Menurut Kevin O’Regan, inti permasalahan pada kesadaran itu hanya terletak pada kesalah fahaman mengenai hakikat pengalaman itu sendiri. Karena mayoritas telah mempercayai bahwa pengertian dari pengalaman itu adalah yang seperti sekarang ini, maka hal itulah yang dipercayai. Seperti pada halnya abad permulaan masehi, orang percaya bahwa dibutuhkan suatu inti kehidupan untuk mengendalikan sistem kehidupan yang terdapat dalam tubuh organisme hidup. Karena pada saat itu, masyarakat berfikir bahwa hidup adalah sesuatu kesatuan yang ajaib dan tak dapat dijelaskan oleh akal manusia. Kemudian di beberapa abad belakangan ini, paradikma itu berangsur-angsur berubah. Masyarakat mulai meyakini bahwa sistem dalam kehidupan itu tidak dikendalikan oleh inti atau roh kehidupan, tapi oleh suatu mekanisme sederhana yang bisa dijelaskan dengan kimiawi-fisik dalam paham materialisme. Tidak ada lagi anggapan hidup itu adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Oleh karena itu, perlahan masyarakat menolak anggapan bahwa hidup itu diperlukan roh kehidupan yang mengendalikannya.