Kenangan tak Harus Dibuang

Kenangan tak Harus Dibuang

Ada kisah menarik yang didapat dari kebiasaan tak sehat menonton FTV tengah malam ini. Cerita FTV kali ini agak berbeda, meski alur kisah tetap dengan pola yang sama. Ketemuan, berantem dikit, benci, terus jadi cinta. Bahkan pemerannya juga tak banyak variasi, terdengar dari suara para aktor dan aktris.

Poin menarik dari cerita FTV malam ini yaitu ada pada kenangan yang tak selamanya harus dilupakan. Mungkin istilah anak sekarang yang dinamakan “gagal move on”, Galau mantan, dan jargon-jargon allay lainnya. Sekali lagi, kisah FTV ini menarik. Ada formulasi yang dapat ditarik sebagai antitesis dari galau atau susan move on tadi.

Kisah bermula dari seorang aktor bernama Rangga yang sedang datang syuting di Pulau Bali. Rangga punya perangai yang kurang baik. Karena merasa “super star”, dia sering seenaknya memperlakukan orang di sekitarnya. Sampai suatu malam dua orang yang kesal dengan Rangga, bermaksud untuk memberi pelajaran dengan menculik dan dibuang ke tempat yang agak jauh. Entah bagaimana di tempat dua orang itu meninggalkan Rangga, dia ketemu dengan seorang gadis yang bertingkah agak aneh. Nama gadis itu Bali, ya memang agak kurang kreatif ini sutradara kasih nama.

Di sini jalan cerita memasuki pola berikutnya. Yaitu Rangga dengan sikapnya yang seenaknya, menilai Bali sebagai gadis kampung yang bahkan tak tahu jika dia seorang artis. Dari percakapan itu Bali memberi nasihat kepada Rangga agar tidak memperlakukan orang di sekitarnya seenaknya. Bahwa jika dia suatu saat kehilangan orang-orang itu, maka baru akan ada penyesalan. Dia juga mengingatkan bahwa sikapnya itu, maka apa yang dilakukan orang di sekitarnya bukan karena tulus, tapi hanya terpaksa. Di sini sepertinya Bali mulai merefleksikan tentang dirinya yang kehilangan seseorang. Ya, seperti biasa pula Rangga mulai sadar dan jatuh cinta dengan Bali, dan entah bagaimana pula, Rangga berhasil pulang kembali dengan pakaian ketika dia diculik yaitu kaos singlet dan celana boxer.

Singkat cerita, perangai Rangga mulai berubah. Dia mulai serius untuk syuting dan tidak seenaknya lagi. Rangga dan Bali juga beberapa bertemu dan membuat janji kemudian yang tidak ditepati oleh Bali. Rangga penasaran dan mulai mencari tahu tentang diri Bali. Ternyata Bali punya masa lalu yang menyakitkan.

Ini juga agak biasa sih ceritanya. Jadi, lima tahun yang lalu, Bali punya kekasih bernama Gusti. mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menikah. Ketika beberapa hari menjelang hari pernikahan, Gusti mengalami kecelakaan lalu-lintas di depan mata Bali. Dari sana, Bali shock dan tak dapat melupakan Gusti hingga saat ini. Dia sering terjebak dalam ruang nostalgia ala Raisa bahwa Gusti masih hidup, dan sering menanti sendirian di pantai Kintamani, tempat favorit mereka berdua. Secara eksplisif, Bali hampir gila karena masih menganggap Gusti hidup.

Klimaksnya, Bali semakin menjadi halusinasinya dan dibawa ke rumah sakit jiwa. Di saat bersamaan, Rangga berhasil dapat alamat rumah Bali dan mengetahui kisah masa lalu Bali. Dia datang ke rumah sakit dan menemui Bali yang meminta untuk membebaskannya karena dia bukan orang gila. Esok harinya Rangga berjanji untuk datang, akan tetapi ibu Bali mengabarkan bahwa dia kabur dari rumah sakit dengan menggunakan mobil. Dari sini saja sudah jelas ya kalo Bali itu tidak gila tapi galau. Dua kata itu memang agak tipis sih bedanya.

Nah, ini bagian penutup yang paling menarik. Rangga datang ke pantai Kintamani yang tepat Bali sudah berada di sana. Rangga datang untuk menghibur Bali, dan meyakinkan bahwa dia harus bisa menerima kenyataan bahwa Gusti sudah meninggal dan tak dapat kembali lagi. Bali menanggapi marah dan mengatakan bahwa dia )Rangga) tak dapat menggantikan kenangan dia bersama Gusti. Bukannya memaksa Bali, Rangga mengatakan bahwa tak ada yang ingin membuang atau menggantikan kenangan tersebut. Bali tak perlu jauh-jauh mencari Gusti, karena kenangan itu sesungguhnya ada di dalam hatinya. Dia hidup dan tak akan tergantikan. Rangga meyakinkan Bali bahwa dia tak akan meminta Bali melupakan kenangan itu, melainkan dia akan terus menemani Bali untuk mencari apa yang dia mau.

Sikap Rangga itu yang menurut aku luar biasa. Sikap ketika seseorang yang menghadapi seseorang yang galau susah move on dengan dewasa dan rasional. Dia tahu bahwa orang yang dicintai Bali sudah mati dan tak akan kembali lagi. Dia tidak memaksa agar Bali melupakan atau membuang jauh-jauh kenangan itu untuk hanya memikirkannya, tapi membiarkan Bali dengan kenangannya asal dia dapat terus menemani Bali. Menurut aku ini rasional. Toh Rangga akan mendapatkan cinta Bali yang seutuhnya karena cinta dia untuk Gusti hanya tinggal sekedar kenangan.

Mungkin ini juga bisa jadi pelajaran bagi kamu yang punya kekasih atau pasangan yang punya banyak mantan atau ada seseorang yang masih dikenangnya. Tak perlu bersikap represif atau over protective dengan memojokkannya untuk melupakan orang itu. Beri dia kepercayaanmu bahwa masa lalu itu hanya tinggal kenangan, dan kamu adalah hari ini dan masa depan untuknya.

Mungkin pula kita dapat terjebak dalam ruang nostalgia. Tapi lihatlah, ada seseorang yang mencintai kita dan tak ada salahnya mencintai cinta itu. Biar masa lalu yang indah cukup menjadi kenangan yang tak perlu dibuang atau digantikan. Karena akan ada kenangan-kenangan baru yang ikut masuk, dan mungkin lebih indah.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

8 Comments

  1. Tak perlu bersikap
    represif atau over protective
    dengan memojokkannya untuk
    melupakan orang itu. Beri dia
    kepercayaanmu bahwa masa lalu
    itu hanya tinggal kenangan, dan
    kamu adalah hari ini dan masa
    depan untuknya.

    Cakep bang.. Si Bali sama kaya gw T__T gw catet ya bang

  2. Tak perlu bersikap
    represif atau over protective
    dengan memojokkannya untuk
    melupakan orang itu. Beri dia
    kepercayaanmu bahwa masa lalu
    itu hanya tinggal kenangan, dan
    kamu adalah hari ini dan masa
    depan untuknya.

    Cakep bang.. Si Bali sama kaya gw T__T

  3. Hahaha, kocak banget summarynya dim. Gimana kalo mulai sekarang lu resensiin semua FTV yang pernah lu tonton dengan gaya kaya’ gini 😀

    • FTV yang agak lumayan itu setelah jam 12 malam. Mending tidur gw :lol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog