebelumnya Kartunet sudah membuat account Twitter di @Kartunet dan juga Facebook, akan tetapi baru di tahun itu kedua media tersebut digunakan secara intensif dan Alhamdulillah berdampak positif bagi Kartunet.

Praktis dari sejak didirikannya pada 19 Januari 2006 hingga awal tahun 2011, dapat dikatakan Kartunet berjalan ala kadarnya. Motivasi awal dibuatnya www.kartunet.com adalah untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa tunanetra, meski terbatas penglihatannya, juga dapat berkarya dan membuat sesuatu (website) yang mungkin masyarakat menganggapnya mustahil. Dari niat sederhana itu, bersyukur Kartunet mendapat tanggapan positif, baik dari masyarakat disabilitas dan juga media massa. Tercatat beberapa kali Kartunet pernah masuk di TV talkshow, radio, atau media koran. Konten yang diterbitkan di website pun masih terbatas pada hobi dan kiriman dari pengunjung seperti karya sastra dan artikel teknologi.

Akan tetapi, menginjak usia ke-lima, yang pada saat itu juga aku dipercaya teman-teman untuk jadi ketua berikutnya menggantikan mas Iwa, kita mulai membangun Kartunet sebagai komunitas anak muda disabilitas yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Motivasi saat itu agak sedikit berubah. Menyadari kegiatan Kartunet yang agak sedikit vacum karena pengurusnya sibuk dengan kegiatan masing-masing dan amat disayangkan apabila nama Kartunet yang sudah cukup dikenal dari publikasi media selama ini mati pelan-pelan, kita hidupkan lagi Kartunet dengan menambah nuansa baru dengan mengajak lebih banyak orang untuk bergabung dalam sebuah komunitas Kartunet. Tersebutlah saat itu selain empat orang pendiri awal yakni Mas Iwa, Aris, Riqo, dan aku, ada nama-nama seperti Rafik, Senna, Satrio, Dhani, Tika, Andira, Sapto, Maria, dan nama-nama lainnya.

Selain itu, motivasi lainnya adalah keinginan untuk berbagi pengetahuan yang sedikit di bidang TIK kepada teman-teman penyandang disabilitas lainnya, terutama para tunanetra. Sebab disadari pula bahwa teknologi memegang peranan sangat penting untuk kemajuan para tunanetra. Dengan adanya teknologi program pembaca layar di komputer atau telepon selular, memungkinkan tunanetra dapat mandiri untuk berkomunikasi dan berkarya tanpa batas. Wal-hasil, mulailah saat itu kita buat pelatihan kecil-kecilan misal belajar twitter, optimasi facebook, blogging, dan menulis.

Youthnesian 2014 " Investing In Young People"

Setelah ada energi-energi baru di Kartunet dalam sebuah komunitas, mulailah www.kartunet.com ditegaskan keberadaannya sebagai media informasi mengenai isu disabilitas. Paling tidak, isi dari website adalah tulisan yang berasal dari pengalaman serta pemikiran anak-anak muda disabilitas untuk mengubah pandangan masyarakat kepada kami. Lantas untuk membuat makin banyak orang yang tahu, digunakanlah social media seperti Twitter dan facebook fanpage. Tiap link artikel dibagikan melalui social media, dan sesekali membuat tweet lecture mengenai topik tertentu. Sekaligus, kedua media tersebut jadi alat kami untuk mengetahui respon masyarakat yang datang pada Kartunet.

Tak disangka, social media juga mendatangkan multiply effects buat Kartunet. Dari social media kami mendapat tanggapan positif dan berkenalan dengan banyak komunitas onliners serta blogger. Sebut saja seperti Blogger Detik, blogger Depok, Kopdar Jakarta, ASEAN Blogger, Blogger Bogor, ICT Watch, Akademi Berbagi, dan masih banyak lagi orang yang justru kami kenal berawal dari online. Mereka menjadi pendukung utama kami dan ikut menyebarkan pemikiran serta topik-topik mengenai disabilitas ke publik.

Bukan hanya dukungan di ranah online, para rekanan Kartunet tersebut juga pernah beberapa kali melibatkan kami dalam kegiatan atau event komunitas. Misal dengan para blogger, kami pernah buat acara bareng dengan Blogger Detik di kantor Detik.com, dan hingga saat ini beberapa kali ikut acara Blogger Bicara yang digawangi oleh mas Karel Anderson. Terus kami pernah juga buka booth di Pesta Blogger yang di tahun 2011 bernama On-Off. Ada juga kegiatan buat pelatihan jurnalistik dan radio bersama Akademi Berbagi. Tak lupa acara yang lumayan besar yaitu peringatan hari penyandang disabilitas internasional bersama ASEAN Blogger di Kementrian Luar Negeri RI. Sangat bersyukur karena tak hanya berakhir di event, kegiatan-kegiatan tersebut membuka banyak peluang baru untuk kami di kemudian hari.

Rasanya, kami harus banyak bersyukur dan berterima kasih pula dengan adanya social media yang mendobrak keterbatasan kami selama ini dalam interaksi sosial. Karena hambatan mobilitas dan stigma yang ada dengan hanya melihat pada kekurangan fisik, praktis hal tersebut membatasi pula pergaulan sebagian besar teman-teman penyandang disabilitas.

Berawal dari eksistensi kami di socialm edia, Kartunet dapat makin berkibar dan mendapat banyak pengalaman yang semuanya makin membuat kami kuat dan kontributif. Jadi apabila kamu sebagai individu atau bagian dari komunitas dan masih gamang dengan manfaat social media, bukalah diri dan berjejaringlah dengan sebanyak mungkin orang via online. Toh gratis dan siapa tahu ada peluang di masa depan yang terbuka untuk kamu atau komunitas.(DPM)

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

2 Comments

  1. tetap semangat dengan program2nya mas, semoga kartunetnya semakin eksis di dunia maya dan menyebarkan semangatnya untuk semua orang Indonesia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog