Mitos dan Realitas Sistem Kelas Amerika

Mitos dan Realitas Sistem Kelas Amerika

Judul : ”Class in America: Myth and Reality”
Penulis : Gregory Mantsios

Amerika Serikat, yang dikenal juga dengan negeri harapan atau the land of hope, merupakan sebuah negeri yang dicita-citakan oleh semua orang pada zaman dahulu. Negeri dimana tak ada diskriminasi dan kelas-kelas yang mencerminkan feodalisme. Namun pada kenyataannya, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Terdapat kelas-kelas dalam strata sosial Amerika, yang terutama kelas tersebut ditentukan oleh faktor ekonomi. Gregory Motsios, akan mengungkapkan mitos mengenai realita Amerika sebagai Land of Hope, dan realitas apa yang ada di masyarakat.

Orang Amerika pada umumnya, tidak mengenal istilah pembagian kelas dalam masyarakat. Mereka tidak menganggap pengkelasan masyarakat sebagai sesuatu yang populer. Jika ada yang menyebutkan kelas strata sosial, itu mungkin hanya orang non Amerika. Kelas seperti Upper class, middle class, dan working class, tidak pernah jadi bahan diskusi. Mereka mengkaburkan kenyataan itu, karena ingin menjaga image Amerika sebagai land of hope. Seorang yang berasal dari upper class, tidak pernah menyebut diri mereka upper class. Mereka hanya menyebut diri mereka lebih beruntung, memiliki apa yang mereka miliki dan dilahirkan dalam keluarga yang baik. Sedangkan untuk menggambarkan keadaan sosial ekonomi di masyarakat, mereka menggunakan istilah sejahtera dan non sejahtera atau miskin. Bukan rich atau kaya, tapi sejahtera.

Mari kini kita lihat 4 Mitos, atau pandangan umum yang didengung-dengungkan mengenai Amerika Serikat.

1. Amerika pada dasarnya adalah negara yang tidak mengenal sistem kelas sosial. Pembagian kelas dalam masyarakat dianggap sangat tidak relevan. Walaupun seberapa berbeda keadaan ekonominya, tapi orang miskin atau kaya tetap sama di mata hukum. Selain itu, mereka juga mendapatkan hak dan perlakuan yang sama dalam hal pelayanan umum seperti pendidikan dan kesehatan.
2. Hakikatnya, orang Amerika menganggap mereka semua adalah masyarakat kelas menengah atau middle class society. Semua punya kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Jika ada yang miskin, itu disebabkan karena kekurangberuntungan saja.
3. Semua orang Amerika selalu jadi lebih kaya. Maksudnya adalah, dari setiap generasi, mereka selalu memperbaiki keadaan ekonomi generasi yang sebelumnya. Sehingga posisi ekonomi Amerika sangat kuat di dunia.
4. Semua orang punya kesempatan untuk jadi sukses. Tak ada yang tak mungkin kecuali hanya untuk bekerja keras, pengorbanan, dan ketekunan. Semua bisa menjadi milyader. Hal tersebut hanya masalah seseorang itu berada di waktu dan tempat yang tepat saja.

Dari semua mitos itu, pada kenyataannya, tidak sesuai dengan apa yang ada di Amerika. Walaupun tidak ada sistem pembagian kelas secara eksplisif, jarak antara si kaya dan miskin di Amerika itu sangat besar. Selain itu, juga tidak benar semua orang bisa sukses di Amerika. Terbukti dengan banyaknya orang miskin yang berpenghasilan di bawah garis mencukupi yang distandarisasi oleh pemerintah.

Dari 20% orang terkaya amerika, penghasilan mereka mencakup 85% dari penghasilan total nasional Amerika. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata penghasilan perkapita Amerika yang sebesar 34000 dolar per kepala tiap tahun, tidak mencerminkan keadaan sebenarnya di Amerika serikat. Bahkan diketahui bahwa 1 dari 5 anak-anak dibawah usia 18 tahun, berada di bawah garis kemiskinan. Sehingga ada tokoh yang mengatakan, bahwa Amerika adalah salah satu negara yang berhasil menyembunyikan kemiskinan yang terjadi di sana dengan balutan negara kaya.

Realitas 1: Di sana terdapat jarak yang sangat jauh sekali di antara tiap strata ekonomi. Fakta mengatakan bahwa perbandingan jumlah 20% orang termiskin dengan 20% orang terkaya Amerika adalah 11 banding 1. Selain itu, jika digambarkan dengan piramida, maka jarak antara dasar (yang berarti orang termiskin), dan puncak piramida (yang berarti orang terkaya), sangatlah jauh. Di bagian tengah piramida, merupakan jumlah orang kelas menengah yang jumlahnya tidak terlalu banyak jika dibandingkan oleh orang miskin dan kaya. Ini membuktikan, distribusi pendapatan di Amerika sama sekali tidak merata.

Realitas 2: Kelas menengah di Amerika, hanya memiliki peran sangat kecil dalam sumbangan terhadap kesejahteraan Amerika. Jumlah orang terkaya di Amerika sangatlah jauh berada di atas, sehingga penghasilan mereka ini tak ada apa-apanya jika dibandingkan oleh para miliuner di Amerika Serikat.

Realitas 3: Jumlah kelas menengah di Amerika menyusut, karena sangat jauhnya jarak antara orang terkaya dan termiskin di Amerika Serikat.

Realita 4: Walaupun orang Amerika mengabaikan perbedaan dalam status sosial dari spektrum ekonomi, tapi perbedaan itu terlihat jelas pada gaya hidup yang mereka jalani. Untuk yang berasal dari upper class, mereka memiliki kehidupan yang mewah. Sekolah di kelolah private yang berkelas. Masa depan yang cerah yaitu dengan melanjutkan bisnis keluarga. Sedangkan untuk kelas menengah, mereka tidak muluk-muluk. Sekolah di sekolah publik dengan nilai yang baik. Bekerja sebagai ahli di suatu bidang atau memiliki usaha sendiri. Namun satu yang menjadi persamaan mereka, yaitu motivasi yang sangat tinggi dan sama-sama berkeinginan menjadi presiden. Sedangkan untuk yang berada di kelas bawah dari orang kulit itam, mereka juga memiliki motivasi tinggi, tapi cukup realistis dengan kelas dimana mereka berada. Berprestasi di sekolah, dan hanya berambisi menjadi guru misalnya. Itu mereka anggap sudah cukup asal bisa bertahan hidup. Cita-cita menjadi presiden atau pejabat tinggi bukanlah sesuatu yang ada di fikiran mereka pada saat itu. Hal ini membuktikan bahwa sistem kelas pada kenyataannya berlaku, ditandai dengan gaya hidup yang ekstrim diantara tiap kelas Amerika.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

2 Comments

  1. sama2. terima kasih juga sudah berkunjung. salam kenal 🙂

  2. thanks buat artikelnya 🙂

    cukup membantu buat skripsi nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog