Remaja Tunanetra Mampu Mengarungi Dunia Cyber

Remaja Tunanetra Mampu Mengarungi Dunia Cyber

*Esei ini pernah diikutsertakan dalam lomba Karya Tulis on-line Plasa.com bekerjasama dengan PT Telkom Multimedia tahun 2007*

Di abad ke-21 ini, internet bukan merupakan sesuatu yang asing bagi masyarakat. Memang pada tahun 90-an internet masih merupakan sesuatu yang sakral untuk dipelajari. Tapi dengan semakin terjangkaunya harga komputer dan sarana jaringan internet, semuanya jadi semakin mudah.

Penggunaan internet yang semakin meluas itu sudah pasti tidak akan melewati satu bagian dalam masyarakat ini. Remaja adalah bagian dalam masyarakat yang teramat penting. Mereka adalah tunas harapan bangsa yang diharapkan menjadi penurus generasi-generasi sebelumnya. Selain itu, jiwa muda yang selalu penuh rasa keingintahuan menjadi salah satu faktor bagi remaja untuk mencoba segala hal termasuk Internet. Didukung oleh semakin menjamurnya warung internet yang biasa disingkat “warnet”, remaja akan semakin mudah untuk mendapatkan akses internet. Internet sudah mulai menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan mereka. Bahkan ada sebagian remaja yang berpendapat bahwa mereka tidak akan bisa hidup jika tidak ada internet. Misalnya seorang yang sudah kecanduan program chatting, maka dapat dikatakan Ia tak akan melewatkan satu detik pun untuk mengobrol dengan sesama pengunjung internet.

Tapi untuk di Indonesia, tingginya itensitas penggunaan internet masih terbatas pada wilayah perkotaan saja. Untuk daerah diluar kota-kota besar, penggunaan internet masih sangat rendah. Bahkan masih ada daerah yang belum mendapatkan listrik, apa lagi internet. Walaupun begitu, pemerintah kita sudah berusaha mensosialisasikan internet dengan adanya program internet masuk sekolah. Jadi tiap sekolah sekarang dituntut untuk menggunakan teknik komputerisasi dalam entry data atau dalam kegiatan belajar mengajar. Sehingga selain guru yang dituntut untuk mampu menggunakan perangkat komputer plus sambungan internet, siswa pun dapat mengenal dan belajar internet dengan adanya mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi.

Tujuan dari program internet masuk sekolah itu adalah untuk membiasakan siswa dan guru dengan komputer dan internet. Untuk guru, sistem tersebut pada akhirnya akan mempermudah dalam pengolahan data dan penentuan akreditasi bagi sekolah-sekolah. Sedangkan bagi siswa, internet akan sangat membantu dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Di dalam kurikulum yang berbasis kompetensi ini, siswa dituntut untuk aktif dalam memenuhi semua standard kompetensi yang harus Ia kuasai. Jadi dari sumber-sumber yang sangat terbatas yang disediakan sekolah dan perpustakaan, siswa dapat melengkapinya melalui berselancar di internet.

Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Siswa tidak boleh hanya memandang dunia sebatas apa yang ada di sekitar lingkungannya saja. Tapi harus melihat dunia dari berbagai arah. Untuk itu jalan yang termudah adalah melalui internet. Dengan internet, kita dapat melihat apa saja yang ada di seluruh sudut dunia. Dengan internet, semua ilmu pengetahuan terbuka luas untuk siapa saja. Dengan internet, kita bisa berkomunikasi dengan seluruh penduduk dunia. Oleh karena itu, internet memang membuat pengetahuan dan wawasan seseorang menjadi sangat luas.

Selain kesemua kebaikan dalam internet seperti yang sudah tersebut di atas, ada juga keburukan yang berasal dari internet. Diantaranya adalah banyaknya virus-virus komputer yang menyebar luas melalui internet. Hal tersebut sangat menganggu bagi pengguna komputer. Karena biasanya dapat merusak data atau yang parah dapat merusak komponen fital dalam komputer. Sebelumnya memang virus-virus yang banyak menyebar di Indonesia adalah virus-virus global, tapi sekarang sudah banyak sekali virus-virus lokal yang tersebar. Seperti misalnya virus Brontok, Flu burung, dan cool face. Bagi pelajar hal tersebut sangat menyebalkan karena bisa saja data untuk tugas yang sudah susah payah Ia kerjakan, hilang begitu saja karena Virus tak diundang.

Kemudian satu lagi keburukan yang ada dalam internet dan hampir semua dari kita ketahui. Yaitu item-item asusila yang ada di internet. Untuk hal tersebut tidak perlu saya sebutkan contohnya, karena kita sudah mengetahui betapa kejam hal itu merusak moral remaja dan pelajar Indonesia. Dengan adanya pornografi di internet, produktifitas pelajar dalam belajar menjadi menurun drastis. Mereka jadi malas belajar dan malah banyak menghayal tentang sesuatu yang tidak pantas. Oleh karena itu, tingkat kirminalitas semakin tinggi dan berbanding terbalik dengan prestasi yang semakin menurun.

Setelah kita membahas hal positif dan negatif dari internet terhadap remaja secara global, marilah kita sekarang menyoroti sebagian kecil dari golongan remaja itu. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kekurangan dalam melihat dunia ini. Tunanetra yang di dalamnya terdapat golongan totally blind, dan low vision atau berpenglihatan terbatas. Memang, mungkin bagi orang awam mustahil bagi orang tidak berpenglihatan menggunakan komputer, atau malah berselancar ria di internet. Tapi dengan teknologi, dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin!.

Tunanetra dalam menggunakan komputer, sebenarnya tidak memerlukan banyak fasilitas khusus untuk mengoperasikannya. Hanya yang paling dasar adalah, sebuah komputer standard. Di sini yang saya maksudkan adalah seperangkat komputer biasa yang seperti anda pakai saat ini. Kemudian komputer itu harus dilengkapi sound card. Untuk hal ini, biasanya bagi komputer yang support multimedia pasti sudah tersedia. Kemudian dibutuhkan speaker atau headphone untuk memperoleh output suara. Dan yang paling esensial dari kesemuanya adalah software pembaca layar. Software screen reader atau pembaca layar ini adalah sebuah perangkat lunak yang dapat menterjemahkan apa saja yang ada di layar ke dalam bentuk suara. Untuk saat ini, screen reader yang banyak digunakan dan termasuk oleh penulis adalah screen reader buatan luar negeri dan berbahasa inggris. Tapi yang menggembirakan, ITB sedang mengembangkan versi bahasa Indonesianya.

Rekomendasi Artikel:

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3

4 Comments

    • aamiin, dan hal ini makin terwujud hari demi hari seiring makin berkembangnya teknologi. Terima kasih sudah berkunjung 🙂

  1. Semoga ITB bisa mengembangkannya agar berguna untuk umum.

    • aamiin.. tapi saat ini sudah ada kok screen reader opensource NVDA. Jadi baik ITB atau pihak pengembang lainnya di Indonesia seharusnya dapat partisipasi untuk mengembangkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog