Narkoba dan Imperialisme Budaya

Narkoba dan Imperialisme Budaya

Istilah narkoba sudah menjadi kata umum di telinga masyarakat Indonesia. Terminologi yang memiliki makna narkotika dan obat/bahan terlarang ini, semakin santer terdengar ketika mendekati hari madat sedunia 26 Juni atau ketika ada kasus narkoba yang terbongkar. Di Indonesia sendiri, narkoba sudah dianggap sebagai musuh besar peradaban manusia. Sering terbongkar kasus-kasus penyelundupan narkoba, artis yang ketahuan menggunakan, atau lebih jauh lagi terungkapnya tempat-tempat produksi narkoba secara masal. Namun satu hal yang kadang tak kita sadari, adalah proses terstruktur danpasti dari imperialisme atau penjajahan budaya suatu bangsa melalui narkoba. Proses penjajahan ini bukan hanya terjadi saat ini, tapi sudah berjalan lama sejak bangsa bermata biru Eropa memasuki nusantara. Dalam tulisan ini, kita akan lihat bagaimana narkoba sebagai sarana penjajahan budaya dapat dengan pasti menguasai suatu bangsa secara menyeluruh.

Sejarah masuknya madat/narkoba di nusantara telah berlangsung lama sebelum masa modern Indonesia. Menurut buku Opiun to Java yang ditulis oleh James Rush, penggunaan opium atau candu/madat, telah dikenal sejak abad ke-17. Penyebaran ini dibawa oleh pedagang-pedagang Arab dari daerah Bulan Sabit Emas di sekitar Afganistan dan Pakistan. Meski yang menggunakan secara aktif adalah para keturunan tionghoa, penyebaran yang lebih luas terjadi pada warga pribumi Jawa.

Di kalangan bangsawan, penggunaan madat ini sudah menjadi seperti Life Style yang cukup popular. Setiap seorang bangsawan Jawa berkunjung ke kediaman bangsawan lainnya, kudapan tambahan seperti madat kerap ditemukan. Ketika bangsa Belanda mulai menginfasi nusantara, mereka melihat gaya hidup madat ini sebagai salah satu peluang pemulusan niat mereka menanamkan kekuasaan. Impor madat mulai dilakukan, dan distribusinya tidak dilarang sama sekali. Malah ditemui pos-pos penjualan madat di pasar, pos penjagaan Belanda, dan tempat keramaian lainnya. Usaha Belanda ini bukan sia-sia. Disinyalir pada saat perang diponegoro, sebagian bangsawan dan prajurit jatuh sakit karena kurang pasokan madat. Oleh karena itu, penggunaan madat ini pula menjadi salah satu factor langgengnya kekuasaan Belanda di nusantara selama tiga setengah abad.

Di era modern, madat atau yang biasa dikenal dengan narkoba tidak lagi hanya menjamah para dewasa yang ada di kalangan atas. Tujuan dari diproduksinya barang haram ini pula tidak hanya menyebabkan bangsa menjadi lemah secara fisik, namun lebih ke penghancuran mental dan psikis generasi muda. Salah satu efek dari penggunaan narkoba yaitu halusinogen, membuat generasi muda pemakainya senang berkhayal tentang hal-hal yang tidak nyata. Mereka terbuai dengan imaginasi yang lama kelamaan akan menghancurkan semangat hidup dan kekuatan mental dan psikis seseorang. Lebih jauh lagi, dampak kecanduan atau addicted dari narkoba menjadikan seorang pencandu akan melakukan apa saja ketika membutuhkannya. Seorang rela mencuri uang orang tua, menjual barang-barang pribadi, bahkan menipu untuk mendapatkan uang.

Hal ini sudah barang tentu sangat merugikan bagi kelangsungan eksistensi suatu negeri. Di kala generasi muda sudah dapat dihancurkan, maka bangsa itu bisa kehilangan generasi penerus dan dengan mudah dikuasai oleh bangsa lain. Namun jika diperinci lagi,terlihat bahwa aspek-aspek dasar suatu negara seperti ekonomi, sosial, iptek, dan kenegaraan akan terdegradasi oleh pengaruh narkoba.

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

5 Comments

  1. Artikelnya bagus dan menarik masbro.. Thanks masbro untuk info bermanfaat tentang bahayanya narkoba #SalamBlogger

  2. wew lumayan lama juga abad 17, berarti jaman dulu madat itu kayak rokok yg dijual bebas y

    • iya. sepertinya begitu. Rokok kan juga tak kalah bahaya-nya. Cuma efeknya aja lebih lama.

  3. setuju…

  4. berani katakan TIDAK untuk NARKOBA!!! Ayo generasi muda Indonesia perangi narkoba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,144 other subscribers

Top Blog