Mimpi Layaknya Potongan Puzzle

Mimpi Layaknya Potongan Puzzle

Ada kejutan yang aku dapat saat hari kedua Forum Indonesia Muda angkatan 14 di Cibubur (3-Mei). Malam itu, menjelang berakhirnya hari kedua pelatihan, aku dan @BrefiRahmat (teman satu angkatan di FIM14 asal Univ Lambung Mangkurat, Kalsel) dipanggil ke depan ruangan oleh panitia. Panitia ingin memberi apresiasi kepada kami yang selalu terlihat bersama hampir selama pelatihan. Panitia juga sekaligus memberi teladan kepada peserta yangl ain mengenai makna persahabatan dan saling melengkapi.

Memang aku akui bro Brefi seorang yang langka. Dia selalu membantuku selama pelatihan seperti untuk mobilisasi dan memberikan deskripsi ringkas mengenai apa yang terjadi di depan ruangan. Semua hal itu diketahui oleh panitia yang stand by di bagian belakang ruangan, karena kami kerap datang terakhir menanti kerumunan peserta agak lenggang. Meski aku sesungguhnya khawatir ada kesan di antara teman-teman dan panitia jika Brefi dianggap seperti “baby sitter” karena apresiasi ini. Aku yakin Brefi tulus membantu, kita juga sering saling bully layaknya sahabat, dan aku juga yakin sikap mulia seperti brefi juga dimiliki pemuda-pemuda lain yang mengikuti pelatihan FIM saat itu.

Namun, aku tak ingin membahas lebih jauh dulu tentang Brefi dan beberapa sahabat lain yang serasa menjadi saudara dekat meski baru bertemu dalam hitungan jam. Ada hal menarik yang aku maknai pada hadiah yang diberikan oleh panitia kepada kami. Saat itu, kami diminta untuk memilih semacam amplop hadiah yang berlabelkan daerah tertentu. Dari semua amplop, kami memilih Amerika sebab yang lain berlabel daerah di Indonesia. Setelah dibuka, isi amplop tersebut ternyata dua lembar uang 1 USD (satu dolar amerika).

Secara nilai, tentu uang 1 dolar tidak dapat dikatakan sebuah hadiah yang besar. Namun dari sisi makna, lembaran uang tersebut begitu dalam. Aku masih ingat sedikit perkataan MC bahwa semoga dengan lembaran uang tersebut, dapat menjadi motivasi bagi kami untuk menggapai cita-cita belajar di luar negeri. Tak ada salahnya perkataan MC karena aku memang belum pernah keluar negeri, apalagi ke negeri Paman Sam.

Jika ingin dilihat dari sudut pandang semiotika, uang satu dolar itu layaknya representasi dari Amerika Serikat. 1 USD menjadi simbol kebanggaan bangsa Amerika yang hingga saat ini dijadikan standar uang internasional. Bagi aku, selembar uang itu seperti potongan kecil dari puzzle mimpi untuk dapat menjejakkan kaki di sana. Uang itu pula, menjadi semacam DP pada mimpi lamaku kuliah di luar negeri yang salah satunya di Boston, Amerika Serikat.

Potongan puzzle ini pun ternyata pernah aku buat meski secara lisan ketika mengikuti Youth Meeting on MDGS post2015 di Bali bulan Maret lalu. Saat itu, aku beserta teman-teman peserta konferensi dari Indonesia jalan-jalan di pantai Kuta. Rekan sekamarku di hotel, Indra Wahid asal NTB, mengatakan bahwa dari pulaunya sana di Sumbawa, benua Australia sudah terlihat. Mendengar itu, dalam hati aku sempat berdo’a bahwa suatu hari aku harus dapat menjejakan kaki di negri Kangguru.

Aku juga sempat berfikir bahwa langkahku tak sebesar apa yang sudah dilakukan teman-teman di kampus yang banyak sekali sudah berpetualang ke luar negeri, bahkan saat masih jadi mahasiswa. Aku merasa lompatan dalam hidupku ini sangatlah lambat. Namun aku coba meyakinkan diri bahwa dari Bali dimana lokasi terjauh yang pernah aku kunjungi dari rumah, semoga suatu hari dapat bergeser lebih jauh ke selatan yaitu Australia. Alhamdulillah, satu bulan kemudian dijawab oleh Allah dan Insya Allah bulan September aku sudah ada di Adelide.

Hal-hal besar di dunia ini berawal dari mimpi. Adanya pesawat terbang, berawal dari mimpi manusia ingin menjadi layaknya burung. Adanya bola lampu, juga berasal dari mimpi Edison menciptakan penerang di malam hari. Namun perlu dipahami juga bahwa mimpi itu layaknya puzzle. Untuk mewujudkannya perlu diawali oleh satu potongan kecil, baru potongan lain hingga lengkap keseluruhan. Uang 1 USD atau tiket pesawat ke Bali tak ubahnya potongan puzzle bagi mimpi-mimpiku. Aku berharap dan bekerja keras untuk mengumpulkan potongan-potongan yang lain, mencari dimana Allah meletakkannya, dan menyusunnya atas ridho-Nya.(DPM)

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

9 Comments

  1. Masyaallah, luar biasa! Saya juga punya mimpi untuk belajar di Eropa :-). Mari saling mendoakan agar puzzle2 impian ini dapat tersusun sesegera mungkin! Amin!

  2. Subhanallah,semoga Allah memeluk mimpi2 kamu ya dimas 🙂

    • amin… terima kasih Sri.. senang sekali ada yang baca dan ikut mendo’akan.. power of sharing 🙂

    • amin.. terima kasih ya Fa. semoga terwujud pulaimpian2 kamu. semangat! 🙂

  3. Semoga potongan puzzle yang lain akan dapat ditemukan semuanya, kelak.

    • amin.. terimakasih.. saya terus mencari potong demi potong puzzle itu 🙂

  4. Semoga impian utk bisa kuliah di Amerika dapat terwujud ya? 🙂

    • Amin ya robalalamin.. terima kasih do’anya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog