Nyamannya Naik Kereta Kelas Ekonomi Rasa Bisnis

Nyamannya Naik Kereta Kelas Ekonomi Rasa Bisnis

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memang sudah banyak berbenah. Image kereta api ekonomi yang dulu identik dengan ketidak-nyamanan, kini dapat jadi salah satu pilihan menarik untuk berwisata. Meski sudah sangat membaik, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Pengalaman ini aku rasakan ketika akhir tahun ini menggunakan KA Brantas dan KA Bengawan untuk mengikuti event Blogger Nusantara 30 Nov – 1 Des 2013 di Yogyakarta, lalu dilanjutkan mudik ke Wonogiri. Dengan harga tiket ekonomi, kualitas yang diberikan saat ini sekelas bisnis.

Ketika baru memasuki pintu gerbong, satu hal mencolok yang berbedara dari pengalaman sebelumnya adalah adanya pendingin gerbong alias AC. Kabarnya, mayoritas kereta Jawa kelas ekonomi memang “diupgrade” menjadi kelas AC-Ekonomi dengan konsekuensi harga tiket yang sedikit dinaikkan. Menurutku kenaikan ini masih wajar, sebab dari harga tiket kelas ekonomi yang sebelumnya tanpa AC Rp 37.000 untuk Jakarta-Solo, naik jadi Rp 50.00 hingga 55.000. Sebuah jumlah yang sangat dapat ditoleransi mengingat AC jadi faktor utama agar perjalanan jadi nyaman. meski tanpa AC sekalipun di dalam kereta tak akan terasa gerah karena tak ada macet bukan?

Lalu, ketika duduk di kursi yang formatnya masih sama dengan sebelumnya, ada sesuatu yang berbeda di bawah meja kecil dekat jendela di antara kursi yang berhadapan. Tara, ada dua buah stop kontak yang teraliri listrik, bukan sekedar hiasan, dapat digunakan bebas oleh penumpang. Ini sepertimenjawab kebiasaan orang Indonesia yang tak dapat lepas dari gadget dan perlu sumber listrik untuk recharge. Sehingga tak perlu khawatir lagi kehabisan battery HP selama perjalanan dengan kereta. Tapi ini juga menimbulkan ide untuk bawa perebus air listrik. Lumayan di dalam kereta dapat buat kopi atau teh panas. Anggap saja tamasya.

Selain itu, waktu tempuh kereta pun turut diperbaiki. Rata-rata, kini kereta ekonomi dapat sampai di tempat tujuan dua jam lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh efisiensi jalur tempuh dan stasiun pemberhentian yang tak sebanyak dulu. Maka kereta tak perlu banyak berhenti yang pada akhirnya mempersingkat waktu tempuh. Tapi jika berharap kereta ekonomi tidak berhenti tiba-tiba di tengah hutan, anda masih harus kecewa. Nasib kereta ekonomi yang harus berhenti menunggu si kereta eksekutif atau ekspress lewat duluan masih berlum berubah.

Dari segi keamanan juga ada sedikit peningkatan. Sempat di awal-awal kebijakan baru, pedagang sama sekali dilarang untuk naik ke atas gerbong. Sebab memang banyak kasus barang hilang atau penjambretan yang dilakukan oleh oknum yang berkedok pedagang di kereta. Namun ketika kemarin aku naik KA Bengawan dari Solo – Jakarta, pedagang yang naik mulai banyak lagi, meski tak sebanyak dulu. Meski begitu, ada ruginya juga karena kehilangan kesmepatan untuk beli makanan dan pernak-pernik murah yang biasa ada di kereta. Sebab apabila membeli makanan dari restorasi atau pegawai kereta api, biasanya harga lebih mahal dengan rasa yang tidak enak.

Di samping itu, tiap berhenti di stasiun selalu ada petugas keamanan yang patroli gerbong ke gerbong. Pada awalnya aku kira ini hanya dilakukan saat libur Lebaran saja. Di kala arus mudik dan balik memang lagi padat. Akan tetapi hal ini ternyata jadi standar baku dan tetap ada saat aku terakhir pakai jasa kereta. Bagaimanapun, hal ini sedikit banyak dapat memberi rasa aman bagi para penumpang.

