Simbol Multikulturalisme Avatar the Legend of Aang

Simbol Multikulturalisme Avatar the Legend of Aang

Pendahuluan

Tak ada sesuatu yang tercipta di dunia ini dan tak memiliki makna. Tiap partikel dalam alam semesta ini, telah tercipta untuk suatu tujuan. Mereka saling jalin-menjalin membentuk suatu kompilasi makna. Bahkan sebuah titik yang dipercikan oleh kuas pelukis, memiliki makna besar bagi keseluruhan hasil goresannya. Sama halnya ketika kita menikmati sebuah karya baik itu puisi, cerpen, musik, atau film. Tiap detail yang disuguhkan oleh karya tersebut sudah barang tentu memiliki suatu symbol sebagai petanda sebuah makna. Layaknya dalam film, tiap tokoh atau peristiwa merupakan petanda akan sesuatu lebih dalam. Tidak hanya film dengan pemeran manusia, kartun atau animasi pun kaya akan simbol yang dikreasi bukan tanpa tujuan oleh pembuatnya. Dalam tulisan ini, kita akan mencoba menginterpretasikan symbol-simbol kehidupan multikulturalisme dan konsep relasi kuasa yang terdapat pada serial animasi Avatar the Legend of Aang.

Teori yang akan digunakan sebagai pisau analisis adalah teori konotasi dari Roland Barthes (1915 – 1980). Menurut Barthes, ilmu semiotika memiliki dua tingkat pertandaan, yakni makna denotasi dan konotasi. Denotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda pada realitas, menghasilkan makna eksplisit, langsung, dan pasti. Konotasi adalah tingkat pertandaan yang menjelaskan hubungan penanda dan petanda yang di dalamnya beroperasi makna yang tidak eksplisit, tidak langsung, dan tidak pasti (Yusita Kusumarini,2006). Lebih jauh lagi, tulisan ini pula akan menggunakan konsep Barthes tentang “mitos” dalam kaitannya sebagai petanda masyarakat. Sebuah tanda akan menjadi signifier sebagai makna denotasi. Dari makna denotasi ini, akan menunjuk pada sebuah signified yang merupakan makna konotasi. Terakhir dari makna konotasi ini, akan menjadi signifier bagi signified baru yang secara denotative akan diakui sebagai mitos dan berlaku umum di dalam masyarakat.

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menelaah simbol-simbol yang terdapat dalam film serial Avatar the Legend of Aang yang diproduksi oleh Niclodeon, Amerika Serikat. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengambil korpus pada sebuah film. Di akhir tulisan ini, diharapkan kita dapat menjawab sebuah pertanyaan bagaimana simbol-simbol dalam serial Avatar the Legend of Aang menunjuk pada konsep hidup multikulturalisme dan relasi kuasa elemen masyarakat penyusun.

Sinopsis isi cerita
Pada zaman dahulu manusia dapat mengendalikan elemen-elemen dasar yaitu Air, Api, Udara, dan Bumi. Kelompok manusia itu pun membentuk sendiri negaranya, berdasarkan kemampuan pengendalian mereka. Keempat negara itu hidup dengan damai, hingga akhirnya negara api memutuskan untuk menyerang negara lainnya dan merusak keseimbangan dunia. Untuk itulah diperlukan seorang avatar, penguasa 4 elemen, untuk mencegah negara api melebarkan kejahatannya dan menguasai dunia.

Plot utama
1. Ditemukannya Aang sang Avatar, Appa si Bison Terbang, dan Momo oleh Katara dan Sakka, keduanya dari suku pengendali air.
2. Katara dan kakaknya, Sakka, memutuskan untuk membantu petualangan Aang dalam menyelamatkan dunia.
3. Karena Aang baru menguasai satu pengendalian, diperlukanlah guru pengendali Air, tanah, dan api agar ia bisa menguasai 4 elemen.
4. Katara memutuskan untuk jadi guru pengendalian air bagi Aang.
5. Dalam perjalanannya, Avatar selalu diburu oleh Zukko, putra mahkota negara api.
6. Avatar bertemu Tha, seorang putri pengendali tanah yang buta.
7. Setelah berhasil menguasai pengendalian tanah dan air, Avatar dan teman-temannya memutuskan untuk menginvasi negara api pada saat gerhana matahari, karena pada saat itu pengendalian api tidak bisa digunakan.
8. Zukko menyesal dan memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Avatar. Kebetulan saat itu Aang sedang memerlukan guru pengendalian Api. Setelah proses yang cukup rumit, akhirnya Aang dan kawan-kawan mau memaafkan Zukko dan menerimanya.
9. Namun, pengendalian api Zukko lenyap seiring dengan lenyapnya kebenciannya pada Avatar. Akhirnya Aang dan Zukko harus mencari sumber asli pengendalian api, yaitu naga.
10. Setelah berhasil menguasai pengendalian api dari naga, Zukko memutuskan untuk membantu Sakka membebaskan Suki (Kekasih Sakka) dan ayah Sakka. Setelah itu ia membantu Katara mencari pembunuh ibunya.
11. Akhirnya, setelah kekuatan mereka cukup, mereka memutuskan sekali lagi untuk menyerang Raja Api, sebelum tiba meteor raksasa yang bisa memberi kekuatan luar biasa bagi Raja Api.
12. Katara dan Zukko harus bertarung melawan Azula, yang ternyata telah mengendalikan petir dengan sempurna.
13. Aang harus melawan Raja Api sebelum meteor mencapai bumi. Setelah bersusah payah, Aang berhasil menang. Ia pun melenyapkan kekuatan Sang Raja Api.
14. Zukko dan Katara juga berhasil menang. Zukko menjadi Raja Api yang baru, sedangkan Katara hidup bahagia dengan Aang. Cerita ini berakhir dengan happy ending, tanpa seorang pun tokoh protagonis yang terbunuh .

Rekomendasi Artikel:

Kata Kunci

Sudah Baca yang Ini?

Pages: 1 2 3

1 Comment

  1. Wahh penggemar avatar legend of aang ya mas, saya sebenarnya nggak terlalu mengikuti sih, tetapi sering dengar aja kalau orang suka nglucu dengan kata “Ketika Negara Api Menyerang” . Habis baca sinopsis cerita di blog post ini saya jadi ngerti pokok cerita yang ada di avatar legend of aang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow My Blog

Silakan daftarkan alamat email kamu untuk mendapatkan notifikasi tiap kali ada tulisan baru, gratis!

Join 7,142 other subscribers

Top Blog