Konsekuensi Hidup Materialisme di Amerika Serikat

Pada remaja, materialisme ini dapat menimbulkan apa yang disebut sifat narcisstic. Sifat ini adalah situasi dimana seseorang merasa kosong dan sering bertanya pada dirinya sendiri. Ia sangat haus perhatian dari orang lain, merasa unggul daripada yang lain, dan pujian adalah sesuatu yang sangat penting bagi dirinya. Jika hal ini dipandang seperti orang yang memiliki kepercayaan diri yang berlebih, padahal sebaliknya. Ia tidak yakin dengan dirinya sendiri, sehingga butuh pujian tentang dirinya ini. Sikap yang seperti ini, membuat orang tidak peka dan sangat individualis.

Sikap narcistic ini, pada tahap yang kronis membuat ramaja menjadi terjebak dalam dunia khayal. Mereka selalu memimpikan untuk menjadi populer, memiliki uang yang banyak, dan biografinya dapat dibaca oleh orang lain. Harapan yang terlalu tinggi dan tidak disertai oleh usaha merealisasikannya, membuat remaja terjerumus dalam dunia hitam. Mereka melampiaskan khayalan mereka itu dalam dunia rokok dan obat bius. Lebih parah, adalah ganja dan obat-obatan penenang lainnya. Ketika mereka mengkonsumsi obat-obatan terlarang itu, imaginasi mereka melayang tinggi, membuat mereka seakan-akan ada dalam dunia yang mereka dambakan.

Materialisme yang berkaitan erat dengan efek negatif kesehatan adalah dampak negatif dari American Dreams. Amerika sebagai negeri impian yang bisa mendapatkan sukses serta kekayaan di sana, telah menimpulkan efek samping yang tidak sedikit. Depresi dan tidak bahagia dalam hidup, adalah sesuatu yang tidak dapat diobati dengan uang. Tak ada yang bisa membeli kebahagiaan dalam hidup. Dengan kata lain, tidak semua orang miskin itu sengsara, dan tidak pula semua orang kaya bahagia hidupnya.

Semua fakta di atas, memberikan kita gambaran bahwa American Dreams tidak seindah yang didambakan selama ini. Tidak semua orang dengan mudahnya mengejar kebahagiaan secara finansial di negeri Paman Sam itu. Banyak film dan buku yang menceritakan betapa kerasnya hidup di Amerika Serikat. Seperti yang ada dalam film Pursuit of Happyness dengan pemeran utama Will Smith. Dia sebagai seorang kulit hitam, berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak demi menghidupi keluarganya. Di akhir cerita, dia mendapatkan pekerjaan yang diharapkan, dan kebahagiaan itu dia dapatkan. Dalam hal ini, ia bukan mencari finansial demi dirinya semata, tapi demi anak dan keluarganya. Perjuangan, pengorbanan, dan ketekunan yang telah dilakukan oleh tokoh membuahkan hasil yang manis pada akhirnya. Oleh karena itu, kebahagiaan yang hakiki itu didapatkan karena untuk membahagiakan orang lain.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

4 Comments

  1. Sepakat jika tujuan hidup hanya untuk material segala cara akan dihalalkan makanya timbul kurang kepekaan ๐Ÿ™‚

    • iya. hidup memang harus ikhlas. jangan pernah tergoda dengan prinsip rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau ๐Ÿ™‚

  2. wah begitu kaitannya ternyata ya. ternyata semakin populer kita, semakin tinggi hal yang dituntut untuk kita. pantes aja banyak artis korea yang bunuh diri, ya. gak tahan dengan tuntutan

    • yap setuju. Makanya hidup sederhana aja tapi banyak cinta daripada hidup bermewah-mewah tapi sengsara seperti para koruptor ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,218 other subscribers

Top Blog

Thanks for Visiting

  • 301,451 visitors