Namun demikian, di bulan Januari 2014 nanti kabarnya harga tiket kereta keonomi akan dinaikkan kembali. Aku tahu ini langsung selain dari media juga keluhan seorang bapak yang ketemu di stasiun Solo Jebres setelah ia pesan tiket untuk bulan Januari. Agak browsing sedikit, PT KAI mengambil kebijakan ini karena dana subsidi dari pemerintah belum cari, sehingga harga dikembalikan ke harga normal. Agak disayangkan sebetulnya jika harga tiket kereta ekonomi dinaikkan kembali. Sebab ini dapat dikatakan satu-satunya moda transportasi yang cukup nyaman tapi terjangkau oleh rakyat. Dari segi keamanan lalu-lintas pun, kereta lebih kecil risikonya dibanding bus.

Selain itu, satu hal lagi yang perlu ditingkatkan adalah keamanan kereta pada warga iseng yang melempari gerbong dengan batu. Hampir saja dalamperjalanan naik KA Brantas dari Jakarta ke Solo, kaca jendela yang berada persis di sebelahku kena lemparan batu. Alhamdulillah kaca tidak pecah dan hanya retak. Ini sesungguhnya bukan sesuatu yang jarang terjadi pada kereta yang lewat, apalagi ketika sedang musim pertandingan sepak bola. Sentimen antar supporter kerap memicu oknum-oknum tak bertanggung jawab melampiaskan amarah ke kereta yang kebetulan lewat. Sebuah tindakan anarkis yang teramat bodoh karena yang dirusak adalah milik negara, dengan kata lain milik rakyat pula.

Semoga kualitas kereta api di Indonesia terus ditingkatkan dengan harga yang makin terjangkau pula. Jujur, aku masih lebih memilih kereta api ekonomi dibanding bus malam atau pesawat domestik jarak dekat karena masih merasa lebih aman dan nyaman. Apalagi setelah dilengkapi dengan AC, jadi penampilan tidak terlalu kusut dan kotor berdebu setelah turun di stasiun.(DPM)

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

8 Comments

  1. Sekarang naek kereta brantas lebih nyaman dri yg sebelumnya dgan perbaikan fasilitas ac,polisi KA sangatlah membuat nyaman penumpang.dgan harga yg terjangkau kalangan menengah ke bawah sangat membantu….meskipun kdang ada keterlambatan waktu namun kita hrus sadar krna kelas ekonomi hrus mengalah dgan yg bisnis maupun exsekutif….intinya sangatlah memuaskan pelayanan kereta api saat ini majulah terus kereta api indonesia

  2. Wah, kalo asongan udah bersatu nih, kalo mau jadi pahlawan, mesti silat yang rajin!(sok bisa) Iya, asongan udah nggak ada sama sekali bahkan saat saya naik kereta terakhir bulan lalu. Disamping itu, KA Kalimaya dari Mer(merak) ke thb(tanahabang) yang saya naiki waktu itu bahkan kecepetan dari jadwal. Saya setuju. Saya jauh lebih suka naik kereta daripada kendaraan lain

  3. Haaa? serem bgt.. really? ga mau lagi deh naik kereta yg seperti itu atau kendaraan umum sendirian klo pergi jauh. Pernah ngalamin kehilangan tas gitu??? Bener2 ga aman ya klo gitu?? tapi ko dibiarkan lama bgt ada transportasi umum begitu ya?!

    • ya namanya orang jahat ada aja dimana-mana. tapi yang jelas manusia kan tetap harus waspada, hati-hati, dan berdo’a pastinya.

  4. Alhamdulillah klo sekarang sudah lebih baik fasilitasnya.Paling enak emang naik kereta, ga macet n adem dengan AC alami 😀 Pengalaman pertama kali naik kereta sampe 11 jam waktu maen bareng ama temen2 ke Jogja. huuuuu seru bgt, tapi pas pulang ada tragedi mengejutkan n mengerikan. Mereka, para pedagang bersekongkol untuk mengambil barang2 penumpang yg mudah untuk diambil. Mereka datang tepat disaat kami para penumpang sedang terlelap tidur sekitar jam 4. Saya dan seorang ibu2 hanya bisa terdiam n saya benar2 takut tp kesel harus ada di keaddan seperti ini di mana saya hanya diam n ga bisa berbuat apa2. saya cuma bisa menjaga barang2 teman2 saya yg berada satu tempat dengan saya. Menyedihkan, menyebalkan dan menyesali diri sendiri.

    • ooo itu memang salah satu modus. bahkan ada juga yang pura2 jadi penumpang terus bawa2 tas atau kardus kosong dan taruh di bagasi atas. tapi pas keluar kereta, dia bawa tas orang lain. sedang tas atau kardus yang kosong ditinggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog