Memangkas Dahan Radikalisme

Proses bangsa ini menjadi Negara kesatuan bagaikan mukjizat dari Tuhan. Bagaimana tidak, ratusan suku bangsa dan bahasa yang tersebar dari penjuru Sabang sampai Merauke dapat berkonvensi untuk terbentuknya sebuah entitas bernama Indonesia. Perbedaan yang ada bukan menjadi pembeda. Melainkan kekayaan bangsa yang terjalin dalam naungan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Krisis KPK dan Budaya Korupsi

Kata korupsi terasa sangat akrab di telinga kita. Saking akrabnya, Indonesia saat ini masih menempati posisi lima besar negara terkorup di Asia. Mengenaskan memang, namun itu kenyataannya. Terminologi yang secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kegiatan memperkaya diri oknum tertentu dengan menyalahgunakan kekuasaannya, seakan telah membudaya dalam deru nafas bangsa Indonesia. Tidak hanya kalangan elit, penyakit masyarakat ini pun telah merambah ke birokrasi terbawah.

Kabinet Solid tak Kenal Kompromi

Ajang pesta demokrasi terbesar di republik ini telah berakhir. Berikutnya, sembari menunggu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, isu yang hangat di publik adalah mengenai bursa mentri di kabinet mendatang. Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan tengah menyeleksi seratus nama, dan ini menghadirkan ribuan spekulasi. Komposisi mentri yang berasal dari dunia profesional dan partai politik menjadi sorotan utama. Diasumsikan komposisi yang terbentuk akan berpengaruh besar terhadap kinerja pemerintahan.

Pemuda, Lokomotif Kebudayaan Bangsa

Sekali lagi, kita marah dan kecewa akan apa yang dilakukan negeri tetangga kita, Malaysia. Setelah klaim atas Tari Barong yang disebut Barongan, kini giliran Tari Pendet asal Bali yang dimasukan dalam iklan Visit Malaysia 2009. Luapan emosi masyarakat ini terkesan hanya bersifat temporer. Tak pernah ada tindak lanjut yang konkrit dan sistematis.

Totalitas Pembangunan Tim Sepakbola Kelas Dunia

Sebagai olahraga terpopuler di seantero bumi, sepertinya tak ada warga dunia yang tidak mengenal sepakbola. Tiap bangsa dimanapun berada, ingin ikut berpartisipasi dalam supremasi tertinggi sepakbola empat tahunan ini. Sama halnya dengan Indonesia, momen penting dalam sejarah sepakbola seperti World Cup tak pernah lewat begitu saja. Namun amat disayangkan, sejak republik ini merdeka 65 tahun lalu, belum pernah sekalipun tim nasional sepakbolanya masuk ke putaran final Piala Dunia.

Permasalahan Banjir dan Mindset Masyarakat

Belakangan ini, kita disuguhkan dengan show off fenomena kemacetan lalu-lintas kota Jakarta yang disebabkan oleh banjir. Berbagai media cetak atau elektronik, hampir tiap hari mendiskusikan persoalan ini. Kota Jakarta telah dianggap tidak layak lagi sebagai sebuah ibukota negara. Kemacetan luar biasa yang menuju kelumpuhan lalu-lintas, semakin diperparah ketika jalan-jalan protokol tergenangi air.