Keluarga Ideal Amerika tahun 1950

Keluarga Ideal Amerika tahun 1950

Judul : “What we really miss about 1950”
Penulis : Stephanie Coontz.

Tulisan dari Stephanie Coontz, menyoroti masalah harmonisme keluarga di masyarakat Amerika Serikat. Ia mengangkat hasil polling di sebuah majalah di Amerika Serikat, yang mempertanyakan mengenai era tahun yang menurut pembaca paling ideal menurut mereka. Mayoritas dari pembaca Amerika Serikat, memilih tahun 1950 adalah tahun yang paling ideal. Terbesar kedua memilih tahun 1960 sampai 1970, sisanya memilih tahun 70, 80, dan 90 sebagai pilihan mereka.

Untuk yang memilih tahun 1950 sebagai tahun ideal, mereka ini kebanyakan adalah orang berumur antara 50 sampai 64 yang bernostalgia akan waktu dimana mereka dibesarkan. Saat di mana keadaan keluarga yang begitu harmonis dan seimbang. Peran orang tua antara pria sebagai pencari nafkah, dan wanita sebagai ibu rumah tangga, sangat mendukung bagi perkembangan tumbuh kembang anak. Saat itu pula, hubungan antara orang tua dan anak sangat didambakan. Anak-anak patuh dan menuruti apa kata orang tua. Bahkan sampai masalah pernikahan, anak ini masih menurut mengenai siapa yang pantas untuk Ia nikahi.

Sedangkan untuk yang memilih tahun 1960 sampai tahun 1970, adalah mereka yang berumur sekitar 30-an. Mereka mengingat saat-saat kredit perumahan sangatlah terjangkau. Selain itu, gaji atau penghasilan mereka juga bisa dikatakan memenuhi. Sehingga hanya dengan 20% dari hasil gaji mereka, mereka sudah dapat membayar cicilan kepemilikan rumah di Amerika Serikat.

Golongan pemilih terakhir adalah mereka yang mendambakan tahun-tahun antara 1970 sampai 1990. Kebanyakan dari mereka ini adalah para imigran dan orang kulit hitam Amerika. Pada tahun-tahun tersebut, issu rasial di Amerika Serikat sudah mulai berkurang. Hak-hak mereka sebagai kaum minoritas mulai diakui oleh masyarakat. Bahkan mereka menganggap tahun 1950 yang banyak didambakan oleh orang kulith putih amerika, adalah tahun yang tidak sempurna. Karena banyak terjadi diskriminasi dan perilaku rasial saat itu.

Masyarakat Amerika Serikat mengakui bahwa keadaan keluarga pada dekade 1950, telah menjadikan kehidupan yang seimbang. Tercatat pada saat itu, angka perceraian menurun drastis. Keadaan keluarga lebih langgeng dari pada saat sekarang ini, yang dengan mudahnya menikah lantas bercerai lagi. Selain itu, pernikahan juga dianggap suatu institusi yang sakral dan penting. Mayoritas pernikahan dilakukan sebelum anak lahir. Tidak seperti saat ini yang banyak pernikahan dilakukan setelah memiliki anak atau hidup bersama dalam waktu yang cukup lama. Hal-hal tersebut dianggap lebih baik. Kerinduan akan sesuatu yang diatur oleh norma dalam masyarakat, yang membuat kehidupan lebih seimbang.

Pada dasarnya, situasi yang bisa membuat keadaan keluarga pada dekade 1950 itu dalah permasalahan ekonomi. Di tahun 1929 sampai tahun 1930-an, kita ketahui terjadi depresi di perekonomian Amerika Serikat yang terasa dampaknya ke banyak negara di dunia dan terkenal dengan sebutan Malaise. Karena keadaan ekonomi yang tak menentu, banyak anak-anak dan perempuan yang harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, keadaan keluarga menjadi tidak stabil dan angka perceraian meninggi dengan sendirinya. Hal ini diperparah dengan meletusnya perang dunia II yang melibatkan Amerika Serikat secara langsung. Banyak kaum pria yang dikirim untuk berperang di luar negaranya, sehingga menuntut perempuan bekerja sembari merawat anak-anak di rumah. Tak adanya kepala rumah tangga di rumah, sudah pasti menjadikan keadaan keluarga tambah tidak stabil.

Keadaan ini berubah setelah perang dunia berakhir di tahun 1945. Perbaikan terus dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Kehidupan veteran perang dunia II dijamin, dan mereka bisa kembali pada keluarga mereka lagi. Selain itu, perekonomian Amerika Serikat membumbung tinggi. Kemajuan ini disebabkan oleh faktor Amerika Sebagai negara donor setelah perang dunia II. Amerika merupakan salah satu pelaku utama perang yang tidak turut rusak negaranya seperti negara-negara eropa. Industri militer dan logistik berkembang pesat saat perang terjadi. Hal ini yang membuat banyak keluarga di Amerika Serikat menjadi tambah makmur karenanya.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

1 Comment

  1. makasih reviewnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog