Braille telah lekat dengan kehidupan seorang tunanetra. Aksara yang terbentuk dari kombinasi enam titik itu menjelma dalam diri tunanetra sebagai sebuah identitas. Majalah Gema Braille, jadi salah satu representasi dari identitas tersebut. Merefleksikan sebuah semangat dan hasrat tunanetra untuk terus menggali ilmu dan pengetahuan di tengah-tengah zaman yang terus berubah.