Kembali Mencicipi Kereta Api Jakarta-Solo

Kembali Mencicipi Kereta Api Jakarta-Solo

Sudah tiga atau empat Lebaran terakhir aku dan keluarga pulangkampung pakai jasa kereta api. Sesuatu yang di tahun-tahun lalu dianggap sebagai moda transportasi yang tidak layak bagi manusia. Mulai dari image mengantri berhari-hari di stasiun, penumpang yang berdesakan di gerbong, dan keamanan yang tak terjamin. Namun semua image itu berangsur berubah, khususnya dua tahun belakangan. Itupula alasanku mengapa kembali pakai jasa kereta api untuk perjalanan ke Yogyakarta guna mengikuti acara Blogger Nusantara 30 November – 1 Desember lalu.

Aku biasanya menggunakan jasa kereta api lintas Jawa ketika mudik lebaran. Ketika berangkat dari Jakarta ke Wonogiri, kami menggunakan fasilitas bus mudik gratis dari Bank Jateng. Lalu untuk balik ke Jakarta, kami naik kereta Senja Bengawan dari stasiun Solo Jebres. Ketika itu, pelayanan kereta api belum sebagus saat ini, tapi sudah lumayan. Asal mau datang lebih awal dan naik dari stasiun pemberangkatan pertama, maka akan dapat tempat duduk.

Dari segi pelayanan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami perbaikan yang signifikan, termasuk bagi kereta kelas ekonomi. Pertama, sistem ticketing sudah online dan modern, tapi tetap mengakomodasi konsumen tradisional. Tiket dapat dibeli di stasiun manapun yang tergabung dalam sistem online. Maksudnya adalah calon penumpang tidak perlu membeli tiket dari stasiun dimana dia akan berangkat. Misal dia akan naik kereta Senja Bengawan yang beberapa tahun lalu berangkat dari stasiun Tanahabang, maka dia dapat membeli tiket di Stasiun Senen atau Jatinegara. Bahkan dengan sistem booking max 90 hari, kita dapat membeli tiket dari jauh hari, atau memesan tiket pulang sekaligus.

Kini, sistem ticketing lebih maju lagi dan lebih memudahkan konsumen. Untuk kereta api semua kelas, tiket dapat dibeli di AlfaMart atau Indomart, dan situs resmi PT KAI serta di tiket.com. Calon penumpang tak perlu lagi datang langsung ke stasiun untuk memesan tiket, dapat langsung dari komputer atau gadget yang terhubung dengan layanan internet. Lebih keren lagi, apabila memesan tiket di stasiun atau situs kereta-api.co.id dan tiket.com, kita dapat memilih letak posisi kursi.

Selain itu, efek dari sistem online ini adalah calon penumpang yang sudah memiliki tiket, tak perlu khawatir tak mendapat tempat duduk. Tidak seperti waktu-waktu lalu ketika tiket tak menjamin memperoleh kursi. Petugas seakan terus menjual tiket, dan penumpang diminta agar bersaing berebut kursi. Hasilnya, di masa lalu kereta api sangatlah tidak manusiawi, penumpang yang tak mendapat kursi terpaksa duduk di lantai kereta atau di toilet gerbong. Bahkant erkadang penumpang yang tidak punya tiket dapat ikut naik. Namun fenomena itu tak akan lagi terjadi. Dengan sistem online, meski calon penumpang naik bukan dari stasiun pemberangkatan awal, dia pasti dapat kursi selama sudah memegang tiket. Sebab di tiket sudah ada nomor kursi dan tak mungkin ada tiket ganda dengan sistem online.

Ada hal penting lainnya terkait ticketing kereta api. Kini, di tiket yang dibeli langsung tertulis nama dari calon penumpang. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi peluang masuknya calo tiket dan keamanan dalam kereta. Sebab ketika akan borading ke dalam peron, calon penumpang akan diminta untuk menunjukkan KTP yang masih berlaku dan dicocokkan dengan nama pada tiket. Pada awalnya mungkin sistem ini kurang dapat diterima masyarakat. Apalagi mereka yang masih belum tahu dan tak selalu membawa KTP. Pernah sewaktu naik kereta dari Solo, ada calon penumpang yang lupa membawa KTP. Wal-hasil, keluarga tersebut harus membatalkan keberangkatannya dan membeli tiket untuk hari yang lainnya. Terkadang sistem memang kejam, tapi ini semua untuk membuat segalal sesuatu lebih baik.

Masih banyak sebetulnya perubahan yang terjadi di kereta api yang membuat aku nyaman menggunakan jasanya. Ini baru soal tiket. Belum masuk ke fasilitas dalam kereta yang tak kalah menarik. Aku janji akan ditulis di postingan berikutnya. Intinya, segala kemajuan ini perlu diapresiasi sebab kualitas kereta api Indonesia yang baik akan ikut menjadi kebanggaan bangsa.(DPM)

Rekomendasi Artikel:

Sudah Baca yang Ini?

2 Comments

  1. Wih, sekarang KAI udah makin canggih ya. Udah lama nih nggak naik kereta. Jadi pengen naik nih 😀

    • betul gan. tapi beli tiket keretanya makin “rebutan” juga. meski via online. sebab makin tinggi peminatnya. karena harga 50ribu untuk kereta Jakarta – Solo dengan fasilitas yang didapat itu sangat worth it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog