Pernahkah terlintas dalam benak anda, apakah seorang tunanetra yang notabenya tidak memiliki penglihatan normal bisa menggunakan komputer? Hal ini terdengar mustahil. Komputer membutuhkan kemampuan visual dari penggunanya. Pengguna butuh untuk memasukan perintah-perintah melalui keyboard dan melihat hasilnya di layar monitor. Jika anda menjawab bahwa tak mungkin tunanetra dapat mengoperasikan komputer, hal itu salah! Mereka para tunanetra juga bisa menggunakan komputer yang sama persis seperti yang anda gunakan sekarang, asalkan ada sebuah software pendukung. Software ini dinamakan program pembaca layar atau ‘screen reader’. Karena tunanetra tidak bisa melihat display pada layar komputer, jadi mereka hanya bertumpu pada kemampuan mendengarkan suara. Sesuai dengan namanya, mekanisme kerja dari program ini adalah meninterpretasikan tulisan atau menu-menu yang ada di layar, untuk kemudian direproduksi dalam bentuk suara. Sebagai contoh adalah program Microsoft Windows Narator yang sudah tersedia sejak Windows 2000. Program ini akan memberitahukan pengguna tunanetra keberadaan posisi kursor, menu yang sedang diakses, atau program yang sedang dibuka. Selain itu, jika menekan tombol huruf dalam keyboard, Microsoft Windows Narator juga akan menyebutkan huruf apa yang kita tekan. Selain itu, seperti di program notepad, setelah kita menuliskan beberapa kata, program tersebut dapat membacakan tulisan apa yang ditampilkan di layar.