Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolakā€. Peribahasa dalam bahasa Indonesia tersebut nampaknya cukup menjelaskan perihal takdir atau suratan. Penggalan kalimat itu sendiri memiliki makna hal baik atau buruk di masa depan seseorang tidak dapat dipastikan. Apa yang terjadi di hari esok adalah rencana Tuhan yang sudah tertulis dalam buku besar alam semesta. Seperti apa yang akan dijelaskan dalam esei ini, kita akan membandingkan dua tokoh utama dalam novel The pearl karya John Steinback dan novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Takdir, harapan, dan perjuangan mewujudkan mimpi adalah tiga tema utama dalam kedua novel tersebut. Setiap makhluk memiliki takdirnya masing-masing, tinggal jalan apa yang akan dipilih untuk menuju ke sana. Oleh karena itu, penulis akan membuktikan bahwa perjuangan kedua tokoh utama dalam novel tersebut dalam memperjuangkan mimpi ditentukan pula oleh seberapa besar usaha serta takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.