Aku lahir di Jakarta 19 tahun yang lalu dalam keadaan normal dari sebuah keluarga yang sederhana. Pada saat Taman kanak-kanak dan Sekolah Dasar, Aku belajar di sekolah umum seperti layaknya orang normal. Hingga pada saat penghujung kelas 6, mulailah menderita kebutaan. Oleh dokter, Aku didiagnosa terkena virus toksoplasma dan Glukoma. Dokter tidak bisa membantu dan dikatakan jika dioperasi pun, kemungkinannya hanya 10 sampai 30%. Kami sangat terpukul, tapi keluargaku tetap optimis dengan berikhtiar mencarikan penyembuhan alternatif.