Konsep Takdir dalam Novel The Pearl dan The Alchemist

Konsep Takdir dalam Novel The Pearl dan The Alchemist

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak”. Peribahasa dalam bahasa Indonesia tersebut nampaknya cukup menjelaskan perihal takdir atau suratan. Penggalan kalimat itu sendiri memiliki makna hal baik atau buruk di masa depan seseorang tidak dapat dipastikan. Apa yang terjadi di hari esok adalah rencana Tuhan yang sudah tertulis dalam buku besar alam semesta. Seperti apa yang akan dijelaskan dalam esei ini, kita akan membandingkan dua tokoh utama dalam novel The pearl karya John Steinback dan novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Takdir, harapan, dan perjuangan mewujudkan mimpi adalah tiga tema utama dalam kedua novel tersebut. Setiap makhluk memiliki takdirnya masing-masing, tinggal jalan apa yang akan dipilih untuk menuju ke sana. Oleh karena itu, penulis akan membuktikan bahwa perjuangan kedua tokoh utama dalam novel tersebut dalam memperjuangkan mimpi ditentukan pula oleh seberapa besar usaha serta takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.

A. Sinopsis isi cerita.

The Pearl.
Cerita dalam novel The Pearl berlatarkan sebuah desa nelayan penyelam mutiara tradisional yang miskin di La Paz, Bolivia. Kino sebagai tokoh utama, adalah seorang pencari mutiara yang hidup dengan sederhana bersama istrinya Juana serta si bayi Coyotito. Hingga suatu hari konflik dimulai ketika seekor kalajengking menyengat Si bayi Coyotito dan memaksa Kino serta Juana harus menemui dokter. Si dokter yang merupakan bangsa penjajah di daerah itu menolak karena sudah tahu rakyat pribumi tak ada yang pernah punya uang.

Semua persepsi itu berubah ketika Kino secara tidak sengaja menemukan sebuah mutiara berukuran paling besar yang pernah ditemui dan orang-orang menamakannya mutiara dunia atau the pearl of the world. Sekejap harapan Kino berubah, dari yang hanya ingin mencari uang untuk pengobatan anaknya, hingga ke hal-hal besar untuk menjadi orang kaya. Kino tiba-tiba juga menjadi pusat perhatian. Pendeta hingga dokter yang sebelumnya menghina Kino, kini mendekatinya untuk memiliki mutiara dunia tersebut.

Selain membawa keberuntungan, mutiara tersebut juga telah membuat kegelisahan dalam hati Kino. Ia merasa tidak tenang dan mencurigai semua orang yang ingin merebut mutiaranya. Baik Juana istrinya atau Juan Tomas kakaknya telah menyarankan Kino untuk berhati-hati dengan mutiara tersebut. Mereka berpendapat benda itu membawa kesulitan dan bencana bagi Kino. Namun Kino bersikeras mempertahankan untuk keesokanh arinya dijual pada pedagang mutiara. Di kalangan pedagang mutiara, telah terjadi konspirasi yang membuat Kino tak bisa mendapatkan harga yang layak untuk mutiaranya. Ia menolak dan memutuskan untuk menjualnya langsung ke kota besar.

Ancaman bagi Kino dan keluarganya semakin meningkat. Ada serangan-serangan di kala malam hari dari orang tak dikenal untuk membunuh Kino dan merebut mutiaranya. Namun Kino yang gelap mata dan telah dikuasai oleh harapan menjadi kaya, sampai hati memukul istrinya sendiri ketika Juana hendak membuang mutiara tersebut. Bahkan Kino sampai membunuh orang tak dikenal yang menyerangnya di malam buta. Mengetahui akibat dari perbuatannya, Kino berserta keluarga lari dari rumah dan bersembunyi sementara di rumah Juan Tomas.

Malam hari tiba dan Kino beserta keluarga bergegas melakukan perjalanan ke kota yang berada di daerah utara. Selama itu, mereka terus diikuti oleh para pemburu yang melacak jejak kaki. Rasa takut semakin bertambah-tambah seiring sakit Coyotito yang parah. Hingga klimaks terjadi saat Kino membunuh para pengejarnya yang bersamaan dengan meninggalnya si Bayi Coyotito. Erita ini diakhiri dengan Kino dan Juana yang kembali ke desanya dan memutuskan untuk membuang mutiara yang disebut The Pearl of the World kembali ke lautan bebas.

The Alchemist.
Cerita berlatarkan wilayah Andalusia di Spanyol dengan Mesir di benua Afrika. Tokoh Santiago yang seorang pengembala domba, memulai kisah ini ketika ia bermalam di sebuah reruntuhan gereja dan mendapatkan mimpi berulang tentang harta karun. Ia kemudian mengkonsultasikan mimpinya tersebut kepada seorang peramal gipsi. Untuk menafsirkan mimpinya, si peramal meminta bagian sepersepuluh dari apa yang akan di dapatkan oleh Santiago nantinya. Ia menyarankan Santiago untuk datang ke Piramida-piramida yang berada di padang pasir Mesir tersebut. Santiago tidak terkejut dengan tafsiran itu, karena ia sudah menduga sebelumnya, bahkan tanpa bantuan peramal itu. Setelahnya, iabertemu dengan seorang tua bernama Melchizedek yang ternyata adalah raja Salem. Ia meminta speersepuluh dari domba-domba yang dimiliki Santiago untuk kemudian kembali menyarankan Santiago untuk datang ke Mesir. Setelah mendapatkan wejangan dan kata-kata bijak dari Raja Salem, Santiago memutuskan untuk menjual semua dombanya dan berpetualang mengejar takdirnya di Mesir.

Ketika sampai di Tangier, Santiago ditipu dan kehilangan semua bekal uangnya. Hal ini sempat menyurutkan niatnya untuk meneruskan perjalan. Namun ia melihat pertanda dari dua batu yang diberikan oleh Raja Salem untuk meneguhkan tekadnya. Ia kemudian bekerja kepada seorang Arab penjual kristal. Di sana ia membuat kemajuan bagi si pedagang kristal. Santiago membuat beberapa inovasi yang sanggup meningkatkan keuntungan. Sampai setelah hampir 1 tahun, Santiago merasa uang gajinya sudah cukup untuk pulang dan membeli 2 kali lipat dari jumlah dombanya semula. Namun ketika singgah di Tangier, ia mengurungkan niatnya dan kembali ke tujuan semula yaitu harta karunnya.

Santiago mengikuti rombongan karavan yang akan menyeberangi gurun Sahara menuju ke Piramida Mesir. Ia bertemu dengan teman perjalanan seorang Inggris yang hendak singgah di Oasis Al-fayoum untuk mencari sang Alkemis. Ia ingin belajar cara merubah logam menjadi emas dari sang Alkemis. Dalam perjalanan, tersir kabar telah terjadi perang antar suku padang pasir. Mereka harus singgah di oasis Al-fayoum sampai perang dinyatakan berakhir.
Di sana si orang Inggris menemui sang Alkemis, lalu Santiago bertemu dengan Fatimah, seorang gadis gurun yang telah membuatnya jatuh cinta. Sekali lagi Santiago merasa ragu untuk meneruskan petualangannya demi cintanya. Di saat sedang gundah, Santiago melihat sebuah pertanda akan datangnya bahaya bagi oasis. Ia sampaikan pertanda itu kepada kepala suku dan oasis terhindar dari serangan untuk kemudian mengangkat kedudukan Santiago menjadi penasehat kepala suku. Akhirnya Ia bertemu dengan sang Alkemis dan mendapatkan kembali banyak wejangan serta kata-kata bijak seperti apa yang diberikan Raja Salem.

Petualangan Ia lanjutkan bersama Sang Alkemis hingga saatnya nanti Ia harus meneruskannya sendiri. Di tengah perjalanan, Santiago menemui rintangan terbesar yaitu ditawan oleh salah satu suku yang sedang berperang. Ia harus menunjukan diri bisa berubah menjadi angin untuk dapat lepas dari sana. Ia berdialog dengan alam atau jiwa dari dunia untuk kemudian berhasil melakukan tugasnya. Perjalanan dengan Sang Alkemis hanya sampai sebuah biara Koptik. Sesampainya di Piramida, Santiago menggali di sebuah titik untuk menemukan harta karunnya. Tanpa disangka, ia dipergoki oleh para bandit yang merampok semua harta Santiago. Sebelum bandit itu pergi, ia bercerita bahwa ia juga pernah mendapatkan mimpi berulang yang mengatakan bahwa ada harta di sebuah reruntuhan gereja di Andalusia, tapi sudah pasti ia tidak mempercayainya. Santiago merasa ini adalah petunjuk terakhir yang harus diikutinya.

Cerita berakhir dengan Santiago yang datang kembali dimana cerita ini bermula yaitu di reruntuhan gerja di Andalusia. Ia menggali di sebuah titik yang diceritakan oleh bandit itu. Seperti yang telah diduga, ada sebuah kotak berisi penuh harta karun yang tak terhitung jumlahnya. Mimpi Santiago berhasil diwujudkan dengan segenap perjuangan dan pemahaman terhadap pertanda-pertanda.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3 4

6 Comments

  1. Wuihh
    menarik sekali ulasannya, mas.
    Mantap jaya ini.
    🙂

    • Hai, terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Sudah baca kedua novel yang diulas di sini? Recommended sekali yang the Alchemist 🙂

  2. terima kasih untuk apresiasinya.. hmmm, sejauh ini, saya belum membaca ada novel indonesia yang sehebat The alchemist.. dengan alur cerita yang sederhana, tapi sarat makna dan kata mutiara. luar biasa.. mungkin kita bisa saling share di sini 🙂

  3. Thanks for sharing.
    Ulasan yang menarik dari dua novel best-seller kelas dunia… Novel Indonesia yg sejenis ini apa ya…? Mungkin beberapa karya Mochtar Lubis atau siapa…?

  4. Sorry bro. komen ini tadinya ketangkep sebagai spam sama wordpress cms.. hoho.. Thanks ya.. nanti kalo ada novel bagus yang sudah saya baca, pasti akan saya share di sini lagi.. Keep visiting bro 🙂

  5. Menarik untuk dibaca, dapat dua keuntungan alias 2 in 1 dapat ilmunya dan belajar dikit-dikit mentranslate. Thanks Bro Dimas sudah memposting e-booknya di kartunet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog