Label Pelajar Kulit Hitam Amerika dan Intelektual

Label Pelajar Kulit Hitam Amerika dan Intelektual

Judul : ”Thin Ice : stereotype threatment and Black College” students”
Penulis : Claude M. Steele

Dunia pendidikan tinggi Amerika digegerkan oleh terbitnya sebuah kurfa yang dibuat oleh Richard Herrnstein dan Charles Murray pada tahun 1994. Menurut kurfa tersebut, perbedaan prestasi antara pelajar kulit hitam dengan pelajar kulit putih itu dipengaruhi oleh masalah genetika, bukan dari hal kesempatan atau budaya. Lebih rendahnya prestasi pelajar kulit hitam ini, disebabkan karena mereka memang terlahir untuk menjadi seperti itu. Tak dapat lebih berprestasi daripada pelajar kulit putih. Claude M Steele, mencoba untuk menjelaskan bahwa pendapat itu salah besar. Memang benar jika rata-rata prestasi pelajar kulit hitam lebih rendah daripada pelajar kulit putih, tapi bukan karena masalah genetika, melainkan stereotipe yang diterapkan kepada pelajar kulit hitam. Stereotipe seperti menganggap pelajar kulit hitam lebih bodoh itu yang menyebabkan prestasi mereka tidak lebih baik.

Stereotipe ini adalah inti dari buruknya prestasi pelajar kulit hitam di college. Anggapan bahwa mereka ini adalah orang bodoh, tidak berguna, dan hanya menjadi kriminal, telah menurunkan motivasi belajar yang mereka miliki. Selain itu, keadaan ekonomi yang buruk, kurangnya nilai yang ditanamkan dalam keluarga, dan pandangan buruk mayoritas terhadap orang kulit hitam memperburuk keadaan tersebut. Selain itu, perilaku yang mereka terima di sekolah pun sama. Kurikulum yang terlalu pro orang kulit putih, kurangnya musik orang hitam, tak dihiraukan di kelas, dan masih banyak hal diskriminatif lainnya.

Faktor-faktor di atas, merupakan bagian dari stereo tape yang secara sikis, dapat menjatuhkan semangat dan pola pikir seseorang. Dalam keadaan yang diskriminatif itu, mereka jadi tidak ada motivasi untuk memperoleh sesuatu yang lebih. Mereka sudah pasrah akan apa yang dipandang orang akan diri mereka. Seperti contoh seseorang yang selalu dikatakan bodoh, selanjutkan Ia akan menganggap dirinya itu bodoh. Percuma usaha dia untuk belajar, karena ia sudah menganggap dirinya sendiri bodoh. Hal tersebut pula yang terjadi pada pelajar kulit hitam. Mereka selalu dicemooh dan dipandang sebelah mata.

Tapi ada sesuatu yang agak janggal di sini. Walaupun prestasi pelajar kulit hitam di sekolah dan undergraduate college cukup memprihatinkan, ditandai dengan angka drop out mahasiswa kulit hitam yang tinggi, hal tersebut tidak terjadi di tingkat doctoral dan profesional. Jumlah pelajar kulit hitam cukup dapat diperhitungkan yang memasuki universitas terpilih dan memiliki prestasi baik di kedua jenjang tersebut. Dapat dilihat di sini, bahwa pelajar kulit hitam yang mampu mencapai jenjang doktoral dan profesional itu, adalah pelajar kulit hitam yang telah mampu melawan stereo tape yang dikenakan pada diri mereka. Sedangkan mereka yang gagal pada jenjang sekolah dan undergraduate, adalah mereka yang kurang motivasi, tidak adanya harapan kedepan, dan telah menerima anggapan masyarakat kulit putih Amerika bahwa diri mereka itu bodoh. Hal ini yang akan dibahas dalam tulisan ini. Apakah Amerika sudah menjadi sebuah negara dengan masyarakat yang menerima perbedaan rasial dengan baik. Apakah prestasi buruk yang diderita oleh mayoritas pelajar kulit hitam itu adalah karena keadaan keluarga yang kurang baik, kurangnya nilai dalam masyarakat, tak ada motivasi, atau memang dari faktor genetis ras mereka.

Satu fakta lagi, bahwa keadaan sosial ekonomi dari keluarga kulit hitam itu sangat menentukan dalam dunia pendidikan. Pihak universitas atau college akan mempertimbangkan haruskah menerima siswa dari keluarga menengah kulit hitam, daripada menerima seorang anak supir truk dari keluarga kulit putih. Mereka sudah menganggap bahwa orang kulit hitam itu identik dengan keadaan miskin, tak mampu membayar sekolah, dan hanya akan menjadi pelaku kriminal nantinya.

Selain itu, perilaku yang didapatkan seorang pelajar kulit hitam di dalam kelas tidaklah menyenangkan. Mereka sering dijauhi karena masalah rasial yang mereka miliki. Guru atau dosen dalam kelas, juga menganggap mereka ini seakan tidak ada dalam kelas. Sekali lagi, stereo tape dan perlakuan seperti ini yang membuat pelajar kulit hitam kehilangan motivasi untuk belajar dan meraih prestasi.

Menurut teori melihat diri sendiri dalam cermin oleh George Herbert Mead, secara psikologis, keadaan yang diderita oleh pelajar kulit hitam ini adalah bentukan dari konstruksi social yang ada. Ketika anggota dalam masyarakat, sekolah, dan saudara mendakwa seseorang itu dengan stereo tipe yang negative, maka dakwaan tersebut akan terinternalisasi dalam diri seseorang, dan menjadi bagian dalam dirinya. Fenomena inilah yang terjadi pada pribadi pelajar-pelajar kulit hitam. Mereka seperti mendapatkan tuntutan dalam masyarakat untuk menjadi bodoh, kurang ekspektasi, dan gairah untuk mendapatkan prestasi. Dengan stereo tipe yang sudah mengakar, seakan-akan mereka memenuhi tuntutan tersebut hingga menjadi apa yang terlihat sekarang.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3

2 Comments

  1. Nggak enak di baca lamanya

  2. Maaf kurfa maksd ny apa ya? Kurfa atau kurva?

Leave a Reply to Vini Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog