Perjuangan yang Patah Muhammad Hatta

Perjuangan yang Patah Muhammad Hatta

Saya baru saja membaca biografi dari seorang Bung Hatta. Sebenarnya sampai tulisan ini setengah dibuat, saya belum selesai membaca seluruh dari isi bukunya. Coba bayangkan buku yang setebal itu. Jika dikasetkan maka itu ada sekitar 30 kaset lebih. Saya baru mendengarnya sekitar 4 kaset.

Tapi walaupun baru segitu, saya sudah dapat memperkirakan bagaimana sosok seorang bung hatta itu waktu masih muda. Benar-benar tokoh yang patut dijadikan teladan hidup.

Saya kagum dengan cara hidup dan prinsipnya. Benar-benar hal yang hamper hilang di jaman yang orang bilang moderen ini. Beliau itu memiliki sifat hemat, tapi tidak kikir. Benar-benar sikap yang berbeda sekali dari kalangan muda sekarang yang kebanyakan konsumtif. Coba saja, sekarang ini banyak sekali mall-mall dan hiper market. Salah satu bukti semakin suburnya kapitalisme yang selalu identik dengan sifat konsumtif. Lalu dengan banyaknya kartu kredit yang masih banyak kalangan masyarakat yang menganggap jika memiliki kartu kredit itu adalah suatu yang hebat. Padahal menurut saya hal itu menunjhukan bahwa seseorang itu sering sekali berhutang. Iya bukan?. Sistem dari kartu kredit itu kan pihak bank dulu yang membayar, lalu nanti pihak bank akan memberikan tagihannya kepada yang menggunakannya itu. Sebenarnya pada awalnya kartu kredit dan mesin atm itu baik. Tapi jika disalah gunakan akan membuat masyarakat semakin konsumtif dengan semakin mudahnya untuk mengambil uang. Jika digunakan untuk kepentingan yang mendadak seperti butuh uang untuk ke rumah sakit itu sih memang penting, tapi jika untuk belanja yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat, apa itu bisa dibenarkan?.

Lalu beliau itu sosok yang sangat idealis sekali. Ia adalah seorang tokoh nasionalis yang sangat benci dengan komunis. Ia lebih condong ke sosialis yang tidak radikal atau memanfaatkan bentrokan fisik seperti komunis. Sebenarnya sosialisme adalah paham yang sudah dianjurkan oleh Islam dari sejak dulu. Yaitu dengan sistem gotong royong tidak individualis, dan lebih mementingkan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi. Karena kebersamaan, musyawarah, dan persatuan adalah hal yang sangat diutamakan dalam Islam.

Tidak seperti paham sosialisme yang dianjurkan oleh Karl Marx. Banyak orang yang keliru dengan menganggap bahwa sosialisme adalah buah pemikiran murni dari karl marx dan frederich engels, tapi sebenarnya sosialisme itu adalah sudah ada sejak Islam hadir, atau bahkan merupakan asas kehidupan yang sangat mendasar. Karena paham sosialisme karl marx adalah paham yang anti tuhan, Ia menganggap bahwa semua di dunia ini dapat berjalan sendiri dengan kuasa manusia walaupun tanpa tuhan sedikit pun. Sosialisme dalam Islam sangat baik untuk dijalankan oleh semua orang.

Ia bersekolah di sekolah-sekolah belanda pada masa kolonial yang tidak semua anak Indonesia dapat memasukinya. Karena prestasinya, Ia dapat bersekolah di ELS yaitu sekolah anak-anak eropa. Setelah lulus bersekolah di Indonesia, Ia ditawari pekerjaan di birokrasi oleh pemerintah kolonial belanda, tapi Ia menolaknya dan lebih memilih melanjutkan studinya di Negeri Belanda. Ia di sana menjadi anggota PI atau Perhimpunan Indonesia yang pada awalnya hanya merupakan club studi untuk mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri Belanda. Beberapa tahun di sana Ia dipercaya oleh para anggotanya untuk menjadi ketua. Ia juga pernah mengikuti konfrensi anti kolonialisme yang kemudian pada akhirnya konfrensi itu gagal karena telah disusupi oleh orang-orang komunis.

Lalu setelah Ia lulus di sana, Ia kembali ke Indonesia dan berjuang di dalam negeri. Di Indonesia, Ia masuk ke PNI yaitu Partai Nasional Indonesia. Setelah PNI bubar karena kegiatannya yang tianggap oleh pemerintah kolonial terlalu radikal, Ia mendirikan partai baru yaitu PNI baru atau pendidikan Nasional Indonesia.

Rekomendasi Artikel:

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2

2 Comments

  1. hohohoo sy juga termasuk pengguna aktif kartu kredit, namun sebagian besar saya gunakan untuk usaha atau berjualan bukan untuk konsumsi pribadi hehehe… Sosialis=mantap. Jika berkenan berkunjung juga ya ke blog atau channel youtube saya 🙂

    • iya. saya saat ini juga menggunakan kartu kredit dari salah satu bank syariah. Intinya selama tak ada potongan apapun, dan setiap kali kita gunakan langsung tepat dibayar, maka tak akan ada masalah. Pakai kartu kredit untuk mempermudah transaksi elektronik atau online, bukan buat berhutang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog