Makanan dan Keping Kenangan

Makanan dan Keping Kenangan

Tiap detik yang dilewati oleh manusia tak ada yang lepas dari media rekam bernama kenangan. Peristiwa, kejadian, hal-hal menarik, terkadang asik untuk diulang kembali dalam proyektor-proyektor pita kenangan. Namun terkadang, otak yang berfungsi sebagai alat, tak mampu menangkap semua yang terjadi. Dia memerlukan kepingan kecil puzzle sebuah kenangan, hingga terekonstruksinya kenangan yang lebih besar. Tak luput yakni dari sebuah hal kecil, seperti makanan.

Hal sepele memang, namun itu yang saya alami hari ini. Ketika sedang makan kue pisang, saya teringat seseorang di masa lalu yang suka sekali dengan kue pisang. Tak ada romantis-romantisnya sama sekali memang, tapi itu kue yang dia suka. Ketika itu saat bulan Ramadhan, dan kami buka puasa bersama. Ya, sudahlah. Itu masa lalu. Tak penting lagi sama sekali. Hanya terkadang manis saja ketika mengingat-ingat lagi.

Ada lagi, coklat Silver Queen. Nah, ini agak elegan sedikit. Ketika ada iklan itu di televisi, benak ini seketika dibanjiri oleh kenangan singkat dengan seorang perempuan. Dia baik, perhatian, dan punya pengalaman yang tak jauh berbeda dengan saya. Benar, pengalaman tersakiti oleh cinta. Punya pacar pertama, rela melakukan apa saja untuk mempertahankan itu, dan akhirnya, hanya disakiti oleh cinta itu sendiri. Ya, jadi teringat oleh perkataan Pat Kai dalam serial Kera Sakti “Beginilah cinta, deritanya tiada akhir”.

Kembali lagi ke masalah Silver Queen. Kejadiannya seperti ini. Waktu itu, kelas saya sedang ada proyek touring guide ke tempat pariwisata yang harus berbicara bahasa Inggris selama acara tersebut. Oleh dosen, acara ini diharuskan pula untuk mengajak mahasiswa dari jurusan atau fakultas lain. Nah, kebetulan teman saya yang ini tertarik, bahkan dengan senang hati membawa sekitar tujuh teman satu kelasnya untuk ikut.

Sebagai rasa terima kasih, saya berniat untuk memberinya sesuatu. Terpikir saat itu untuk memberinya coklat Silver Queen yang ukuran panjang. Ada dua pilihan, Silver Queen yang dengan kacang mede, atau tidak. Saya pilih yang coklat kacang mede. Oia, sebelum itu, kami memang ada janji buat ketemuan. Dia bersama teman-temannya mau belajar di salah satu spot di FIB. Mau ganti suasana katanya. Ya sudah, saya tunggu di salah satu kursi dekat gedung dekanat.

Waktu berlalu. Sembari saya menunggu waktu pulang. Dia bilang sebelum ke sana, mau beli sesuatu dulu. Baiklah, dia akhirnya datang. Mengobrol biasa sebentar, dan bilang jika teman-temannya ada di seberang gedung dekanat sedang mengerjakan tugas kelompok. Sebelum kembali ke teman-temannya, dia bilang ingin memberikan sesuatu. Saya katakan, kalau saya juga. Tak disangka, dia memberi hal yang sama, coklat Silver Queen ukuran panjang. Hanya yang dia berikan itu yang coklat tanpa kacang. Aku tak tahu bagaimana ekspresinya ketika aku pun menyodorkan sebatang coklat itu. Tak lama, dia izin untuk kembali ke teman-temannya.

Agak konyol memang, tapi itu kebetulan yang luar biasa. Entah apa yang menyebabkan hal itu terjadi. Bukan hari valentine, atau momentum special tertentu. Semua berjalan apa adanya, dan pertemenan kami tetap berjalan pula seperti biasa. Selama beberapa jam yang menyenangkan di acara touring guide setelahnya, dan acara makan-makan singkat kami di Kansas sembari memperbincangkan hubungan dia dan cowo yang saat itu masih menjadi pacarnya. Oia hampir lupa. Termasuk saat dia saya “paksa” untuk menemani saya menghadiri acara resepsi pernikahan teman SMA.

Semua itu sudah lewat. Tersimpan di masa lalu, dan akan terus begitu. Hanya kepingan kecil puzzle itu yang tersisa sampai sekarang. Ketika kepingan itu kembali, maka akan membentuk sebuah kenangan utuh. Utuh untuk sesaat, dan kemudian menghilang lagi tanpa bekas. Aku hanya bias bersyukur kepada Allah. Dianugerahi sesuatu yang dinamakan kenangan. Indah, manis, pahit, getir, tapi sekali lagi, hanya untuk masa lalu.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

4 Comments

  1. kenangan akan berharga ketika kita akan lupa
    semangat ngeblog, visite back in my blog 🙂
    salam sukses

  2. Apapun bentuk kenangannya, bila diceritakan kembali dimasa yg akan datang, akan memberikan kesan tersendiri 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog