Liberalisme dan Tipu Muslihatnya

Liberalisme dan Tipu Muslihatnya

Perang dingin atau cold war terjadi setelah usai perang dunia kedua. Perang ini didalangi oleh dua raksasa dunia pada saat itu, yaitu Amerika Serikat dan Uni Sovyet.

Untuk Amerika serikat, negara ini sudah terbentuk lama kira-kira lebih dari dua abad yang lalu. Negara ini pada awalnya merupakan sebuah benua baru yang belum diketahui oleh orang-orang eropa paling tidak sebelum tahun 1497 yaitu sebelum Christoper Colombus menepikan kapal layarnya di kepulauan Bahama. Christoper Colombus disebut-sebut sebagai orang yang menemukan benua Amerika. Ia ditugasi oleh Ratu Isabela dan raja Ferdinan dari Spanyol untuk menemukan jalur baru menuju ke India. Sebenarnya Colombus sendiri adalah seorang Italia yang lahir di Genoa.

Colombus mengambil rute menuju ke arah barat untuk menuju India yang hakikatnya ada di sebelah timur dari benua eropa. Hal ini ia lakukan karena sebelumnya sudah ada penjelajahan samudera yang dilakukan oleh Ferdinand Magelhans yang berhasil mengelilingi dunia untuk pertama kali menurut orang Eropa yang pada saat itu memang masih terbelakang sekali. Mereka selama berabad-abad didoktrin bahwa bumi itu berbentuk persegi panjang seperti meja. Jadi mereka menganggap jika mereka melakukan perjalanan yang jauh, mereka takut akan jatuh ke jurang ujung dunia. Teori tersebut disebut teori Geocentris. Jadi bumi sebagai pusat dari segala sesuatu. Tapi kemudian keluarlah teori heliocentris yang dikemukakan oleh Nicolous Copernicus seorang kebangsaan Polandia. Ia mengemukakan bahwa matahari adalah pusat dari tata surya yang kemudian bumi itu turut mengelilingi matahari sebagai salah satu bagian dari tata surya. Lalu Ia juga mengemukakan bahwa bumi itu bulat. Teorinya ini didukung oleh Galileo Galilei seorang berkebangsaan Italia yang menemukan Teropong dan membuktikan bahwa di samping bumi, terdapat planet-planet lain di tata surya ini.

Kembali lagi ke Colombus, Ia melayari samudera Atlantik ke arah barat. Hal ini dilakukan karena adanya perjanjian Tordesilas. Yaitu perjanjian antara Portugal dan Spanyol bahwa daerah kekuasaan mereka adalah sebelah barat dari garis tordesilas yaitu milik Spanyol, dan sebelah timurnya milik Portugal. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap kekuasaan Tuhan, karena menusia seenaknya saja sendiri mengakui bahwa bumi ini adalah miliknya. Padahal semuanya milik Tuhan dan masyarakat pada tiap daerah masing-masing bertugas untuk mengelola dan merawatnya. Kemudian Ia mendarat di Kepulauan Bahama. Yang sebenarnya Ia belum pernah menginjakkan kakinya di benua Amerika pada waktu itu. Pada waktu itu Ia melihat ada penduduk asli di sana yang masih tidak menggunakan pakaian seperti orang-orang Eropa. Kemudian karena Ia menganggap bahwa Ia telah sampai di India, orang-orang tersebut dinamainya orang Indian. Kemudian seorang temannya yang ikut berlayar, Amerigo Fespuchi seorang wartawan asal Italia memberikan nama Amerika pada benua baru itu sesuai dengan namanya.

Kemudian setelah Colombus menemukan rute menuju Amerika, Ia mengumumkannya pada dunia. Lalu datanglah setelah itu bangsa-bangsa imperialis Eropa seperti Portugal, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, dan lain-lain. Untuk bangsa Inggris dan Perancis dapat mendesak penjajahan orang-orang Spanyol dan Portugal sehingga hanya di kawasan Amerika tengah dan selatan. Bangsa Eropa berdalih bahwa mereka melakukan penjajahan hanyalah untuk mendidik bangsa-bangsa yang belum beradab agar dapat pada nantinya mengelola tanahnya. Hal ini sangatlah dibuat-buat, karena misalnya saja di Astek, Maya, Inca, Mesir kuno, dan Mesopotamia sudah mengenal peradaban sejak 2000 tahun sebelum masehi yang pada saat itu bangsa Eropa masih zaman Prasejarah dan hidup di gua-gua.

Kemudian untuk pembagian benua Amerika yaitu sebelah utara dikuasai oleh Inggris dan Perancis. Untuk Kanada sebenarnya merupakan bagian Perancis, tapi karena mereka kalah perang pada perang tujuh tahun, Kanada menjadi kekuasaan Inggris pula. Untuk kawasan Amerika tengah yang dimulai dari Meksiko sampai ujung amerika selatan yaitu Chilli dan argentina, hampir seluruhnya dikuasai oleh penjajahan Spanyol dan hanya daerah Brazilia saja yang dikuasai oleh Portugal. Hal ini sebenarnya melanggar perjanjian Tordesilas karena daerah kekuasaan Portugal adalah di sebelah timur garis Tordesilas. Tapi entah mengapa Cabral penjelajah Portugal tersesat ke arah barat dan menemukan daratan yang sangat luas yaitu Brazilia.

Sekarang kita tinggalkan dulu penjajahan bangsa eropa yang menjajah dengan kejam dan rakus di daratan benua amerika. Karena tidak akan habis-habisnya membahas ketamakan dari bangsa-bangsa yang mengakunya beradab itu. Mungkin suatu saat akan kita bahas bersama di situs kita tercinta ini.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

5 Comments

  1. Kok judul dengan isi tulisan ngga nyambung ya? Hehe . Salam kenal gan

  2. Pancasila adalah ideologi yang paling sempurna

    • setuju, minimal menurut orang Indonesia. Karena paham atau penilaian itu pastilah akan sangat subjektif. Tapi untuk falsafah hidup orang Indonesia, Pancasila lah yang saat ini paling sesuai. Karena Indonesia bukan negara teokrasi, tapi juga bukan negara sekuler.

  3. Hmmm….mengingat ingat kembali sejarah dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog